<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721</id><updated>2012-02-16T12:49:24.505-08:00</updated><category term='Inspiring Woman'/><category term='Love Story Ibu-Anak'/><category term='Manajemen Keluarga'/><category term='Fiqih Keluarga'/><category term='SaMaRa'/><category term='Ibu Bekerja'/><category term='Ibu Baru'/><category term='Keberkahan Finansial'/><category term='Home Sweet Home'/><category term='Refleksi Ibu'/><category term='Catatan Hati Ibu'/><category term='Adab/Etika'/><title type='text'>Ibu Muslimah Pembelajar</title><subtitle type='html'>Open mind...
menggali potensi diri demi mengoptimalkan peran sebagai IBU yang amanah, kompeten, handal, dan profesional</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-7624681468263770258</id><published>2010-04-12T09:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T09:53:01.305-07:00</updated><title type='text'>Mencari Uang atau Membangun Kekayaan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px;"&gt;Tidak semua orang memiliki kesamaan pandangan terhadap uang maupun kekayaan. Ada golongan orang yang berpendapat bahwa kekayaan identik dengan uang yang berlimpah. Karena itu, uang harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya untuk menjamin hidupnya. Pada golongan ini, uang seolah menjadi tujuan hidup karena mereka yakin semakin banyak uang, semakin aman hidupnya. Akibatnya, mereka tidak pernah merasa cukup dengan uang yang diperolehnya.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada pula golongan orang yang berpandangan bahwa kekayaan tidak identik dengan uang dan materi semata, tapi juga terkait dengan kekayaan hati yang selalu bersyukur dan memahami hakikat uang secara benar. Uang adalah sarana hidup. Uang bukanlah segala-galanya yang bisa menjamin keamanan hidup karena yang lebih penting dari uang adalah kemampuan seseorang mendapatkan uang. Kemampuan mencari dan mengelola uang, menurut golongan kedua ini lebih penting karena uang sewaktu-waktu bisa habis sementara kemampuan mencari uang tidak akan pernah lapuk. Anda mungkin sering menyaksikan betapa banyak pewaris harta yang berlimpah, kemudian harus jatuh miskin karena anak-anak orang kaya ini tidak memiliki kemampuan mencari dan mengelola uang. Mereka sudah terbiasa dimanjakan orang tuanya dengan hidup serba berkecukupan sehingga lupa belajar tentang hakikat uang dan kekayaan. Menurut Roger Hamilton, kekayaan bukanlah soal seberapa banyak uang yang kita miliki. Kekayaan adalah apa yang masih kita miliki bila kita telah kehilangan semua uang kita. Dengan demikian, pendapat Hamilton ini bisa ditafsirkan bahwa kekayaan identik dengan ilmu pengetahuan, kejujuran, networking atau kekayaan immaterial lainnya yang bisa mempermudah&amp;nbsp; kita mendapatkan uang.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan memahami perbedaan antara mencari uang semata dan membangun kekayaan, saya akan memberikan contoh atau metafora kupu-kupu dan taman kupu-kupu. Apa yang diinginkan seseorang dalam memiliki kupu-kupu salah satunya adalah karena keindahannya (sebagai salah satu manfaatnya). Begitu pula dengan menginginkan uang, sesungguhnya yang diharapkan seseorang dari uang adalah manfaat dari uang itu, bukan sekedar menumpuk-numpuk uang dengan tidak memaksimalkan untuk kepentingan dunia akhirat.&lt;br /&gt;Mencari kupu-kupu disini saya maksudkan sebagai mencari uang dan taman sebagai ladang kekayaan. Sekarang pertanyaannya, “Bila seandainya anda senang dengan kupu-kupu, anda akan memilih menangkap kupu-kupu sebanyak-banyaknya kemudian memelihara kupu-kupu itu dalam sangkar, ataukah anda akan membangun taman kupu-kupu dengan menanam berbagai bunga sehingga mengundang kupu-kupu ke taman anda?”&lt;br /&gt;Mari kita perhatikan, betapa banyak orang selama ini salah kaprah dalam membangun kekayaan. Banyak orang yang berkeyakinan bahwa membangun kekayaan adalah bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya, atau saya ibaratkan mencari kupu-kupu sebanyak-banyaknya. Mereka menangkap satu per satu kupu-kupu, kemudian memeliharanya di dalam sangkar. Setiap hari mengejar, menangkap, dan memeliharanya. Begitu seterusnya. Dalam usaha menangkap dan memelihara kupu-kupu itu, mereka seringkali kecewa karena tidak mendapatkan kupu-kupu atau kecewa karena kupu-kupu yang sudah tertangkap terbang lagi. Inilah realita kehidupan. Banyak orang yang bekerja keras siang malam mencari uang, mengumpulkan rupiah demi rupiah. Ada yang berhasil mendapatkan uang banyak, tapi tidak sedikit yang gagal. Atau sudah mendapatkan uang banyak, tapi uangnya habis karena sesuatu kejadian di luar perkiraan dirinya. Kondisi ini kemudian menjadi sumber kekhawatiran banyak orang kaya, karena semakin kaya seseorang, semakin khawatir akan kehilangan uangnya. Ini pula yang disebut sebagai paradok kekayaan.&lt;br /&gt;Sekarang bandingkan kalau seseorang yang giat membangun taman untuk mendatangkan kupu-kupu. Mereka akan sibuk mengolah dan menanami lahan dengan tanaman yang indah sehingga menarik kupu-kupu datang dan berterbangan di atas taman. Mereka menikmati kupu-kupu yang indah di taman tanpa khawatir kupu-kupu itu pergi dari tamannya. Mereka tidak sibuk menangkap kupu-kupu tapi mereka hanya mengola dan menjaga taman agar tetap indah. Dengan cara seperti ini, siapapun dapat mendatangkan ribuan kupu-kupu yang indah dan memesona.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, membangun kekayaan itu ibarat membangun taman. Benihnya adalah bakat dan minat yang kita miliki, sedangkan airnya adalah ilmu pengetahuan dan jaringan (networking). Pupuknya adalah karakter kejujuran dan keikhlasan. Sedangkan mataharinya, yang berfungsi mempercepat pertumbuhan taman adalah kreativitas dan pemasaran. Sebab tanpa kreativitas, tidak akan menghasilkan karya bermutu. Tanpa ilmu pemasaran, produk sebagus apa pun tidak akan dikenal dan tidak akan dibeli masyarakat. Komponen lain dalam membuat taman adalah tanah, yang dalam hal ini terbuat dari investasi pengabdian dan kerja keras. Itulah kekayaan yang sesungguhnya. Orang yang kaya adalah orang-orang yang telah memberikan karya terbaiknya bagi masyarakat. Orang-orang kaya yang sesungguhnya adalah orang yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat. Mereka lebih mengutamakan membangun taman kekayaan, daripada sekedar mencari dan mengumpulkan uang semata. Sekedar mencari uang tidak salah, karena ini hanya bisa dilakukan dalam jangka pendek. Tapi bila ini dilakukan terus menerus tanpa membangun kekayaan (atau membangun taman kekayaan), maka dalam jangka panjang hasilnya tidak optimal, menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Takut akan kehilangan uang dan harta yang telah diraih sehingga bersifat bakhil.&lt;br /&gt;Karena itu, mari membangun taman kekayaan dengan meningkatkan kemampuan kita dalam mencari dan mengelola uang. Apabila kita memiliki taman ilmu dan pengetahuan yang luas kemudian kita praktekkan dengan dedikasi tinggi penuh kejujuran dan keikhlasan, maka kita akan mendapatkan uang dengan sendirinya. Ibarat taman, pada akhirnya kita akan dikerumuni kupu-kupu yang dalam hal ini adalah uang akan datang kepada kita. Uang akan ‘mengejar’ kita karena orang lain akan membutuhkan keahlian, produk, atau bahkan senang berbisnis dengan kita. Sebagai contoh sederhana, kalau ada seorang dokter yang sangat ahli, tentu dicari pasien untuk berobat. Kalau anda ahli membuat makanan maknyus (enak sekali), maka kalau anda jual tentu akan laku, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sebagaimana Charles Albert Poissant dkk dalam buku How To Think Like A Millionaire berpendapat bahwa uang yang diraih secara jujur hanyalah pengakuan atas jasa-jasa yang diberikan. Jadi, seorang kaya adalah seseorang yang telah memberikan jasa-jasanya kepada banyak orang dan telah diimbali secara adil karenanya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi kita kecuali membangun taman kekayaan daripada hanya sekedar mencari uang. Sebab sifat uang itu sementara, cepat habis dan belum tentu berkembang kalau tidak bisa mengelolanya. Sedangkan sifat kekayaan adalah permanen, bertambah dan berkembang. Dengan membangun kekayaan, khususnya kekayaan ilmu pengetahuan bagaimana mendapatkan dan mengelola keuangan, maka kita tidak akan pernah takut akan kehilangan uang yang kita miliki, dan kita bisa lebih memahami hakikat uang.&lt;br /&gt;Agar kekayaan dapat terealisasi, menurut Charles Albert Poissant dkk (2004), paling tidak ada tiga persyaratan awal yang harus dipenuhi untuk membangun kekayaan yaitu (1) percaya bahwa kita akan kaya (2) sadar bahwa situasi kita tidak akan otomatis berubah kalau kita tidak berbuat apa-apa tentang itu (3) dengan penuh gairah menghasratkan peningkatan dan pembelajaran secara terus menerus dalam kehidupan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;www.nurulhayat.org&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-7624681468263770258?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/7624681468263770258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/04/mencari-uang-atau-membangun-kekayaan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7624681468263770258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7624681468263770258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/04/mencari-uang-atau-membangun-kekayaan.html' title='Mencari Uang atau Membangun Kekayaan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-4582565108951279683</id><published>2010-03-25T08:24:00.001-07:00</published><updated>2010-03-25T08:24:48.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>Investasi Emas untuk Menjaga Kekayaan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px;"&gt;Banyak orang yang mempercayai bahwa emas adalah sebuah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Banyak pula orang yang percaya bahwa emas bukanlah suatu benda yang berfungsi sebagai alat untuk menggelembungkan kekayaan, akan tetapi emas lebih berfungsi untuk mempertahankan kekayaan (dari rongrongan inflasi). Hal ini disebabkan karena jika dilihat dari perjalanan sejarah sudah terbukti bahwasanya emas seringkali diborong oleh masyarakat apabila terjadi kepanikan ekonomi, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau kekacauan politik di sebuah negara.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Jika terjadi inflasi yang tinggi itu artinya uang anda bisa terus tergerogoti. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana hal itu bisa terjadi? Metode kerjanya seperti apa? Anda bisa melihat ilustrasi berikut :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Suatu waktu misalnya terjadi laju inflasi sebesar10 persen/tahun, hal ini dapat diartikan bahwa jika harga suatu barang dan jasa pada saat itu nilainya sebesar Rp 10 juta maka nilai barang tersebut akan menjadi Rp 11 juta pada tahun berikutnya dan seterusnya neik sebesar 10 persennya. Dan harga ini akan semakin meningkat setiap tahunnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Oleh karena itu bila saat ini anda memiliki uang sebesar Rp100 juta dan anda depositokan dengan bunga deposito 9% per tahun misalntya, maka sesungguhnya uang anda nyata-nyata tidak berkembang. Kenapa?&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Karena daya beli uang anda justru berkurang karena nilai inflasi mencapai 10% yang artinya lebih besar dibandingkan dengan bunga deposito yang hanya 9%. Oleh karena itu memang seharusnya ada sebuah metode untuk melindungi aset anda dari inflasi tersebut. Salah satu di antaranya bisa dilakukan dengan berinvestasi melalui emas. Dengan investasi berupa emas ini, maka nilai kekayaan anda akan tetap aman. Gambarannya sebagai berikut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Misalnya pada saat ini anda memiliki uang sebesar Rp100 juta. Dengan uang sebanyak itu ternyata anda sudah bisa membeli rumah dengan spesifikasi luas bangunan sebesar 100 m2. Nah, bila uang tersebut anda depositokan atau anda simpan di rekening bank, lalu uang itu kita endapkan selama 10 tahun yang akan datang, apakah uang itu masih bisa digunakan untuk membeli rumah sejenis dengan spesifikasi luas 100 m2? Tentu saja tidak bisa.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Akan tetapi kalau saat ini uang yang jumlahnya sebesar Rp 100 juta itu anda belikan emas, kemudian nanti pada tahun ke-10 yang akan datang emas itu anda jual kembali, anda masih dimungkinkan untuk tetap bisa membeli rumah sejenis dengan luas 100 m2 tadi. Inilah yang dimaksudkan dengan menjaga kekayaan seperti yang disebutkan di awal tadi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Anda mungkin masih ingat pada saat terjadinya kerusuhan pada bulan Mei 1998 yang lalu. Pada saat itu terjadi rush kebutuhan pokok di pasar swalayan pada tanggal 8 Januari 1998 (pagi hari sebelum pengumuman APBN oleh Presiden Suharto di hadapan DPR), sehingga harga emas juga langsung melonjak. Bahkan, hanya dalam selang satu atau dua hari saja, harga emas langsung terdongkrak naik kurang lebih sebanyak 1,5 kali. Walaupun secara fluktuatif, harga emas saat itu cenderung naik – meski pada akhirnya turun lagi ketika inflasi kembali berada di bawah dua digit.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Jadi dapat disimpulkan bila angka inflasi relatif tinggi maka dapat diprediksi bahwa harga emas cenderung akan naik lebih tinggi dari pada inflasi. Inilah sebab mengapa anda sebaiknya juga mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Tetapi perlu juga diketahui bahwa harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah, bahkan cenderung sedikit menurun apabila laju inflasi kisarannya di bawah angka dua digit.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Untuk investasi emas syaratnya anda harus memperbanyak pengetahuan tentang emas. Anda tidak boleh sekedar ikut-ikutan saja karena hal itu justru akan merugikan anda sendiri. Sebagai alat investasi, emas tersedia dalam beberapa pilihan, diantaranya yang familier di masyarakat kita adalah emas perhiasan dan emas batangan. Namun belakangan ini juga mulai berkembang pilihan berupa koin emas.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Untuk investasi emas jangka pendek, kalau anda membeli emas perhiasan, anda akan sulit mendapatkan keuntungan. Hal ini karena pada emas emas perhiasan, dalam penentuan harga jual-belinya selalu ditambah dengan ongkos pembuatan. Karena itu, kalau suatu saat Anda menjualnya kembali, maka toko tempat anda membeli emas, tidak mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Ia hanya akan membayar harga emasnya saja. Lagi pula, biasanya untuk emas perhiasan, jual-belinya biasanya harus pada toko yang sama.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kalau anda menjual di toko lain, biasanya toko tersebut tidak mau membeli kembali. Kalau pun mau membeli, tapi dengan harga yang dapat dipastikan jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Karena itu, investasi dalam bentuk emas perhiasan jauh lebih untung kalau disimpan untuk jangka panjang. Karena biasanya harga emas Anda sudah naik jauh dibanding ketika Anda membelinya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Umumnya di pasaran, emas untuk perhiasan tersedia dalam berbagai macam karat, antara 18 - 24 karat. Untuk investasi, sebaiknya Anda memilih emas perhiasan 24 karat. Ini karena emas perhiasan Anda lebih mudah dijual kembali.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Investasi emas yang baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia) karena emas model seperti ini cukup mudah dijual kembali. Selain itu, untuk emas batangan tidak dikenakan biaya tambahan (ongkos) pembuatan seperti emas perhiasan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi ke dalam emas batangan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Emas batangan ini dapat anda peroleh di perusahaan Aneka Tambang (Antam) yang berkantor di Pulogadung, ataupun Pegadaian setempat.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Selain itu ada juga investasi emas dengan Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Investasi Koin Emas ONH ini dimaksudkan sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk biaya ibadah Haji. Meskipun demikian, pada kenyataannya, investasi ini ternyata sama saja dengan investasi emas jenis lainnya karena harga emasnya sama saja.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap laju inflasi. Siapa pun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini, termasuk non muslim karena investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Koin Emas ONH dapat dibeli dan dapat dijual kembali di cabang-cabang PT Pegadaian di seluruh Indonesia, toko emas, dan unit pengolahan dan pemurnian logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Ukuran emas ini mulai dari berat 1, 5, dan 10 gram.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Menyimpan Emas atau Menggadaikan Emas?&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kalau jumlahnya tak seberapa, emas bisa disimpan di rumah. Namun kalau jumlahnya agak banyak, Anda bisa menyewa safe deposit box (SDB) di bank. Hampir setiap cabang bank di berbagai kota menyediakan layanan tersebut dengan tarif sekitar 400 ribu sampai 1 juta untuk ukuran small-medium.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Namun demikian, ada yang berpendapat, daripada emas disimpan di SDB, lebih baik di gadaikan, dan uang dari gadai dibelikan emas lagi. Dalam sistem gadai, nasabah hanya dikenakan biaya penyimpanan yang besarnya Rp2.500,-/grm per bulan. Jadi kalau anda menyimpan 25 gram, maka biayanya Rp750 ribu, dan anda masih mendapatkan uang gadai (maksimal 80% dari harga taksiran bank/pegadaian) untuk membeli emas lagi. Dengan cara ini, bila harga emas naik pada bulan ke dua belas (setahun) maka anda mendapatkan keuntungan lebih.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Demikian, semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Safak Muhammad (www.nurulhayat.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-4582565108951279683?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/4582565108951279683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/investasi-emas-untuk-menjaga-kekayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4582565108951279683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4582565108951279683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/investasi-emas-untuk-menjaga-kekayaan.html' title='Investasi Emas untuk Menjaga Kekayaan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-3648176313100896403</id><published>2010-03-25T08:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T08:23:16.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>POS PENGELUARAN UNTUK BERBAGI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px;"&gt;Suatu hari, selepas sholat jum’at seorang teman mengatakan kepada saya, “Mas, anda tadi lihat kan? Beberapa orang masukin uang ke kotak amal dengan uang receh yang jumlahnya cuma Rp.500? Heran, orang mau masuk surga kok nyumbang ke mesjid hanya Rp.500,- Emangnya surga harganya hanya semurah itu?”&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mendengar omongan itu, saya balik bertanya, “Emangnya anda tahu, kalau mereka itu hanya nyumbang ke mesjid Rp.500?”&lt;span id="more-1803" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Mungkin aja, lha yang saya lihat mereka pegang uang koin, terus begitu uangnya dimasukkan, kotak amalnya berbunyi.” jawabnya cepat. Kemudian teman saya ini menambahkan, “Bayangkan saja, berapa nilai investasi akhirat kita (sedekah) bila kita hanya memasukkan uang receh Rp.500,- atau Rp. 1000,- per hari Jumat?&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kalau rata-rata hari Jumat ada 4 kali dalam sebulan atau 48 kali dalam setahun, maka dengan asumsi Rp.1000,- per Jumat maka kita hanya mengumpulkan uang investasi akhirat Rp. 48.000,- per tahun. Apakah uang ini cukup ‘membeli’ surga? Bukankah uang sebesar ini hanya cukup untuk membeli kaos oblong?”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kalau asumsi lamanya kita hidup di dunia ini sekitar 60-70 tahun atau taruhlah kita ambil rata-ratanya saja yaitu sekitar 65 tahun, maka hitungan besarnya investasi untuk kehidupan akhirat kita hanya sebesar 48.000 x 65 = Rp. 3.120.000. Uang sebesar itu tidak lebih besar dari harga tiket pesawat Surabaya-Jakarta PP. Anda dapat bayangkan, hanya sebesar itukah investasi kita untuk perjalanan dan kehidupan kita ke akhirat kelak? Bayangkan, itu investasi akhirat kita seumur hidup loh…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar dari saudara-saudara kita, memberikan uang amal ‘ala kadarnya’ saja. Dengan alasan yang lebih penting adalah keikhlasannya. Maka untuk sedekah tidak harus besar. Karena itu, kita juga sering mendengar ungkapan, “daripada sedekah besar tidak ikhlas, lebih baik sedikit tapi ikhlas”. Ungkapan ini tentu saja tidak salah namun juga tidak sepenuhnya benar.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kenapa ungkapan itu tidak kita dibalik saja sehingga menjadi, “lebih baik sedekah besar dengan ikhlas, daripada sedekah kecil walaupun juga ikhlas?”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Memang banyak sekali faktor yang menyebabkan kondisi seperti diatas tadi bisa terjadi. Diantaranya adalah karena faktor pemahaman kita yang masih rendah terhadap manfaat sedekah (berbagi). Atau terkadang hal itu disebabkan karena kita seringkali tidak berpikir untuk kehidupan kita di ‘akhirat’ kelak.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Selain itu dalam pengelolaan keuangan konvensional seringkali kita lupa untuk membuat pos khusus berbagi (untuk bersedekah). Kita seringkali disibukkan oleh kegiatan merencanakan pengeluaran rutin kita seperti misalnya pengeluaran untuk kebutuhan pokok, sandang, biaya pendidikan, biaya kesehatan hingga biaya cadangan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Padahal sesungguhnya kehidupan ini bukan hanya strict untuk hidup diri sendiri dan keluarga saja, akan tetapi bagaimana kita juga bisa berbagi dengan sesamanya. Selain itu, sebenarnya apa yang kita lakukan dan kita kerjakan di dunia ini adalah untuk mempersiapkan kehidupan kita yang kadarnya lebih abadi, di akhirat kelak. Persiapan di akhirat, tentu saja tidak cukup hanya dengan shalat, dan berbuat baik dengan sikap dan perilaku kita saja. Akan tetapi kita juga harus “membeli” akhirat dengan harta yang kita miliki.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ibaratnya kalau untuk membangun rumah tinggal di dunia saja kita membutuhkan uang dan tabungan, maka untuk mendapatkan rumah tinggal di surga tentunya juga perlu uang dan investasi yang juga besar. Alangkah bodohnya bila ternyata kita tidak mampu membangun rumah di akhirat, sementara kita hanya sibuk mengurus keperluan dunia saja. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan perintah shalat yang selalu diikuti dengan perintah zakat (Aqimish-shalat, waatuzzakat) yang dalam Al Qur’an sampai diulang-ulang tidak kurang sampai 32 ayat.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Karena itu, seharusnya dalam proses pengelolaan keuangan, kita harus membuat perencanaan dengan menyisihkan prosentase tertentu setiap bulannya untuk investasi akhirat. Dengan membuat perencanaan dan menyisihkan sebagian uang kita untuk berbagi setiap bulan, maka kita tidak lagi ‘asal-asalan’ dalam beramal. Karena ada target penyisihan uang untuk berbagi, dan kegiatan ini dapat kita jadikan sebagai kebiasaan/rutinitas.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Jika kita telah merencanakan untuk membuat pos pengeluaran untuk berbagi dalam setiap bulannya, lalu pertanyaan berikutnya adalah berapa seharusnya target uang yang harus disisihkan untuk berbagi (sedekah)? Memang untuk ini tidak ada patokan yang baku. Besar kecilnya uang untuk sedekah tentu sangat tergantung pada tingkat kesadaran masing-masing orang.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Semakin seseorang menyadari betapa pentingnya sedekah, maka pastinya akan semakin besar uang yang ia sisisihkan untuk bersedekah. Orang yang demikian ini biasanya menyadari bahwa memberi dan beramal dengan cara berbagi kepada sesamanya adalah sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri. Baik untuk kehidupan di akhirat nanti maupun untuk mempermudah urusan-urusan di dunia seperti menolak bala, meningkatkan kekayaan dan kebarokahan atas harta yang kita miliki di dunia ataupun manfaat-manfaat lainnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Besarnya pos pengeluaran untuk berbagi (sedekah) ini, harus ditetapkan di luar kewajiban kita dalam menunaikan zakat. Dengan demikian, kalau misalnya kewajiban zakatnya 2,5% (bagi gaji pegawai), maka pos sebaiknya pengeluaran untuk berbagi harus lebih besar dari itu, misalnya 5%, 10% atau 20% dari penghasilan bulanan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sebagai contoh, bila penghasilan anda sebulan sebesar Rp. 5.000.000,- dan anda menetapkan pos untuk berbagi sebesar 5%, maka anda harus menyisihkan sebesar Rp. 250.000 ditambah untuk zakat Rp. 125.000 (total Rp. 375.000). Uang ini harus anda sisihkan saat anda menerima gaji bulanan. Kemudian uang Rp. 250.000 ini bisa anda gunakan untuk berbagi, misalnya memberikan sumbangan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana alam, seperti gempa atau&amp;nbsp; banjir misalnya.&amp;nbsp; Dapat juga kita berikan untuk sumbangan kotak amal masjid, panti asuhan atau tempat beramal lain di manapun yang anda suka. Dengan cara ini maka kita tidak lagi memasukkan uang koin Rp.500,- ke kotak amal lagi karena sumbangan kita sudah jauh lebih besar jumlahnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bila dengan cara ini ternyata masih membuat kita lupa untuk menyisihkan uang untuk berbagi, kita bisa bekerja sama dengan lembaga atau yayasan amal tertentu untuk melakukan kontrak sumbangan rutin kepada lembaga atau yayasan tersebut, dan kita bisa meminta pihak yayasan amal ini untuk menagih setiap bulannya. Banyak lembaga yang bersedia melakukan hal ini. Beberapa yayasan juga menyediakan paket berbagi seperti paket orang tua asuh dengan setoran rutin setiap bulannya, atau paket berbagi/amal lainnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dengan cara ini, maka Insay Alloh kita tidak lagi ‘asal-asalan’ dalam beramal. Uang berbagi tidak lagi berdasarkan pada perasaan enak atau tidak enak, tetapi kegiatan ini sudah menjadi bagian terencana dari pengelolaan keuangan kita. Sehingga amalan kita menjadi lebih terarah dan lebih bermanfaat karena sudah terbentuk menjadi kebiasaan/rutinitas. Dengan cara ini pula, tentu saja dapat diartikan kita juga telah menyiapkan untuk kehidupan akhirat kita nanti dengan lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Safak Muhammad (www.nurulhayat.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-3648176313100896403?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/3648176313100896403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/pos-pengeluaran-untuk-berbagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3648176313100896403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3648176313100896403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/pos-pengeluaran-untuk-berbagi.html' title='POS PENGELUARAN UNTUK BERBAGI'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-80041787149233771</id><published>2010-03-25T08:21:00.001-07:00</published><updated>2010-03-25T08:21:53.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>Mahalnya Harga Sebuah Gengsi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px;"&gt;Anda mungkin pernah mendapatkan guyonan atau bahkan ledekan dari teman atau kolega anda. Guyonan yang mengarah pada olok-olok tentang sesuatu yang kita miliki atau barang-barang yang sehari-hari kita gunakan. Kira-kira guyonan yang bernada olok-olok itu ada yang seperti ini, “Handphone seperti itu kok masih dipake! Itu HP pantasnya kan hanya untuk memukul anjing.” kata mereka.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Atau ada juga yang bilang kepada anda, “Mobil butut kok masih dipakai sih? Anda itu kan seorang bos, masa pake mobil jaman pra sejarah begitu.” Dan mungkin masih banyak lagi guyonan-guyonan bernada ejekan seperti yang saya sebutkan di atas.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Semua olok-olok yang dilontarkan teman-teman anda itu memang pada intinya cuma sekedar bahan hiburan untuk membuat suasana lebih segar hingga Andapun mungkin bisa menanggapi dengan cuek guyonan itu. Semua guyonan itu mampu kita anggap layaknya angin lalu yang setelah bertiup dan kita dirasakan sedikit sapuannya yang lembut sebentar kemudian ia pergi tak memberikan bekas apapun di hati kita.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Tetapi ternyata pada kenyataannya tidak sedikit orang yang tidak ‘tahan’ dengan guyonan seperti itu. Hatinya merasakan perih dan perasaannya gundah gulana hingga mampu mengganggu siklus tidur lelapnya. Mereka terngiang-ngiang dan terpengaruh dengan guyonan itu sehingga kemudian tanpa petimbangan panjang lalu kalang kabut memborong barang-barang yang masih fresh maupun benda-benda terbaru hanya sekedar untuk memenuhi rasa gengsinya. Kalau ternyata anda memang memiliki cukup uang tentu saja anda tidak akan dihadapkan dengan permasalahan karena anda bisa saja langsung pergi ke toko dan membeli barang-barang tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Namun sesungguhnya, permasalahannya tidaklah kelihatan segampang dan sesederhana itu. Dalam prinsip pengelolaan keuangan yang benar, membeli sebuah barang seharusnya juga memperhatikan betul akan manfaat dari barang yang akan kita beli. Sebab salah satu dari tujuan membeli barang adalah membeli manfaat atas barang tersebut, bukan semata-mata membeli “benda”nya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Tetapi seringkali kita melihat bahwa orang membeli barang namun barang yang dibeli tersebut ternyata tidak banyak manfaatnya. Sangat mungkin mereka membeli barang hanya karena faktor gengsi semata, hanya ikut-ikutan saja atau bisa juga hanya karena ingin dianggap sebagai orang kaya, ingin dianggap sebagai orang yang tampil gaya, orang yang selalu mengikuti tren dan perkembangan jaman dan sejenisnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bila tujuan membeli produk atau jasa hanya sekedar untuk memenuhi kepuasan-kepuasan sesaat seperti itu, maka dapat kita katakan : Betapa mahalnya harga sebuah gengsi..!&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kalau seseorang membeli barang hanya dengan tujuan seperti itu, akibatnya dia akan melakukan cara atau jalan apa pun untuk memenuhinya. Dan justru di titik inilah, titik&amp;nbsp; kritis yang sangat membahayakan pengelolaan keuangan kita. Sebab tindakan ini hanya akan mengarahkan perilaku seseorang pada sifat konsumerisme yang berlebihan yang pada akhirnya tanpa kita sadari hal itu lambat laun akan semakin menambah beban keuangan kita, dan jika tidak segera disikapi secara bijaksana bisa berujung pada kebangkrutan. Yaitu kondisi dimana hutang menumpuk menggunung serta aset atau kekayaan yang melayang habis tak bersisa.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Jika kita lihat lebih cermat, saat sekarang ini godaan konsumerisme ada dimana-mana. Iklan bertebaran dimana–mana, iklan yang selalu membujuk kita dan anak-anak kita untuk mengikuti keinginan penjual atau pemasang iklan. Akibatnya, barang-barang yang seharusnya tidak mendesak untuk dibeli-pun, dengan adanya iklan dan dorongan hidup konsumerisme, barang tersebut menjadi sangat penting dimata kita. Sehingga kita merasa harus membutuhkan barang tersebut lalu melakukan aksi beli barang-barang yang sebenarnya tidak begitu penting tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Dalam teori perilaku konsumen, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan pembelian. Faktor-faktor itu antara lain pengaruh lingkungan seperti misalnya budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan situasi. Serta perbedaan individu seperti kepribadian, gaya hidup, demografi, motivasi, keterlibatan, pengetahuan dan sikap. Faktor-faktor inilah yang sangat mempengaruhi perilaku seseorang dalam membeli barang.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Adapun niat seseorang untuk membeli&amp;nbsp; barang bisa terjadi karena pembelian yang direncanakan atau karena pembelian yang tidak terencana (impuls buying). Pembelian akibat impuls buying inilah yang saat ini justru sering terjadi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Banyak orang yang seringkali terdorong membeli barang tanpa melakukan pemikiran yang mendalam apakah barang yang dibeli tersebut akan memberikan manfaat untuknya atau tidak. Pembelian yang terjadi ternyata hanya disebabkan karena dorongan sesaat seperti misalnya melihat atau mendengar iklan, display (penataan produk) yang menarik, faktor ikut-ikutan karena orang lain memiliki barang yang sama dan lain sebagainya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Menghadapi kondisi yang demikian itu, maka kita harus mampu menahan diri untuk tidak ikut-ikutan membeli barang-barang yang tidak perlu dan mampu membuat pos-pos pengeluaran prioritas. Menahan diri yang saya maksudkan di sini adalah mampu menunda kesenangan sesaat.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Prinsip menunda kesenangan sesaat itu bukan berarti tidak boleh bersenang–senang, bukan berarti kita tidak boleh membeli barang sesuai dengan keinginan, tetapi menunda kesenangan di sini kita maknai sebagai kemampuan untuk menahan diri dari mengejar kesenangan yang berlebihan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Selain itu, kita harus mampu melakukan prioritas kebutuhan, dan bukan memprioritaskan keinginan. Antara kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi, seperti kebutuhan akan makan, susu anak, biaya sekolah, investasi dan lainnya. Sedangkan keinginan atas suatu produk dan jasa tidak harus dipenuhi karena belum tentu merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Misalnya anda sudah memiliki handphone, ingin membeli blackberry yang saat ini sedang ngetrend. Padahal, sesungguhnya keinginan membeli blackberry itu hanya didasarkan pada pemenuhan kepuasan atas ‘rasa gengsi’ semata. Sebab bisa saja saat itu anda belum membutuhkan fitur-fitur yang ada di blackberry karena anda dalam kesehariannya hanya sekedar sms, menerima dan menelepon saja sehingga tidak membutuhkan fitur komplet yang ada pada blackberry tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Contoh lain dari keinginan yang tidak harus dipenuhi adalah keinginan untuk berganti mobil yang selalu baru, padahal manfaatnya tetap sama yakni sebagai alat transportasi. Keingingan membeli mobil terbaru itu mungkin karena anda ingin tampil gaya (gengsi), dan bukan karena alasan mendesak yang harus dipenuhi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Berdasarkan penjelasan diatas, betapa kita menyaksikan bahwa harga sebuah gengsi begitu mahalnya. Kita seringkali rela mengeluarkan jutaan hingga ratusan juta untuk membiayai gengsi kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Safak Muhammad (www.nurulhayat.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-80041787149233771?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/80041787149233771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/mahalnya-harga-sebuah-gengsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/80041787149233771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/80041787149233771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/mahalnya-harga-sebuah-gengsi.html' title='Mahalnya Harga Sebuah Gengsi'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-6914983191133306861</id><published>2010-03-25T08:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T08:19:42.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Berproses Menuju Keluarga Barokah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 21px;"&gt;Sungguh aneh! Bukan hanya sederhana, tapi sangat… sangat… sederhana. Rumah itu benar-benar dari sesek (bambu) dan alasnya benar-benar tanah yang hanya dilapisi plastik. Itulah gambaran rumah kawan saya dan saudara-saudaranya yang berada di lingkungan salah satu pesantren di daerah Turi, Lamongan.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Orang di sekitarnya pada terheran-heran, malah ada yang mengumpat, “Gendeng be’e (gila mungkin).” Bagaimana tidak? Di tengah “perlombaan” penduduk desa untuk mewujudkan mimpi membangun rumah tembok sebagai simbol kemajuan, justru dia membangun rumah gedhek.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bukan hanya penduduk sekitar yang heran, saya-pun dibuat terkejut saat berkesempatan berkunjung ke sana. Ya mengapa, padahal dana juga ada. Tapi keheranan itu mulai sirna ketika kami menerima penjelasan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Bukankah rumah ini hanya sementara. Dan tidak akan kita bawa mati!”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Lalu untuk apa kita bermewah-mewah dengan sesuatu yang akan kita tinggalkan. Bukankah justru itu yang gila sungguhan?”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Karena itu, prinsip kami ‘rumah akherat’ harus lebih baik dari ‘rumah dunia’. Demikianlah yang dipesankan Bapak Guru.” Bapak Guru adalah panggilan almarhum ayah mereka. Rupanya pesan almarhum sang ayah benar-benar mereka praktikkan dalam kehidupan nyata. Sebab sang ayah tidak hanya pandai berbicara, melainkan dia sendiri yang memberi contoh hidup dengan rumah yang sangat sederhana. Rumah induk almarhum ayah mereka, kurang lebih sama kondisinya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Satu-satunya bangunan “mewah” di kompleks pesantren itu hanyalah masjid. Tentu, yang dimaksud mewah bukan karena struktur dan ornamen yang megah dan mahal, melainkan hanya sebuah bangunan tembok.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Masjid adalah simbol spiritual; simbol kehidupan akherat. Oleh karena itu kami membangunnya dengan istimewa,” jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Banyak versus Bersih&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Pada hari ketika tidak ada gunanya harta dan keturunan. Kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih.” (asy-Syu’ara/26:88-89)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Mungkin di antara kita banyak yang tidak siap memiliki rumah gedhek seperti itu. Tetapi penting untuk diambil filosofi yang dipraktikkan kawan saya itu: bahwa “rumah akherat” lebih penting dari “rumah dunia”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Apa maknanya? Bahwa dalam membangun keluarga, tujuan penting kita adalah akherat. Maka segala daya kehidupan dunia ini seharusnya diarahkan untuk kesuksesan kehidupan akherat. Dan seperti diperingatkan Allah dalam firman di atas, harta dan keturunan (pengikut) tidak lagi berguna saat kita menghadap-Nya, karena semuanya akan ditinggal. Yang mengiringi kita hanyalah amal kebajikan yang telah kita torehkan di dunia. Hal itu menuntut kita berhati-hati dalam membangun keluarga, terutama yang berkaitan dengan harta: bagaimana wujudnya, dari mana sumbernya, dan bagaimana cara mendapatkannya?&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Berkaitan dengan harta ini penting diresapi beberapa hal. Pertama, dalam Islam diajarkan untuk mencari harta sebersih-bersihnya, dan bukan sebanyak-banyaknya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Maka kisah rumah gedhek di atas menjadi penting untuk direnungi, bahwa kita bisa hidup (bahagia) meskipun dengan kondisi sangat sederhana. Lebih penting lagi karena kesederhanaan itu adalah jalan hidup keselamatan yang dipilih untuk tidak tergelincir pada cara-cara mencari harta yang syubhat, apalagi haram. Sementara Rasulullah saw mengingatkan, “Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka nerakalah yang lebih tepat menjadi tempatnya.” (riwayat al-Hakim, al-Baihaqi dan dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bukan hanya rugi di akherat, di dunia pun kesengsaraan sudah menghadang. Terlalu banyak contoh bagaimana orang-orang yang terobsesi memperkaya diri tetapi dengan cara mengabaikan etika dan moral. Maka, bukan kebahagiaan, kesejahteraan, atau kesuksesan yang digapai, melainkan hilangnya martabat diri dan keluarga. Banyaknya orang-orang yang semula terhormat dan akhirnya masuk bui akibat tindak kejahatan korupsi adalah contoh yang tak terbantahkan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Tapi harap diingat bahwa korupsi bukan monopoli dilakukan para pejabat (tinggi). Kita semua: pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang, salesman, sampai tukang parkir, berpotensi melakukan korupsi dalam beragam variasinya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kedua, jika dengan cara sebersih-bersihnya kita mampu menjadi kaya, maka dalam Islam diajarkan pula bahwa dalam kekayaan itu terdapat hak orang lain. Artinya Islam sangat mendorong umatnya untuk berbagi dalam bentuk zakat, infak, dan sedekah (baca misalnya ancaman Allah bagi yang tidak menafkahkan hartanya di jalan Allah dalam at-Taubah/9:34-35).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Maka kisah rumah gedhek di atas sangat bermakna karena harta yang sebenarnya bisa dipakai untuk membangun rumah tembok justru dialokasikan untuk membantu sesama, seperti yang juga dicontohkan oleh pesantren tersebut. Inilah makna “rumah akherat” lebih penting dari “rumah dunia”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ketiga, dengan harta yang sebersih-bersihnya dan telah ditunaikan hak-haknya itu, tentu akan diliputi barakah Allah. Sebaliknya jika tidak mengindahkan dua hal itu, maka akan mendapat bencana seperti yang diingatkan Rasulullah SAW, “Tidaklah mereka berbuat curang dalam hal takaran dan timbangan melainkan mereka akan ditimpa paceklik, biaya hidup mahal, dan perilaku jahat para penguasa. Dan tidaklah mereka enggan untuk membayar zakat harta mereka, melainkan mereka akan dihalangi dari mendapatkan air hujan dari langit, andailah bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.” (riwayat Ibnu Majah, al-Hakim, al-Baihaqi dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh al-Albani)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sementara harta barakah akan mengantarkan kita pada keluarga barakah. Inilah yang dijanjikan Allah dalam surat al-A’raf/7:96: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi…”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Mencari harta sebersih-bersihnya dan mengeluarkan hak orang lain dari harta kita adalah sebagian implikasi keimanan dan ketakwaan. Maka janji Allah bagi keluarga yang beriman dan bertakwa (sebagai lingkaran terkecil sebuah negara), akan diberikan barakah dari segala penjuru.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Keluarga yang barakah ini sangat penting perannya dalam membentuk komunitas masyarakat barakah yang lebih luas lingkupnya: desa, negara, dan dunia. Maka jangan remehkan peran keluarga barakah. Semoga keluarga kita mampu berproses menuju ke sana! [*]&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Amin Justiana (www.nurulhayat.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-6914983191133306861?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/6914983191133306861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/berproses-menuju-keluarga-barokah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/6914983191133306861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/6914983191133306861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/berproses-menuju-keluarga-barokah.html' title='Berproses Menuju Keluarga Barokah'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-8174938823522559704</id><published>2010-03-25T08:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T08:16:42.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Hati Ibu'/><title type='text'>Menjebol Karang Keras</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="stats" style="display: block; font: normal normal normal 0.8em/normal Arial; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 4px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px; text-transform: none;"&gt;Anak yang sangat amat nakal, begitulah kesan Bunda saat pertama kali bertemu denganmu. Betapa tidak, baru kali ini Bunda mendapati anak baru di Panti Asuhan kita yang amat susah dikendalikan seperti dirimu, ugal-ugalan dan kerap berkata kasar. Namun saat Bunda menengok kembali masa lalumu sebelum bergabung dengan Panti Asuhan ini, Bunda jadi mahfum. Konon, kau tinggal di dekat pelabuhan, tak jarang kau berkeliaran di kapal-kapal, bahkan Bunda dengar kau pun kerap tidur malam di warung-warung. Ah, rupanya dari sanalah segala perbendaharaan akhlak dan kata-kata kasar itu kau dapatkan, pantas saja…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sewaktu kita pertama kali berkenalan, tak henti-hentinya kau mengganggu Bunda dengan aneka atraksi liarmu. Menggelayuti jilbab dan baju Bunda sampai acak-acakan, memukul-mukul kaleng di dekat telinga Bunda, sampai-sampai Bunda harus merayumu setengah mati agar kau mau mengembalikan HP Bunda yang sejak tadi kau pinjam dengan paksa. Hhaah…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ternyata itu belum seberapa. Puncak ‘perseteruan’ kita terjadi saat kau mengganggu temanmu. Bunda pun menasehatimu dan menyuruhmu meminta maaf kepada temanmu itu. Namun kau malah memberontak dan memukul Bunda, lalu secepat kilat berlari ke kamarmu.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Esoknya, Bunda pikir kau akan minta maaf pada Bunda. Namun jauh panggang dari api, kau malah makin semangat saja mengobarkan api permusuhan pada Bunda. Tak terhitung berapa kali kau olok-olok Bunda, bahkan sempat hendak kau siram Bunda dengan air dari selang. Masya Alloh, Bunda tidak tahu apa yang harus Bunda katakan padamu…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Awalnya Bunda mendiamkanmu, Bunda tak menyapamu serta bersikap acuh terhadapmu. Bunda pikir, dengan begitu kau akan jadi merasa bersalah dan terdorong untuk meminta maaf. Amboi, tinggi sekali harapan Bunda, padahal tingkahmu justru makin menjadi-jadi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Penasaran denganmu, Bunda pun menanyakan perihal tentangmu pada pengasuh yang terdahulu. Alangkah kagetnya Bunda, ternyata menurut pengasuh tersebut kau memang tipe pendendam yang amat susah ‘berdamai’ dengan orang yang pernah terlibat masalah denganmu. Pengasuh tersebut bahkan bercerita bahwa dulu ada seorang pengasuh yang tak sengaja mengatakan sesuatu yang melukai hatimu. Kau pun membenci pengasuh tersebut, hingga tak mau lagi berbicara dengannya, tak mau menyapanya, bahkan tak mau menerima apa pun yang diberikannya untukmu. Kalau ada yang menyebut-nyebut namanya di depanmu, tak segan kau memarahi orang itu. Masya Alloh, alangkah susahnya membuka hatimu untuk memaafkan orang lain Nak…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Belajar dari pengalaman tersebut, Bunda pun mulai memikirkan cara untuk ‘berdamai’ denganmu. Bunda tak ingin hubungan kita berakhir beku seperti hubunganmu dengan pengasuh tersebut. Meski awalnya engkau yang salah, tak masalah bila Bunda yang harus mengalah, asal hubungan kita bisa kembali normal, atau bahkan jadi makin dekat, sedekat sahabat…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Alhamdulillah, momen untuk ‘berdamai’ itu pun akhirnya tiba. Alloh yang mengaturnya untuk kita, pada suatu siang yang panas…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Di ujung gang Panti Asuhan kita meluncur sebuah sepeda yang dikendarai dengan kencang. Makin dekat ke arah Bunda, makin jelas terlihat, rupanya pengendara sepeda itu adalah kau. Entah kenapa, tiba-tiba sepedamu terlihat oleng, dan dalam sekejap engkau tersungkur di aspal jalan, tangan dan kakimu berdarah-darah. Segera Bunda berlari ke arahmu, membopong tubuh mungilmu lalu membaringkanmu di tempat tidur. Bunda basuh lukamu dengan air hangat lantas mengobatinya. Kau yang sedari tadi meringis kesakitan, tak pernah lepas menatap wajah Bunda, sejenak kemudian kau bertanya…&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;“Kenapa Bunda menolongku? Bukankah selama ini aku tak pernah bersikap baik kepada Bunda?”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Bunda tersenyum kecil sambil menatap bola matamu dalam-dalam, lantas Bunda jawab, “Karena Bunda tidak punya alasan untuk tidak bersikap baik pada anak-anak Bunda.”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kau tampak terkesiap dengan jawaban Bunda, segurat sesal tergambar jelas di wajahmu, namun rupanya kau masih terlalu gengsi dan malu untuk meminta maaf. Tak apa, paling tidak, mulai saat ini kau tahu bahwa Bunda menyayangimu, dan telah memaafkanmu sebelum engkau sempat mengutarakan kata maaf pada Bunda.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Hari ini Bunda memintamu untuk beristirahat saja, tak usah beraktivitas macam-macam dulu. Esok Bunda memintamu untuk menemui Bunda setiap selesai makan siang, Bunda janji akan meminjamkan HP Bunda padamu.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Esok dan esoknya kita jadi rutin mengobrol sambil menemanimu mengutak-atik HP. Mula-mula Bunda hanya mengobrol ringan saja denganmu, tentang hobby mu bermain futsal, tentang makanan kesukaanmu, juga tentang keluargamu yang tinggal di pulau garam. Hingga kita jadi dekat, sedekat sahabat. Setelah kita dekat, dan jadi akrab, perlahan-lahan Bunda sisipkan nilai-nilai positif dalam setiap obrolan kita. Tentang saling menyayangi, tentang berkata-kata lembut, tentang sikap saling menolong, dan lain sebagainya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sekarang barangkali belum terlihat jelas hasilnya. Namun lama kelamaan Bunda yakin kau akan berubah menjadi lebih baik. Memang harus gigih jika ingin menjebol karang keras seperti dirimu. Barangkali butuh waktu yang tidak sebentar, energi yang tidak sedikit, juga kesabaran yang tak putus-putus untuk mendidikmu agar menjadi pribadi yang sholih. Bunda pun selalu berdoa kepada Alloh agar senantiasa melimpahimu dengan hidayah dan rahmat-Nya. Aamiin…&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hani Fatma Yuniar (www.nurulhayat.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-8174938823522559704?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/8174938823522559704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/menjebol-karang-keras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8174938823522559704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8174938823522559704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/03/menjebol-karang-keras.html' title='Menjebol Karang Keras'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-3297988088026539174</id><published>2010-01-10T03:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:25:27.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Rumah Tangga Harmoni atau Rumah Tangga Islami?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m5DcPc-YI/AAAAAAAAADE/yUHK-4Ca584/s1600-h/angsa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m5DcPc-YI/AAAAAAAAADE/yUHK-4Ca584/s200/angsa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: solid #DDDDDD 1.0pt; border-left: none; border-right: none; border-top: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-element: para-border-div; padding: 4.0pt 0in 4.0pt 0in;"&gt;  &lt;h2 style="border: none; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-padding-alt: 4.0pt 0in 4.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 20.0pt; letter-spacing: -.6pt; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Rumah Tangga Harmoni atau Rumah Tangga Islami?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 9px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Pilih mana? &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Rumah tangga harmoni atau rumah tangga Islami. Ah, tak layak ditanyakan. Siapapun tahu keduanya adalah satu kesatuan. Jika rumah tangga itu Islami, pastinya ia akan menghadirkan keharmonisan. Keduanya saling berkaitan seperti dua sisi mata uang. Berhubungan sebagai sebab-akibat.&lt;br /&gt;Rumah tangga Islami ialah rumah tangga yang didalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik yang menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami, kata ustadz Tjahyadi Takariawan dalam buku “Pernak-Pernik Rumah Tangga Islami”,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-859"&gt;&lt;/span&gt;adalah sebuah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah, mereka bertemu dan berkumpul karena Alloh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah yang munkar karena kecintaan mereka kepada Alloh.&lt;br /&gt;Pengertian di atas, dalam pengimplementasiannya bisa beraneka ragam. Ada yang cukup menganggap jika semua keluarga bisa sholat lima waktu, puasa romadhon, menutup aurat maka itu sudah dikatakan rumah tangga berlandaskan Islam. Ada yang memberi ukuran diatasnya lagi, misalkan menghidupkan ibadah-ibadah sunnah dirumah, komitmen serius memberikan kontrol ketat terhadap televisi, bersungguh-sungguh menjaga akhlak, aktif dalam dunia dakwah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kalau perbedaan itu muncul disebabkan faktor ketidaktahuan, karena belum mendalami Islam secara kaffah, maka solusinya adalah menambah ilmu. Baca buku atau mendengar ceramah-ceramah tentang ibadah secara hakikat dan syariat. Tapi bagaimana dengan yang belajar saja enggan, komitmen mereka ke arah rumah tangga islami lemah bahkan hampir tidak ada.&lt;br /&gt;Inilah kenapa kita bertanya “pilih mana rumah tangga harmoni atau rumah tangga Islami?”. Karena kenyataannya memang banyak yang beranggapan “membentuk rumah tangga harmoni tak harus Islami”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Agama bukan satu-satunya alternatif untuk mendapat ketentraman rumah tangga (?)&lt;br /&gt;Dalam setiap biduk rumah tangga, ada perbedaan tingkat keyakinan terhadap hubungan positif antara membina rumah tangga islami dengan ketentraman keluarga. Setidaknya kita bisa melihat, karena ketidakyakinan itu, tak sedikit mereka yang berstatus muslim tapi menjalani pernikahan tanpa atau tidak terlalu menancapkan komitmen “rumah tangga islami” di keluarganya. Sejak awal pernikahan sama sekali tidak terdengar komitmen-komitmen ketaatan. Pernikahan berjalan secara linier tanpa ada sentuhan ibadah didalamnya. Tidak ada kekhasan yang bisa membedakan dengan rumah tangga nonmuslim. Aktivitas fisik hanya selesai pada urusan bekerja di kantor, memasak, olahraga, mempercantik diri, berhubungan suami-istri dan lain sebagainya. Demikian pula aktivitas batin yang tak jauh beda, hanya berisi urusan saling menanamkan cinta, rindu dan kasih sayang pada suami,istri dan anak-anak, tidak lebih.&lt;br /&gt;Ada seorang teman kita yang mengatakan, “keluarga si fulan itu tidak sholat, tidak terlihat mereka taat ibadah, tapi ekonominya berkecukupan, buktinya mereka tentram dan bahagia”. Lebih panjang lebar lagi si teman kita ini memberikan analisanya, bahwa ketentraman yang terlihat di keluarga mereka disebabkan faktor kepribadian suami-istri yang sama-sama humanis, cerdas emosi dan mapan ekonomi. Kemudian teman kita ini membandingkan “Lihat saja yang satunya, dia sholat, istrinya juga taat, tapi tak cukup memberi semangat bagi saya untuk membina rumah tangga seperti mereka, ekonominya biasa-biasa saja”.&lt;br /&gt;Kita mungkin pernah mendengar pernyataan-pernyataan seperti ini. Atau malah kita sendiri punya pertanyaan yang sama sebagaimana teman kita ini. Yang dilihat teman kita ini bisa jadi memang benar, artinya tak ibadah pun mereka tetap harmonis. Tapi bisa juga salah, mereka sesungguhnya tidak bahagia.&lt;br /&gt;Kita mulai dari sini. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Mari kita dengar pernyataan Steven Covey penulis buku monumental “Seven Habits of Highly Effective People” . &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Covey mengatakan, “kecerdasan emosionalitas dan intelektualitas tanpa bersumber spiritualitas akan kehabisan energi dan berbelok arah”. Spiritualitas dalam hal ini adalah urusan ketuhanan, yaitu ketaatan dalam beragama.&lt;br /&gt;Menurut Covey, jika hidup (baca: keluarga) tanpa disentuh spiritualitas, akan kehabisan energi. Maksudnya begini, energi berbuat baik itu ada sumbernya. Apabila sumbernya habis maka energi itu juga akan habis. Pertanyaan selanjutnya, sampai kapan energi berpikir positif, energi sabar dan telaten mendidik anak, energi sabar ketika ada ketidakcocokan dengan pasangan, energi setia terhadap pasangan untuk sekedar tidak ngelirik kemana-mana atau energ-energi positif lain yang diajarkan oleh teori-teori barat itu akan bertahan. Dalam beberapa hantaman gelombang pertama mungkin masih bisa bertahan. Tapi hantaman-hantaman berikutnya, barangkali bahtera itu sudah kandas atau tenggelam di dalam lautan. Tanpa ada sandaran yang kokoh, kata Covey, nilai-nilai positif itu tidak akan bertahan lama.&lt;br /&gt;Kemudian menurut Covey lagi, kita akan berbelok arah. Untuk yang ini, ijinkan penulis memberi contoh yang sangat tak menyenangkan buat anda. Misalnya begini, karena senyum suami anda yang menawan, kemampuan komunikasinya yang baik, pandai menyentuh hati orang dengan pujian, ditambahi kantong yang sedikit tebal, eh ternyata kebaikan itu digunakan untuk yang “aneh-aneh”, nah!. Pada “penyakit” yang stadiumnya masih rendah, berbelok arah berkaitan dengan ketidakjujuran, pamrih dan ketidaktulusan hati ketika berbuat baik.&lt;br /&gt;Maka teori baratpun saat ini menyimpulkan, spiritualitas (keyakinan dan komitmen beragama) adalah satu-satunya, tidak ada yang lain, sebagai kunci mempertahan nilai-nilai kebaikan. Dan kebaikan yang konsisten itu, akhirnya akan melanggengkan suasana tentram dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;Apalagi bagi kita sebagai muslim, yang aturan dan tuntunan agamanya begitu sempurna. Coba rasakan dan bayangkan, betapa besarnya energi berbuat baik pada pribadi seorang suami ketika hatinya terisi keyakinan dan kepatuhan pada sabda Rosululloh berikut ini, “Barangsiapa yang beriman pada Alloh dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangga dan berbuat baiklah kepada wanita.(HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Subhanalloh, dalam islam berbuat baik kepada istri adalah ukuran keimanan kepada Alloh dan hari akhir. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Ah, anda para istri, benar-benar akan menjadi ratu di rumah sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Kebahagiaan Hakiki&lt;br /&gt;Ketika sumber energi berbuat baik itu habis atau ketika kebaikan tujuannya menjadi berbelok arah, maka saat itu titik dimana dimungkinkan terjadi ketidaktentraman. Stress dan perselisihan riskan untuk muncul di permukaan. Kalaupun teman kita tadi berkata bahwa ada keluarga yang tanpa menghidupkan suasana Islami tetap bisa tentram dan bahagia, ukurannya masih sangat subyektif. Jangan-jangan hanya di permukaan, keadaan sebenarnya tidak demikian. Atau, dia bahagia pada kondisi dimana dia belum waktunya untuk bahagia. Loh, maksudnya?&lt;br /&gt;Ukuran kebahagiaan, bagaimanakah ukuran kebahagiaan. Kita ambil pengertian sederhananya saja, menurut penulis, bahagia itu diukur dengan keadaan puas dan tidak adanya kesedihan dalam diri seseorang.&lt;br /&gt;Ukurannya subyektif sekali. Karena sifatnya yang personal itu, maka bahagia dipengaruhi oleh kapasitas ilmu dan pemahaman pribadi masing-masing orang.&lt;br /&gt;Contoh, apakah koruptor itu hidupnya bahagia?. Jawabannya relatif. Bisa “ya”, bisa “tidak”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Jika koruptor itu, anggap saja sama sekali tidak punya keyakinan kepada Tuhan. Di benaknya tidak ada pikiran adanya balasan api neraka, maka kemungkinan besar ia akan bahagia. Selama tidak ada yang tahu kejahatannya, ia tetap berada dalam kebahagiaannya. Dengan demikian keputusan sementara, KORUPTOR ITU TERNYATA HIDUPNYA BAHAGIA.&lt;br /&gt;Namun beda keadaannya, jika koruptor itu setelah melakukan kejahatan ia sadar dan takut akan kemurkaan Alloh padanya. Ia yakin akan balasan akhirat. Hari-harinya dihantui rasa menyesal dan ketakutan akan ancaman siksa kubur dan api neraka. Maka walau tidak ada yang tahu, ia tidak bahagia atas kejahatan yang dilakukannya. Lihat, KORUPTOR ITU TERNYATA HIDUPNYA TIDAK BAHAGIA.&lt;br /&gt;Dari contoh di atas mudah-mudahan anda sudah bisa menyimpulkan maksud penulis.&lt;br /&gt;Hukum-hukum yang ada di luar kita akan tetap berlaku tanpa peduli kita memperhatikannya apa tidak. Sampai kapanpun, balasan surga bagi orang yang beramal sholih tetap berlaku sebagaimana neraka disediakan untuk orang-orang yang berbuat kejahatan dan kemungkaran. Tak perlu menunggu kita percaya terhadap itu semua atau tidak.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kalau kita bahagia saat ini, sudahkah kebahagiaan itu juga mengundang kebahagiaan di akhirat nanti?. Apakah kita tetap akan merasa bahagia dengan melimpahnya harta, suami kaya, istri cantik, anak-anak yang pintar walau tak melaksanakan ibadah sholat misalnya?. Percayalah, bahagia disebut hakiki itu jika ada tiga hal, pertama : tahan lama, kedua : sumber kebahagiaan itu suci, yang ketiga: BERBUAH SURGA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Rumah Tangga Sumber Ibadah Utama&lt;br /&gt;Kalau saja pernikahan tidak dipahami sebagai sarana berbagi kasih suami-istri semata, namun lebih utama adalah media ibadah kepada Alloh, pasti semua keluarga muslim akan berkomitmen untuk menghidupkan rumah tangganya secara Islami. Suaminya memimpin, dengan memimpin secara Islami. Istri bersikap dengan akhlak yang Islami. Dan anak-anak, dididik dengan pendidikan Islami.&lt;br /&gt;Suami atau istri memiliki amanah yang tali pengikatnya tersambung sampai ke langit ke tujuh. Ada tanggungjawab yang diamanahkan Alloh yang harus ditunaikan, apapun peran yang dipegang, baik sebagai suami maupun istri. Alloh berfirman di dalam Al-Qur’an “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)&lt;br /&gt;Maka, hidupkanlah rumah kita dengan ketaatan. Hiasi dengan ibadah sunnah dan akhlak-akhlak mulia para penghuninya. Undanglah para malaikat untuk senang berkunjung ke rumah kita dengan tilawah Al-Qur’an. Mudah-mudahan rumah tangga kita menjadi miniatur surga sebelum surga sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Baiti Jannati. Wallohu A’lam bisshowab..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;/span&gt;www.nurulhayat.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-3297988088026539174?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/3297988088026539174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/rumah-tangga-harmoni-atau-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3297988088026539174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3297988088026539174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/rumah-tangga-harmoni-atau-rumah-tangga.html' title='Rumah Tangga Harmoni atau Rumah Tangga Islami?'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m5DcPc-YI/AAAAAAAAADE/yUHK-4Ca584/s72-c/angsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1372755225159281978</id><published>2010-01-10T03:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:22:17.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Agar Tak Hanya Jago Kandang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m4UN2oXbI/AAAAAAAAAC8/PX6bA9fmeZs/s1600-h/pus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m4UN2oXbI/AAAAAAAAAC8/PX6bA9fmeZs/s200/pus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: solid #DDDDDD 1.0pt; border-left: none; border-right: none; border-top: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-element: para-border-div; padding: 4.0pt 0in 4.0pt 0in;"&gt;  &lt;h2 style="border: none; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-padding-alt: 4.0pt 0in 4.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 20.0pt; letter-spacing: -.6pt; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Agar Tak Hanya Jago Kandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 9px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Istilah jago kandang, lebih akrab didengar dalam dunia olahraga sepakbola. Tim sepakbola yang biasa menang di kandang dan sering kalah ketika tandang di sebut dengan “jago kandang”. Karena dukungan supporter dan faktor kepercayaan diri tinggi, mereka lebih sering menang di kandang sendiri daripada menang di kandang lawan.Istilah “jago kandang” bisa dinisbatkan pada keadaan apapun selain pertandingan olahraga.&lt;span id="more-917"&gt;&lt;/span&gt;Kalau dalam sepakbola kita sering mendapati lebih banyak tim yang jago kandang daripada yang jago tandang, maka pada realitas yang lain belum tentu, malah justru berkebalikan.&lt;br /&gt;Misalkan urusan jago-jagoan tersebut dihubungkan dengan rumah tangga. Kebanyakan malah, mereka tidak jago selama di kandang dan justru jagonya ketika tandang. Kandang maksudnya rumah tangga dan tandang adalah lingkungan luar tempat mereka bersosialisasi.&lt;br /&gt;Kebanyakan kita sukses nuturi orang lain namun gagal menuturi keluarga sendiri. Banyak mereka yang sukses ketika menjadi pemimpin di perusahaan, namun gagal dalam memimpin rumah tangga. Wanita-wanita karir, mereka berhasil menjadi seorang sekretaris, front office, PR atau yang lainnya tapi gagal ketika menjadi istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya. Dengan segala kecerdasan emosinya, senyumannya, juga dandanan menariknya mereka mampu merebut hati customer dan pimpinannya. Mereka sempurna menutup sifat-sifat jeleknya. Tapi situasi paradoksal terjadi ketika mereka beraksi di kandang sendiri. Kepada suami atau istri, tak punya daya tarik, enggan bercerdas-cerdas emosi, enggan tersenyum, susah memperhalus budi.&lt;br /&gt;Di kantor, kalau ada customer komplain disikapi dengan ramah seakan-akan ia terlahir sebagai manusia yang tak punya sifat marah. Dimarahi kayak apa kita tetap tenang dan super melayani. Kita seperti mempunyai kekuatan mental yang berlapis-lapis. Runtuh satu, masih ada yang lain. Bandingkan ketika di rumah, kita tiba-tiba menjadi pemain yang amat lemah. Gampang marah, gampang menyalahkan, cara bicaranya tidak pernah ramah.&lt;br /&gt;Contoh jago tandang yang lain. Seorang karyawan berpikir harus selalu ada yang baru di perusahaannya, target setiap tahun selalu dinaikkan baik kualitas maupun kuantitas. Tapi lihat ketika di rumah. Keadaan kemarin dan saat ini tak ada yang berubah. Kalaupun berubah, tidak menggembirakan, karena semakin buruk. Dalam bekerja, otak diperas habis-habisan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang inovatif. Bandingkan saat di rumah, apakah ada waktu berpikir inovatif ?, berpikir keras untuk mengemas keadaan atau kata-kata motivasi untuk anak agar mau sholat, mau membaca Al-Qur’an, mau belajar, mau mematikan TV. Ah, tidak ada. Dari kemarin sampai saat ini caranya tetap sama, kalimat perintahnya itu-itu saja, “ayo dek…belajar”, sambil menyampaikannya setengah hati dari depan televisi.&lt;br /&gt;Diantara pribadi-pribadi yang jago tandang, bukan tak menyadari bahwa di rumah tangga mereka ada yang harus diperbaiki. Persoalannya, mengelola rumah tangga bukanlah hal mudah, apalagi jika kita mempunyai ukuran yang ideal yaitu menjadikan rumah tangga sebagai “madrasah Islam” bagi para penghuninya. Seorang pengusaha di Bandung waktu itu pernah berseloroh, memimpin 1.000 perusahaan itu lebih mudah daripada memimpin 1 rumah tangga. Yang dikatakan si pengusaha hanya penggambaran saja. Dia tak punya perusahaan sampai seribu. Pengusaha tersebut bermaksud menyampaikan bahwa memimpin rumah tangga itu tidak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga tak ada aturan formal dan fungsi struktural kaku sebagaimana perusahaan. Rumah tangga dibangun dengan kebersamaan. Perjalanannya dibingkai oleh cinta dan kasih sayang. Harapan masing-masing orang pada pasangannya tidak cukup hanya pada sikap baik yang nampak. Ada tuntutan yang lebih tinggi berkaitan ketulusan dibalik sikap baik itu. Karena rumah tangga sangat beda dengan perusahaan, tak mungkin pula kita dengan mudahnya menegur, memberi sanksi, atau memecat anggota keluarga dan mengganti dengan anggota yang lain.&lt;br /&gt;Karenanya, yang dibutuhkan dalam rumah tangga adalah konsistensi dan integritas (kesesuaian ucapan). Berbeda ketika di luar, di lingkungan kantor misalnya, kita bisa menutup-nutupi “asli”nya kita dan orang hanya melihat sikap positif kita. Orang lain jadi apresiatif dan gampang kita pengaruhi. Karenanya seperti kata pengusaha tadi, mengelola 1000 perusahaan jadinya lebih mudah. Berbeda dengan di rumah, semua penghuninya tahu sekali luar dalam diri kita. Mulai dari cara tidur kita, kesukaan bahkan hal negatif yang biasa kita lakukan.&lt;br /&gt;Seorang penceramah misalnya menyuruh para jamaah untuk mencintai sedekah. Para jamaah mudah mengikuti ucapannya. Dalam keluarga sang penceramah, keadaannya bisa berbeda. Ucapan sang penceramah tak menyentuh sama sekali kepada keluarganya lantaran tahu sang penceramah tidak pernah menampakkan bahwa ia adalah orang yang cinta sedekah. Demikian pentingnya sebuah konsistensi dan integritas bagi siapapun yang mengharapkan kesuksesan mengelola rumah tangga.&lt;br /&gt;Konsistensi dan integritas adalah kata lain dari ketulusan berbuat. Sedangkan ketulusan atau keikhlasan itu bergantung tingkat kepahaman seseorang terhadap agamanya. Makin yakin ia bahwa rumah tangga adalah amanah berharga dari Alloh, yang konsekuensinya tidak hanya di dunia tapi berkaitan Surga dan Neraka, maka keikhlasannya dalam berbuat akan menghasilkan konsistensi dan integritas yang semakin tinggi.&lt;br /&gt;Belajarlah dari Rosul, memimpin negara beliau sukses, memimpin agama beliau sukses, lebih-lebih memimpin rumah tangga, beliau sangat sukses. Lihatlah bagaimana Aisyah RA mengenang kesuksesan sang suami tercinta, baginda Rosululloh Muhammad saw. Setelah Rosululloh SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rosululloh di rumah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba…Aah, semua perilakunya begitu indah”&lt;br /&gt;Suatu saat tak inginkah kita dikenang sebagai pribadi sukses memimpin rumah tangga? Bukan cuma dilihat sebagai sosok si jago tandang? Ketika kelak anda sudah meninggal, suami atau istri anda ditanya oleh tetangga perihal diri anda, ia menjawab dengan raut penuh kenang, “Aah, semua perilakunya begitu indah” .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;/span&gt;www.nurulhayat.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1372755225159281978?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1372755225159281978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/agar-tak-hanya-jago-kandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1372755225159281978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1372755225159281978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/agar-tak-hanya-jago-kandang.html' title='Agar Tak Hanya Jago Kandang'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m4UN2oXbI/AAAAAAAAAC8/PX6bA9fmeZs/s72-c/pus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-7095143727230229911</id><published>2010-01-10T03:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:17:45.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Aku Pemimpin, Karenanya Aku Melayani</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m3MtHK8qI/AAAAAAAAAC0/p4e2y_hfeso/s1600-h/shalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m3MtHK8qI/AAAAAAAAAC0/p4e2y_hfeso/s200/shalat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: solid #DDDDDD 1.0pt; border-left: none; border-right: none; border-top: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-element: para-border-div; padding: 4.0pt 0in 4.0pt 0in;"&gt;  &lt;h2 style="border: none; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-padding-alt: 4.0pt 0in 4.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 20.0pt; letter-spacing: -.6pt; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Aku Pemimpin, Karenanya Aku Melayani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 7.0pt; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 21px; text-transform: none;"&gt;Berbicara kepemimpinan pria, akan ada yang menghadapkannya dengan bahasan emansipasi wanita. Padahal keduanya bukan sebuah pertentangan sehingga tak usah diperdebatkan. Kepemimpinan lelaki dan kewajiban memuliakan wanita, sama-sama ada nash-nya dalam Al-Qur’an. Sama-sama diperintah dan dicontohkan oleh Rosululloh. Karena sebelum gagasan emansipasi itu populer oleh Ibu kita Kartini,&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-1051"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Islam sudah mencatatkannya lewat pribadi-pribadi muslimah salafusshalih yang menjadi bunga kehidupan di zamannya. Jauh berabad-abad yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt; Mari kita tengok potongan-potongan sejarah yang mencatatkan tentang kebebasan yang memuliakan (bukan yang menghinakan) para wanita muslimah. Ibunda Khadijah adalah seorang wanita pebisnis yang bisnisnya mengggurita kemana-mana. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bisnis yang dipimpin beliau sudah berskala internasional. Pasar bisnisnya hingga keluar kota Mekkah, perdagangannya eksport-import. Muhammad muda sempat merasakan menjadi pegawai pemasaran bisnisnya ke luar negeri, kota Syam.&lt;br /&gt;Aisyah tak kalah, beliau menjadi rujukan fiqih dan nasehat oleh para sahabat-sahabat Rosululloh pasca beliau meninggal dunia. Kita juga mendengar bagaimana Asma’ Binti Abu Bakar, keluar masuk kota madinah sekedar membantu kebutuhan keluarga dengan mengambil biji-bijian di pinggiran kota Madinah. Wanita-wanita muslimah juga ikut berjuang di medan perang, dengan posisi sesuai kodrat kelembutannya, yaitu garda belakang sebagai bagian logistik dan medis.&lt;br /&gt;Itulah sedikit contoh. Merekalah generasi mulia wanita-wanita muslimah. Mereka mengharapkan Surga sebagaimana para lelaki mengharapkan Surga. Mereka menakuti Neraka dan pucat pasi sebagaimana para lelaki pucat pasi ketika mengingatnya. Mereka bersemangat karena keadilan Alloh menyamakan dengan kaum pria tentang janji kemuliaan akhirat. Mereka letakkan emansipasi sebagai jalan menuju kemuliaan kodratnya. Bukan justru menjadikannya sebagai jalan menjerumuskan diri ke dalam kehancuran hidup, dunia maupun akhirat. Mereka bergerak sesuai ruang yang diberikan Alloh kepadanya. Tidak berlebih-lebihan dan juga tidak mengharami hak-hak kebebasan yang sudah diberikan kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Disinilah emansipasi islami itu membuahkan keindahan, kemaslahatan dan keselamatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;SUAMI SEBAGAI PEMIMPIN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;Sekarang kita berbicara Rumah Tangga, Islam memuliakan wanita karenanya Islam menjadikan pria sebagai pemimpinnya. Loh kok bisa?&lt;br /&gt;Kita akan mengurainya terlebih dahulu melalui sudut pandang hak dan kewajiban. Kebanyakan kita, hanya melihat kepemimpinan dari satu sisi saja. Yaitu mengenai betapa enaknya “hak” yang mereka terima. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kita sentimen dengan fasilitas-fasilitas, ruang gerak, serta pengakuan-pengakuan yang di-hak-i oleh seorang pemimpin. Kita lupa bahwa di balik itu ada tanggungjawab besar, yang sudah barang tentu, kalau dikaitkan dengan amanah, maka ia tersambung dengan pertanggungjawaban akhirat. Rosululloh bersabda : “setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggunjawaban”&lt;br /&gt;Alloh ta’ala menjadikan lelaki sebagai pemimpin dari wanita, karena Dia Yang Maha Mencipta telah memberi potensi kemampuan menerima tanggung jawab besar tersebut. Salah satu tanggungjawab tersebut adalah wajib hukumnya memberikan nafkah bagi keluarga. (Hadist)&lt;br /&gt;Satu lagi tanggungjawab lebih besar daripada kewajiban menafkahi, yaitu menyelamatkan seluruh pribadi dalam rumah tangga yang dipimpinnya dari siksa Neraka. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS. At-Tahrim : 6).&lt;br /&gt;Suamilah yang mempunyai kewajiban utama mendidik istri, anak-anak serta membina rumah tangga dalam bingkai ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Bila sebagian suami-suami masa kini melalaikan tanggungjawab kepemimpinannya dalam urusan ketaatan kepada Alloh, bukan berarti beban itu hilang dari pundaknya. Beban itu tetap ada untuk dipertanggungjawabkan nanti di akhirat. Dengarkanlah ratapan seorang yang mengerti beratnya amanah yang dibebankan dipundaknya, Umar bin Khattab :&lt;br /&gt;Peran membimbing, mengarahkan, dan mendidik menjadi tanggungjawab pemimpin. Walaupun pada keadaan lain, istri juga memiliki peran tersebut. Mari kita melihat dari perspektif lain hadist berikut ini : “Semoga Alloh memberikan rahmat kepada seorang laki-laki yang bangun pada sebagian malam kemudian sholat dan membangunkan istrinya dan ia juga sholat, bila istrinya enggan ia memercikkan air dimukanya. Semoga Alloh juga memberikan rahmat kepada seorang wanita yang bangun pada sebagian malam kemudian sholat, juga membangunkan suaminya lalu ia sholat, bila suaminya enggan ia memercikkan air dimukanya” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat dari hadist tersebut selain keutamaan sholat tahajjud?. Ya, ada dua makna yang bisa kita ambil. Satu makna kepemimpinan seorang suami dan kedua makna kebersamaan dalam melakukan ketaatan kepada Alloh.&lt;br /&gt;Dalam susunan hadist tersebut, kalimat tentang suami membangunkan istri untuk bertahajjud lebih dahulu sebelum istri yang membangunkan suami. Yang disebut pertama memberi makna kelaziman atau kadar keharusannya di atas yang kedua. Kita bisa katakan, bahwa dalam situasi tersebut suami sedang melayani (membangunkan) istri.&lt;br /&gt;Begitulah makna memimpin. Memimpin bukanlah dilayani. Bukannya ia dibangunkan tapi harus membangunkan.&lt;br /&gt;Kedua, makna kebersamaan dalam melakukan ketaatan kepada Alloh. Biarpun suami adalah pemimpin dan pembimbing kebaikan bagi istri, bukan tidak mungkin terkadang kadar iman suami lebih rendah daripada istri. Sholat tahajjud lebih semangat istri daripada suami. Sedekah lebih ringan istri daripada suami. Menjaga lisan lebih bisa istri daripada suami. Maka dalam kondisi seperti ini istri harus mengambil peran untuk mendorong suami melakukan amal kebaikan.&lt;br /&gt;Begitulah kepemimpinan rumah tangga. Karena sekali lagi kepemimpinan yang dimaksud bukan untuk meraup hak-hak kepemimpinannya, seperti dilayani dan dihormati oleh istri. Kepemimpinan suami membawa misi menjalankan tanggungjawab yang oleh karenanya siapapun harus mengingatkan bila ia lupa terhadap misinya tersebut. Ehm, termasuk suami yang mendengkur di atas kasur, sekali-kali perlu juga diperciki air (catat! &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Bukan disiram).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;AKU MEMIMPIN KARENANYA AKU MELAYANI&lt;br /&gt;Paradigma kepemimpinan inilah yang harusnya juga menghiasi pribadi seorang lelaki sebagai suami. Bukan hanya menuntut dan disisi lain melalaikan tanggunjawab. Kita adalah abdi bagi keluarga kita. Menyediakan seluruh energi, baik materi, fikiran dan tenaga untuk membawa keluarga kita bahagia di dunia dan akhirat. Suami harus menyediakan tempat tinggal yang walau tak besar dan masih kontrak tapi nyaman dibuat ibadah, menyediakan makanan untuk keluarga agar mereka kuat tegak berdiri menjalankan sholat, suami harus membelikan bajunya istri agar ia bisa menutup aurat, menyekolahkan anak dan banyak lagi pelayanan-pelayanan yang lain.&lt;br /&gt;Tak bijak bila kita hanya melihat dan mencari sandaran dalil-dalil bahwa wanita itu harus taat kepada suami. Ketahuilah, itu sekedar hak suami yang diberikan Alloh agar kita bisa menjalani roda kepemimpinan dengan baik. Tapi sebelum melihat hak-hak itu, ada baiknya suami menatap segala tanggungjawab yang Alloh bebankan kepadanya. Sudahkah dijalankan dengan baik?&lt;br /&gt;Kepemimpinan diukur bukan dari seberapa mampu kita menghabiskan seluruh hak kita. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bukan seberapa besar ketaatan istri. Bukan seberapa mampu kita memanfaatkan kebolehan menikah lagi. Ah, bukan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, tak mungkin pula kepemimpinan yang melayani itu berjalan dengan sempurna tanpa ada ketaatan dari Istri. Melayani bukan dimaksudkan suami harus berada di lutut istri. Bukan memuliakan istri seperti majikan dan suami sebagai bawahan. Bagaimanapun pada praktiknya istri adalah pihak yang harus patuh sepenuhnya pada suami.&lt;br /&gt;Melayaninya seorang pemimpin itu tak seperti melayaninya budak. Melayani bagi seorang pemimpin rumah tangga adalah semangat untuk membimbing, mencari sumber-sumber fasilitas pelayanan terbaik seperti nafkah tempat tinggal, pakaian layak dan makanan. Pelayanan seorang pemimpin adalah pelayanan yang bervisi jangka panjang dan cerdas. Bukan pelayanan seorang budak yang bersifat merendahkan diri dan tak mau tahu apakah pelayanannya menyelamatkan ataupun menjerumuskan.&lt;br /&gt;Aku memimpin karenanya aku melayani. Begitulah seharusnya kita. Maka para suami ada baiknya membatasi sikap minta dilayani bergaya raja di atas singgasana. Menghadirkan kerja sama dan saling melayani, InsyaAlloh, itu akan lebih mendekatkan kita pada barokah. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Wallohu ‘alam bisshowab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;www.nurulhayat.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-7095143727230229911?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/7095143727230229911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/aku-pemimpin-karenanya-aku-melayani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7095143727230229911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7095143727230229911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/aku-pemimpin-karenanya-aku-melayani.html' title='Aku Pemimpin, Karenanya Aku Melayani'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m3MtHK8qI/AAAAAAAAAC0/p4e2y_hfeso/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-7118424358927396905</id><published>2010-01-10T03:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:13:13.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Ungkapkan Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: solid #DDDDDD 1.0pt; border-left: none; border-right: none; border-top: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-element: para-border-div; padding: 4.0pt 0in 4.0pt 0in;"&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m2DAxmcKI/AAAAAAAAACs/7PdQsjevX4A/s1600-h/love-mercon.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m2DAxmcKI/AAAAAAAAACs/7PdQsjevX4A/s320/love-mercon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="border: none; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-padding-alt: 4.0pt 0in 4.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 20.0pt; letter-spacing: -.6pt; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Ungkapkan Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 9px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 12px;"&gt;Bagi para suami, mengungkapkan cinta kepada istri lewat sikap dan perilaku, adalah perkara amat ringan dan pastinya sudah setiap saat dilakukan. Semua tindak-tanduknya, semisal bekerja keras di kantor untuk mencari nafkah, tentu adalah bagian bentuk rasa cinta seorang suami pada istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt; Hanya saja tidak sedikit, para suami khususnya, yang bersedia mengungkapkan perasaan cintanya secara langsung lewat lisan. Hal yang terlihat gampang ini justru menjadi amat susah dilakukan oleh mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span id="more-1170"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bila kata itu jarang didengar oleh Istri, bukan karena mereka tak mencintai istrinya atau bukan karena mereka tak punya keinginan mengungkapkannya. Sering tidaknya kalimat-kalimat cinta itu meluncur dari suami bukanlah menjadi ukuran besar kecilnya rasa cinta di hati suami. Sama sekali tak ada hubungannya. Urusan bukti cinta itu tetap dilihat dari sikap dan perilakunya sebagai suami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Karenanya di awal pembahasan ini, penulis katakan, bahwa tema mengungkapkan cinta ini bukan untuk memberi ukuran terhadap cintanya suami. Melainkan sekedar agar hadir warna tersendiri dalam hubungan suami istri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Sebagian besar pria, kata John Gray Phd dalam buku “Why Mars &amp;amp; Venus Collide”, cenderung melupakan kebutuhan wanita akan perasaan, dan sebaliknya wanita cenderung suka mengingat-ingat kesalahan pria. Dan itu, menurutnya, bukan berarti mereka tidak saling cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Begitulah kecenderungan pria, lebih bersikap simpel, menyederhanakan, dan tak membesar-besarkan sesuatu dalam setiap urusannya. Bagi mereka yang penting sudah melakukan dan menunjukkan lewat sikap yang bertangungjawab. Selesai!. Gitu aja masak harus ngomong, katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Sebagian besar juga, para suami dihinggapi rasa malu untuk mengucapkan secara langsung perasaan cintanya kepada istri. Lebih baik dan lebih mudah membelikan hadiah daripada mengucapkan cinta secara lisan kepada istri. Mulut seperti kaku. Seperti cerita seorang istri berikut yang menyampaikan bahwa suaminya sepertinya malu untuk mengungkapkan rasa cinta padahal dirinya sangat merindukan ungkapan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Suamiku orangnya baik, akhlaknya mulia dan aku tahu ia begitu bertanggungjawab kepadaku, namun ia tak pernah mengungkapkan perasaan cinta dan sayangnya kepadaku. Ketika aku tanya, ia berkata bahwa ia tak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya. Terkadang dia malu-malu untuk mengungkapkannya padaku padahal aku sudah sering mencontohkannya (dicuplik dari buku : fii baitina musykilat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Cerita si wanita ini, barangkali mewakili perasaan wanita-wanita lain. Bagi mereka, mendapatkan ungkapan cinta secara langsung, adalah bunyi paling merdu dan membuat hati jadi berbunga-bunga. Para wanita cenderung terdorong untuk mendekat, mengajukan pertanyaan dan membicarakan permasalahan, begitu kata John Gray. Masih ingat juga?, teori yang sering dipakai para mak comblang amatiran ketika memberikan tips pada kliennya, “pria itu jatuh hati pada pandangan pertama, sedangkan wanita jatuh hati pada pendengaran pertama, kalau pria dari mata turun ke hati kalau wanita dari telinga turun ke hati!”. Begitulah, mendengar sesuatu yang indah menjadi begitu penting bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Nabi SAW: “Pergilah dan katakan Cinta Padanya”&lt;br /&gt;Suatu ketika di dalam majelis Rosululloh, seorang sahabat berkata kepada nabi, “ya Rosul, aku sungguh mencintainya”. Dia menunjuk seorang sahabat lain di kejauhan yang sedang sibuk dengan urusannya. Rosululloh bertanya, “apakah engkau sudah mengatakannya bahwa kamu mencintainya?”. Ia menjawab “belum”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Lantas Rosululloh bersabda, “pergilah dan katakan kepadanya (bahwa kamu mencintainya)”&lt;br /&gt;Ada hati yang dibahagiakan ketika ucapan cinta terhadiahkan untuknya. Hal-hal kecil semacam mengungkapkan rasa cinta kepada sahabat, nabi melihatnya sebagai sesuatu yang besar. Sebuah ucapan yang dapat menguatkan tali persaudaraan, jalan mengikis kesalahpahaman dan ruang untuk menguatkan kembali jiwa-jiwa yang mengalami kekosongan.&lt;br /&gt;Suatu ketika Rosululloh bersabda pula, “jika salah seorang dari kalian mencintai saudaranya maka katakan padanya bahwa ia mencintainya” (HR. Abu Daud)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Maka bahasakanlah perasaan cinta kita kepada siapapun yang kita benar-benar mencintainya. Di zaman nabi, saling mengungkapkan cinta antar sahabat adalah hal yang dianjurkan dan lazim dilakukan. Mungkin untuk saat ini kalau kalimat “saya mencintai anda”, ambigu kedengarannya. Sebab, merajalelanya fenomena “kaum Luth” yang menyukai sesama jenis, membuat kata-kata itu menjadi “sensitif” dan membuat semua orang menjadi serba curiga. Ungkapan boleh beda, tapi substansi tetap sama, maka bisa kita ganti dengan misalkan “saya mencintaimu karena Alloh”, “saya senang bertemu dengan anda”, “saya menyukai pribadi anda” dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Buatlah ungkapan cinta itu setulus mungkin, sebagaimana sahabat nabi, cinta karena Alloh ta’ala. Cinta yang dilahirkan oleh kondisi senasib seperjuangan, berjihad di jalan Alloh. Cinta karena kagum dan ingin meniru akhlak saudaranya. Cinta karena empati dan ingin memberikan pertolongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bukan ungkapan cinta palsu, yang sebenarnya tidak tulus dipersembahkan kepada orang lain. Yaitu sekedar untuk membangun citra dirinya agar dipuji, di terimakasihi, atau dianggap orang baik hati. Biasanya setelah ikut seminar atau training-traning relationship, sebagian orang berubah menjadi tukang memuji dan mengapresiasi. Tapi sayang, bila niat keliru dan hanya sanjungan palsu, maka pasir lebih layak untuk ditaburkan kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Rosululloh menganjurkan mengungkapkan cinta kepada orang lain yang kita kagum padanya. Itu orang lain, bagaimana pula dengan istri, orang yang memang benar-benar kita cintai?. Belajarlah dari nabi, bagaimana beliau membuat Aisyah sang istri bermerah muka dan salah tingkah ketika di hadapannya, nabi menyebutnya sebagai manusia yang paling dicintai, “Manusia yang paling aku cintai adalah Aisyah (Shahih Al-Jami’)&lt;br /&gt;Huff, terbayangkah oleh kita perasaan hati Aisyah waktu itu?. Susah menjelaskan. Tapi bila ingin tahu, ingat-ingatlah ketika suami mengungkapkan kalimat sebagaimana kalimat nabi itu kepada kita. Ehem, tapi kalau belum pernah, tak usah dipaksa-paksa ngomong begitu, ya. Sebab kalau terpaksa hasilnya nanti berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;LEBIH DARI TANGGUNGJAWAB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Wanita cenderung menginginkan suaminya bersikap baik lebih dari sekedar didorong oleh perasaan bertanggungjawab. Setiap perhatian yang diberikan, menurut mereka, mestinya didorong oleh naluri rasa cinta dan menyayangi. Benar juga, bertanggungjawab belum tentu diiringi dengan cinta. Tapi bila sudah cinta, mesti bertanggungjawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Karenanya, untuk memberi kejelasan terhadap sikap suami, walaupun yang dilakukan suami sudah baik sekalipun, ada saat-saat dimana istri ingin mendapatkan pernyataan langsung darinya. Bukan untuk mendapat kejelasan terhadap kesetian, bukan. Karena mereka juga tahu bahwa lidah tak bertulang, maka perilakulah yang cukup dijadikan acuan. Kebutuhan untuk diperdengarkan ungkapan cinta itu lebih dekat pada semacam keinginan diapresiasi,&amp;nbsp; sanjungan dan dinomorsatukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;Pada suatu keadaan muncul pertanyaan-pertanyaan. Latar belakang perhatian suami apakah karena dorongan cinta atau sekedar tanggungjawab, antara sekedar menjalankan doktrin sosial dan agama secara hambar atau benar-benar tumbuh rasa kasih sayang, antara melibatkan hati atau tidak melibatkan hati. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Hal-hal yang tak bisa diukur memang, tapi di hati kecil istri ingin memastikan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Maka dengan mengungkapkan cinta, ada ketentraman yang tiba-tiba menelisik di dalam hati. Mengingatkan masa-masa awal pernikahan yang kalimat-kalimat seperti itu amat sering diucapkan. Percayalah, mungkin sebuah kalimat nasehat yang diucapkan berulang-ulang lama-kelamaan menjadi membosankan, tapi beda dengan kalimat cinta, ibarat menyirami tanaman, makin sering disirami makin suburlah tanaman itu. Wallohu ‘Alam bisshowab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;KAPAN PALING TEPAT ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Ada waktu-waktu efektif ketika kita mengungkapkan cinta kepada pasangan. Mengucapkannya di waktu yang tepat akan memeliki daya gugah yang besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Berikut ini salah satunya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;1.Ketika dalam perjalanan jauh&lt;br /&gt;Ketika suami sedang berada di luar &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan istri tinggal di rumah saja, maka inilah waktu yang sangat tepat untuk mengungkapkan rasa cinta. Biasanya ungkapan cinta lewat short message (sms) lebih menggugah daripada telepon biasa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Biasanya lewat rajutan kata-kata tertulis, suami yang tak romantis pun, bisa menjadi penyastra handal yang hebat menguraikan kata-kata mutiara. Komunikasi cinta jarak jauh ini amat berharga yang menunjukkan perhatian besar kita kepadanya. Ehem, komunikasi cinta ini juga untuk memastikan kepada istri bahwa anda nun jauh disana tetap menjadi manusia beriman dan “baik-baik saja”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;2.Setelah terjadi perselisihan&lt;br /&gt;Ketika perselisihan sudah reda, dan masing-masing bisa terbuka untuk meminta maaf atau dimintai maaf, maka sebagai obat dari luka, ungkapkanlah rasa cinta. Barangkali ungkapan cinta itu akan meredakan kemarahan-kemarahan yang masih tersisa. Juga untuk memastikan kepad pasangan, bahwa perselisihan itu tak berpengaruh apa-apa terhadap cinta dan kesetiaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;3.Saat akan bersenggama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Di sisi lain sekali lagi, seorang istri juga harus bisa memahami bila suami adalah seorang yang pemalu atau susah mengungkapkan kata-kata cinta. Ketahuilah, tak ada yang berkurang dari cinta mereka. Sungguh, sikap tanggungjawab, perhatian, lemah lembut, berakhlak mulia, taat beribadah, adalah lebih “berbicara” dari sekedar kata-kata cinta. Semoga Alloh merahmati kita dan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga barokah. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Dunia dan akhirat. Allohumma Amiin…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;/span&gt;www.nurulhayat.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-7118424358927396905?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/7118424358927396905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ungkapkan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7118424358927396905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7118424358927396905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ungkapkan-cinta.html' title='Ungkapkan Cinta'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0m2DAxmcKI/AAAAAAAAACs/7PdQsjevX4A/s72-c/love-mercon.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1014174868205250844</id><published>2010-01-10T03:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:08:08.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>Hobi Belanja Tanpa Tekor</title><content type='html'>&lt;div style="border-bottom: solid #DDDDDD 1.0pt; border-left: none; border-right: none; border-top: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-element: para-border-div; padding: 4.0pt 0in 4.0pt 0in;"&gt;  &lt;h2 style="border: none; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-border-bottom-alt: solid #DDDDDD .75pt; mso-border-top-alt: solid #DDDDDD 2.25pt; mso-padding-alt: 4.0pt 0in 4.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 20.0pt; letter-spacing: -.6pt; mso-bidi-font-family: Arial;"&gt;Hobi Belanja Tanpa Tekor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 9px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.75pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Anda mungkin sering mendengarkan celotehan teman-teman anda misalnya begini, “Waduuhhh, nyeselnya aku beli barang ini. Saya sebenarnya sudah punya tetapi jarang aku manfaatkan. Tadi aku beli karena ngiler aja melihat barangnya.” Itulah sekelumit penyesalan yang sering dikatakan oleh orang yang senang berbelanja.&lt;br /&gt;Penyesalan, memang seringkali datangnya terlambat. Demikian juga dengan kegemaran membeli barang atau hobi belanja (shopping) juga akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Sebab banyak masalah besar biasanya selalu bermula dari masalah keuangan.&lt;br /&gt;Orang yang selalu defisit keuangannya akibat kebiasaan belanja yang berlebihan, bila masih memiliki simpanan (tabungan) dapat dipastikan lama-kelamaan tabungan tersebut akan menipis kemudian habis. Dan bila simpanan sudah habis, orang yang selalu defisit keuangannya tersebut kemudian akan menjual harta benda yang ia miliki. Dan apabila harta benda yang ia miliki sudah habis pula, ia lalu akan mencoba hutang kesana kemari. Gali lubang tutup lubang sehingga akhirnya ia akan dikejar-kejar debt collector alias penagih hutang.&lt;br /&gt;Belanja bagi orang-orang tertentu saat ini memang sudah menjadi semacam hobi. Tidak peduli apakah dia punya uang atau tidak yang penting pergi ke mall-mall dan asyik berbelanja. Hal itu bisa terjadi karena adanya kartu kredit yang bisa digesek-gesek atau memaksakan diri untuk ngutang. Hobi belanja ini terjadi bisa karena sifat dasar seseorang yang memang suka belanja, atau karena godaan konsumerisme.&lt;br /&gt;Saat ini iklan bertebaran dimana mana. Iklan selalu memborbardir dengan rayuan yang membujuk kita dan anak-anak untuk mengikuti keinginan pemasang iklan. Dengan adanya iklan, barang-barang yang seharusnya tidak dibeli, terasa menjadi amat penting dihadapan kita. Sehingga mengakibatkan kita merasa harus membeli barang tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu biasanya hobi berbelanja itu disebabkan karena dorongan impulsif atau belanja tanpa perencanaan. Keinginan membeli sesuatu yang sesungguhnya tidak dalam perencanaan kita itu bisa timbul karena adanya diskon, obral, penempatan produk yang menarik atau voucher belanja.&lt;br /&gt;Biasanya pula seseorang yang ‘gila’ belanja itu baru sadar setelah ia berpikir rasional. Atau dia sadar karena melihat sederetan baju yang tidak dipakai. Sepatu yang bertumpuk di rak, atau setumpuk peralatan dapur yang belum dipakai.&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara menyiasati keuangan kita agar hobi belanja tersebut tidak membuat tekor kondisi keuang anda?&lt;br /&gt;Pertama, buatlah perencanaan keuangan dengan baik. Lakukan pembagian uang anda sesuai pos-pos pengeluaran. Bahkan kalau perlu, anda bisa memasukkan uang tersebut ke dalam beberapa amplop (sesuai jumlah pos pengeluaran). Misalnya, amplop satu untuk uang listrik. Amplop kedua untuk biaya sekolah. Amplop ketiga berisi uang belanja dapur, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Dalam membuat pos-pos pengeluaran tersebut, anda harus memperhatikan prinsip, pentingkan untuk menabung terlebih dahulu baru sisanya untuk ‘berhura-hura’. “Bayarlah dirimu lebih dulu”. Demikian prinsip utama dalam pengelolaan keuangan. Karena itu utamakan lebih dulu pengeluaran uang untuk menabung dan investasi serta membeli aset produktif. Bukan sebaliknya, menabung dari sisa pengeluaran.&lt;br /&gt;Bila menabung merupakan sisa dari pengeluaran, maka yang sering terjadi, orang tidak akan pernah menabung. Kalau pun menabung, nilainya tidak signifikan (kecil sekali). Besarnya menabung ini, minimal 10% dari penghasilan anda. Berapapun penghasilan anda, harus menyisihkan untuk tabungan dan investasi. Peganglah kuat-kuat prinsip “Bayarlah diri kita lebih dulu” tadi.&lt;br /&gt;Jika kita fikir masak-masak sebenarnya tanpa kita sadari, selama ini kita selalu membayar orang atau pihak lain terlebih dahulu. Simak saja pajak penghasilan, kartu kredit, telkom, listrik dan sebagainya selalu kita bayar tepat waktu setelah kita mendapatkan gaji. Kenapa kita tidak sisihkan lebih dulu untuk diri kita misalnya untuk tabungan dulu, selanjutnya sisanya untuk keperluan lain?&lt;br /&gt;Bahkan saking patuhnya kita mendahulukan bayaran-bayaran rekening tersebut, sampai kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita telah menjadi ‘office boy’&amp;nbsp; atau pekerja bagi perusahaan tersebut. Konsep membayar diri lebih dulu bukan berarti kita tidak mau membayar semua tagihan tersebut, tetapi kita lebih mengutamakan uang tabungan untuk investasi dan sisanya baru untuk keperluan hidup. Jadi jangan membalik pola fikir dengan cara kita baru menyisihkan uang tabungan jika ada sisa dari penghasilan yang kita dapatkan.&lt;br /&gt;Selanjutnya yang saya maksudkan dengan setelah menabung dan membagi-bagi pos pengeluaran kemudian baru bisa ”berhura-hura” adalah, anda bisa menghabiskan uang yang anda sediakan itu, sesuai pos yang ada. Termasuk pos untuk menyalurkan hobi belanja anda.&lt;br /&gt;Kedua, anda harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan pada kebutuhan, bukan prioritas keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi, seperti makan, susu anak, biaya sekolah, dan transportasi untuk kerja, serta sejenisnya. Sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang anda inginkan, tetapi keinginan itu tidak harus dipenuhi karena belum tentu merupakan kebutuhan.&lt;br /&gt;Misalnya anda ingin ganti motor baru, padahal anda sudah punya motor meskipun bekas. Keinginan anda adalah motor baru dan ini tidak harus dipenuhi karena untuk memenuhi kebutuhan akan alat transportasi anda sudah memiliki motor meskipun itu tidak baru. Contoh lainnya, anda sudah memiliki sepatu kerja sebanyak 3 buah dan masih bagus. Karena melihat pajangan indah di toko sepatu, anda jadi ngiler&amp;nbsp; ingin membeli lagi. Padahal, sesungguhnya saat itu anda tidak perlu sepatu baru.&lt;br /&gt;Ketiga, harus memiliki jurus ampuh untuk menolak pembelian yang disebabkan karena nafsu (impuls buying). Bila anda sedang jalan-jalan di mall atau sedang ada tawaran iklan yang sangat menarik seperti diskon, seringkali anda tergoda untuk membelinya. Nah, saat itulah anda harus menggunakan jurus ampuh yang anda miliki. Misalnya, bila kondisi itu terjadi (sangat ingin membeli), sementara anda tidak membutuhkan barang itu, maka anda bisa gunakan mantra untuk komat-kamit misalnya&amp;nbsp; “Tidak mati, kalau tidak beli”, “Huh, gak pathek’en kalau gak beli”, dan komat-kamit sejenisnya. Atau cara-cara lain yang lebih baik yang mampu mencegah belanja berlebihan.&lt;br /&gt;Keempat, alihkan hobi belanja pada barang-barang produktif. Jika selama ini anda hobi menghabiskan uang untuk shopping barang konsumtif, maka hobby tersebut harus diubah menjadi hobi shopping&amp;nbsp; untuk produk-produk investasi (asset alocation) yang memberikan nilai tambah atau penghasilan. Misalnya saja, bila anda selama ini hobi gonta-ganti mobil, maka hobi gonta-ganti mobil itu bisa anda manfaatkan untuk menambah penghasilan dengan menyewakan mobil yang anda miliki. Anda hobi gonta-ganti HP, anda bisa manfaatkan hobi tersebut untuk sambilan jual-beli HP. Anda mungkin suka dengan perhiasan, maka anda bisa membeli perhiasan emas sebagai hiasan dan investasi. Silahkan cari cara-cara lain yang tetap dapat menyalurkan hobi belanja, tapi tetap menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial; font-size: 9.0pt;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;/span&gt;www.nurulhayat.org&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1014174868205250844?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1014174868205250844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/hobi-belanja-tanpa-tekor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1014174868205250844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1014174868205250844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/hobi-belanja-tanpa-tekor.html' title='Hobi Belanja Tanpa Tekor'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-5771159874253293957</id><published>2010-01-10T03:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T03:03:05.519-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>Mencari Uang atau Membangun Kekayaan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="title" style="border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 3px; font-weight: bold; font: normal normal normal 2.2em/normal Georgia; letter-spacing: -0.05em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 5px;"&gt;Mencari Uang atau Membangun Kekayaan&lt;/h2&gt;&lt;div id="stats" style="display: block; font: normal normal normal 0.8em/normal Arial; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 4px; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clearfloat" style="border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: dotted; border-bottom-width: 1px; display: block; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tidak semua orang memiliki kesamaan pandangan terhadap uang maupun kekayaan. Ada golongan orang yang berpendapat bahwa kekayaan identik dengan uang yang berlimpah. Karena itu, uang harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya untuk menjamin hidupnya. Pada golongan ini, uang seolah menjadi tujuan hidup karena mereka yakin semakin banyak uang, semakin aman hidupnya. Akibatnya, mereka tidak pernah merasa cukup dengan uang yang diperolehnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Ada pula golongan orang yang berpandangan bahwa kekayaan tidak identik dengan uang dan materi semata, tapi juga terkait dengan kekayaan hati yang selalu bersyukur dan memahami hakikat uang secara benar. Uang adalah sarana hidup. Uang bukanlah segala-galanya yang bisa menjamin keamanan hidup karena yang lebih penting dari uang adalah kemampuan seseorang mendapatkan uang. Kemampuan mencari dan mengelola uang, menurut golongan kedua ini lebih penting karena uang sewaktu-waktu bisa habis sementara kemampuan mencari uang tidak akan pernah lapuk. Anda mungkin sering menyaksikan betapa banyak pewaris harta yang berlimpah, kemudian harus jatuh miskin karena anak-anak orang kaya ini tidak memiliki kemampuan mencari dan mengelola uang. Mereka sudah terbiasa dimanjakan orang tuanya dengan hidup serba berkecukupan sehingga lupa belajar tentang hakikat uang dan kekayaan. Menurut Roger Hamilton, kekayaan bukanlah soal seberapa banyak uang yang kita miliki. Kekayaan adalah apa yang masih kita miliki bila kita telah kehilangan semua uang kita. Dengan demikian, pendapat Hamilton ini bisa ditafsirkan bahwa kekayaan identik dengan ilmu pengetahuan, kejujuran, networking atau kekayaan immaterial lainnya yang bisa mempermudah&amp;nbsp; kita mendapatkan uang.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Untuk memudahkan memahami perbedaan antara mencari uang semata dan membangun kekayaan, saya akan memberikan contoh atau metafora kupu-kupu dan taman kupu-kupu. Apa yang diinginkan seseorang dalam memiliki kupu-kupu salah satunya adalah karena keindahannya (sebagai salah satu manfaatnya). Begitu pula dengan menginginkan uang, sesungguhnya yang diharapkan seseorang dari uang adalah manfaat dari uang itu, bukan sekedar menumpuk-numpuk uang dengan tidak memaksimalkan untuk kepentingan dunia akhirat.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Mencari kupu-kupu disini saya maksudkan sebagai mencari uang dan taman sebagai ladang kekayaan. Sekarang pertanyaannya, “Bila seandainya anda senang dengan kupu-kupu, anda akan memilih menangkap kupu-kupu sebanyak-banyaknya kemudian memelihara kupu-kupu itu dalam sangkar, ataukah anda akan membangun taman kupu-kupu dengan menanam berbagai bunga sehingga mengundang kupu-kupu ke taman anda?”&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Mari kita perhatikan, betapa banyak orang selama ini salah kaprah dalam membangun kekayaan. Banyak orang yang berkeyakinan bahwa membangun kekayaan adalah bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya, atau saya ibaratkan mencari kupu-kupu sebanyak-banyaknya. Mereka menangkap satu per satu kupu-kupu, kemudian memeliharanya di dalam sangkar. Setiap hari mengejar, menangkap, dan memeliharanya. Begitu seterusnya. Dalam usaha menangkap dan memelihara kupu-kupu itu, mereka seringkali kecewa karena tidak mendapatkan kupu-kupu atau kecewa karena kupu-kupu yang sudah tertangkap terbang lagi. Inilah realita kehidupan. Banyak orang yang bekerja keras siang malam mencari uang, mengumpulkan rupiah demi rupiah. Ada yang berhasil mendapatkan uang banyak, tapi tidak sedikit yang gagal. Atau sudah mendapatkan uang banyak, tapi uangnya habis karena sesuatu kejadian di luar perkiraan dirinya. Kondisi ini kemudian menjadi sumber kekhawatiran banyak orang kaya, karena semakin kaya seseorang, semakin khawatir akan kehilangan uangnya. Ini pula yang disebut sebagai paradok kekayaan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sekarang bandingkan kalau seseorang yang giat membangun taman untuk mendatangkan kupu-kupu. Mereka akan sibuk mengolah dan menanami lahan dengan tanaman yang indah sehingga menarik kupu-kupu datang dan berterbangan di atas taman. Mereka menikmati kupu-kupu yang indah di taman tanpa khawatir kupu-kupu itu pergi dari tamannya. Mereka tidak sibuk menangkap kupu-kupu tapi mereka hanya mengola dan menjaga taman agar tetap indah. Dengan cara seperti ini, siapapun dapat mendatangkan ribuan kupu-kupu yang indah dan memesona.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sesungguhnya, membangun kekayaan itu ibarat membangun taman. Benihnya adalah bakat dan minat yang kita miliki, sedangkan airnya adalah ilmu pengetahuan dan jaringan (networking). Pupuknya adalah karakter kejujuran dan keikhlasan. Sedangkan mataharinya, yang berfungsi mempercepat pertumbuhan taman adalah kreativitas dan pemasaran. Sebab tanpa kreativitas, tidak akan menghasilkan karya bermutu. Tanpa ilmu pemasaran, produk sebagus apa pun tidak akan dikenal dan tidak akan dibeli masyarakat. Komponen lain dalam membuat taman adalah tanah, yang dalam hal ini terbuat dari investasi pengabdian dan kerja keras. Itulah kekayaan yang sesungguhnya. Orang yang kaya adalah orang-orang yang telah memberikan karya terbaiknya bagi masyarakat. Orang-orang kaya yang sesungguhnya adalah orang yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat. Mereka lebih mengutamakan membangun taman kekayaan, daripada sekedar mencari dan mengumpulkan uang semata. Sekedar mencari uang tidak salah, karena ini hanya bisa dilakukan dalam jangka pendek. Tapi bila ini dilakukan terus menerus tanpa membangun kekayaan (atau membangun taman kekayaan), maka dalam jangka panjang hasilnya tidak optimal, menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Takut akan kehilangan uang dan harta yang telah diraih sehingga bersifat bakhil.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Karena itu, mari membangun taman kekayaan dengan meningkatkan kemampuan kita dalam mencari dan mengelola uang. Apabila kita memiliki taman ilmu dan pengetahuan yang luas kemudian kita praktekkan dengan dedikasi tinggi penuh kejujuran dan keikhlasan, maka kita akan mendapatkan uang dengan sendirinya. Ibarat taman, pada akhirnya kita akan dikerumuni kupu-kupu yang dalam hal ini adalah uang akan datang kepada kita. Uang akan ‘mengejar’ kita karena orang lain akan membutuhkan keahlian, produk, atau bahkan senang berbisnis dengan kita. Sebagai contoh sederhana, kalau ada seorang dokter yang sangat ahli, tentu dicari pasien untuk berobat. Kalau anda ahli membuat makanan maknyus (enak sekali), maka kalau anda jual tentu akan laku, dan sebagainya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Sebagaimana Charles Albert Poissant dkk dalam buku How To Think Like A Millionaire berpendapat bahwa uang yang diraih secara jujur hanyalah pengakuan atas jasa-jasa yang diberikan. Jadi, seorang kaya adalah seseorang yang telah memberikan jasa-jasanya kepada banyak orang dan telah diimbali secara adil karenanya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi kita kecuali membangun taman kekayaan daripada hanya sekedar mencari uang. Sebab sifat uang itu sementara, cepat habis dan belum tentu berkembang kalau tidak bisa mengelolanya. Sedangkan sifat kekayaan adalah permanen, bertambah dan berkembang. Dengan membangun kekayaan, khususnya kekayaan ilmu pengetahuan bagaimana mendapatkan dan mengelola keuangan, maka kita tidak akan pernah takut akan kehilangan uang yang kita miliki, dan kita bisa lebih memahami hakikat uang.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Agar kekayaan dapat terealisasi, menurut Charles Albert Poissant dkk (2004), paling tidak ada tiga persyaratan awal yang harus dipenuhi untuk membangun kekayaan yaitu (1) percaya bahwa kita akan kaya (2) sadar bahwa situasi kita tidak akan otomatis berubah kalau kita tidak berbuat apa-apa tentang itu (3) dengan penuh gairah menghasratkan peningkatan dan pembelajaran secara terus menerus dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;www.nurulhayat.org&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-5771159874253293957?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/5771159874253293957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/mencari-uang-atau-membangun-kekayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5771159874253293957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5771159874253293957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/mencari-uang-atau-membangun-kekayaan.html' title='Mencari Uang atau Membangun Kekayaan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-8225815032222273872</id><published>2010-01-10T02:57:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T02:57:51.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Baru'/><title type='text'>4 Info Penting Untuk Ibu Baru</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 21.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #32507c; font-family: Arial; font-size: 21.0pt; letter-spacing: -.4pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;4 Info Penting Untuk Ibu Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #6699cc; font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt; letter-spacing: .3pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Jangan sampai nasihat yang Anda dengar selama ini ternyata hanya mitos belaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #8c8c8c; font-family: Arial; font-size: 7.5pt; mso-ansi-language: SV; text-transform: uppercase;"&gt;KAMIS, 10 DESEMBER 2009, 15:15 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #888888; font-family: Tahoma; font-size: 7.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Petti Lubis, Mutia Nugraheni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;VIVAnews&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;- Bagi Anda yang baru menjadi ibu untuk pertama kalinya pasti akan banyak nasihat cara merawat bayi, baik dari orang tua maupun teman-teman. Jangan sampai nasihat yang selama ini Anda ikuti ternyata mitos belaka. Agar Anda tidak terjebak mitos, ketahui fakta seputar perawatan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;- Mitos 1 : bayi buang air besar satu kali sehari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua seringkali bingung jika bayi tidak buang air besar selama lebih dari dua hari. Menurut Andrew Adesman, M.D., dokter anak dari Schneider Children’s Hospital di New York dan penulis buku "2009’s BabyFacts" mengungkapkan, bayi yang baru lahir hingga usia 2 sampai 3 bulan, pergerakan ususnya memang cukup sering tetapi buang air besarnya sangat sedikit yaitu tiga atau empat hari sekali. Jika perutnya sering berbunyi dan ditemukan darah saat bayi buang air besar segera periksakan ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;- Mitos 2: bayi harus mandi setiap hari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi tidak harus mandi setiap hari. Faktanya mandi menghilangkan pelembab alami yang melindungi kulit bayi, yang malah membuatnya kering dan mudah terkena iritasi. Lalu, mendudukkan bayi perempuan pada bak yang berisi air sabun bisa berisiko menimbulkan infeksi saluran urin. Menurut Adesman bayi sebenarnya bisa mandi dua hingga tiga kali dalam satu minggu jika kebersihan tubuhnya selalu dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;- Mitos 3 : bayi yang cepat berkembang menandakan kepintaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat bayi sudah bisa berjalan lebih cepat dari pada bayi pada umumnya orangtua seringkali merasa bayinya lebih pintar.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Dalam beberapa kasus perkembangan yang cepat pada bayi, bisa mengindikasikan kecenderungan menggunakan hanya pada satu tangan saja (kanan atau kiri) pada usia 18 bulan. Padahal seharusnya bayi pada usia 18 bulan sudah bisa menggunakan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;- Mitos 4 : menyentuh kepala bayi yang masih lembek bisa merusak otak bayi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Fontanel atau bagian lembut terletak di depan kepala bayi terlindungi oleh tulang yang terbuka, sehingga denyutannya sering terasa. "Banyak orangtua yang takut menyentuh kepala bayi yang masih lembut karena bisa berdampak negatif pada otak. Padahal, otak terlindungi dengan cukup baik oleh tulang kepala," kata Adesman says. Tulang pada fontanel depan akan tertutup saat bayi berusia satu tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;a href="http://kosmo.vivanews.com/"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV;"&gt;http://kosmo.vivanews.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-8225815032222273872?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/8225815032222273872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/4-info-penting-untuk-ibu-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8225815032222273872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8225815032222273872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/4-info-penting-untuk-ibu-baru.html' title='4 Info Penting Untuk Ibu Baru'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-7323198233153741460</id><published>2010-01-10T02:56:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T02:56:50.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Baru'/><title type='text'>Ibu Baru Digoda oleh Perusahaan Susu Formula Secara ‘Ilegal’</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #0c386e; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 13.5pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/2009/04/ibu-baru-digoda-oleh-perusahaan-susu-formula-secara-ilegal/" title="Ibu Baru Digoda oleh Perusahaan Susu Formula Secara ‘Ilegal’"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #0c386e; mso-ansi-language: ES; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Ibu Baru Digoda oleh Perusahaan Susu Formula Secara ‘Ilegal’&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #0c386e; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 13.5pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: ES;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="byline" style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt;"&gt;By &lt;span class="author"&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/author/erfi/" title="Posts by Erfi Nizar"&gt;&lt;span style="color: #1359ae; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Erfi Nizar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;on&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="time"&gt;April 26th, 2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 7.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;diterjemahkan dari artikel di&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 7.5pt;"&gt;&lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/08/21/new-mothers-039illegally039-lured-formula-milk-companies.html"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #1359ae; mso-ansi-language: SV; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Jakarta Post&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 7.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 7.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;tgl. 21 Agustus 2008.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Wilson baru saja melewati ulang tahun pertamanya akhir pekan yang lalu dan ibunya tidak hanya sibuk untuk menyiapkan pestanya tapi juga sibuk meladeni pemasar produsen susu formula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;“Saya mendapat telpon dari dua perusahaan susu formula dan telah dikirimi contoh susu formula dari salah satu perusahaan tersebut. Saya rasa ini disebabkan karena sudah saatnya Wilson mengganti susu formulanya,” kata ibunya Wilson, Melvin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;“Saya melahirkan melalui operasi caesar. Setelah lahir, perawat membawa bayi saya kepada saya … dan kami mencoba untuk memberikan ASI kepadanya tapi tidak setetes pun ASI yang keluar. Jadi perawat tersebut menanyakan jika saya mau memberikan susu formula untuk bayi saya,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;Ibu tersebut menerima saran tersebut walaupun dia bisa saja memilih untuk tetap memberikan ASI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;“Saya diberitahu bahwa ASI lebih baik tapi produksi ASI saya tidak mencukupi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Saya rasa tidak ada masalah dengan susu formula. Sejauh ini anak saya sehat,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Reni Ningsih, ibu dari anak berusia 3 tahun dan sedang hamil 6 bulan, menceritakan hal yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa perusahaan susu formula tersebut telah melanggar peraturan internasional dalam memasarkan produk mereka, atau bahwa para praktisi kesehatan seharusnya memberikan semangat kepada mereka untuk memberikan ASI sesuai yang tertulis pada SK menteri tahun 2004 tentang menyusui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Perusahaan susu formula tidak diijinkan untuk menghubungi para ibu, dan perawat diharuskan untuk mempromosikan pemberian ASI sebagaimana diatur dalam regulasi WHA (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;World Health Assembly&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) tahun 1981 tentang pemasaran susu pengganti ASI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Regulasi tersebut menyatakan bahwa semua rumah sakit dan tempat umum tidak boleh mempromosikan materi susu pengganti ASI. Dan, acara yang mengikut sertakan bayi tidak boleh memasang sponsor dari merek apa pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Pelanggaran ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Tidak banyak perubahan yang dilakukan semenjak kami mengeluarkan pamflet tentang pelanggaran ini di tahun 2006,” kata Sri Sukotjo, ahli gizi dari&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;United Nations Children’s Fund&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(UNICEF).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Beliau juga mengatakan bahwa banyak rumah sakit yang masih menampilkan atau mempromosikan produk dalam bentuk poster, kotak tisu, jam dinding, timbangan dan tag nama bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Beberapa perusahaan mendistribusikan pamflet di acara anak-anak, sementara banyak dari acara tersebut seringnya diselenggarakan atau disponsori oleh perusahan susu formula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kepala kesehatan dan gizi Unicef di Indonesia, Anne H. Vincent, bulan lalu mengatakan bahwa pemasaran susu formula yang sangat agresif dan dapat membuat para ibu beralih dari kegiatan menyusui langsung ke penggunaan botol susu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Menurut data dari pemerintah, rata-rata nasional pemberian ASI turun menjadi 32.4 persen di tahun 2007 dari 42.4 persen 10 tahun yang lalu. Sedangkan rata-rata pemberian botol meningkat menjadi 27.9 persen dari 21.1 di periode yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: ES;"&gt;Pemerintah juga telah berusaha untuk membatasi perusahaan pemasaran melalui SK menteri pada tahun 1997 tentang pemasaran susu formula. Tetapi RUU terbaru tentang susu pengganti ASI telah terlantar selama tiga tahun tanpa kejelasan status, tambah Anne.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, mengatakan pemerintah, yang tidak mendapat hukuman untuk tidak mengikuti peraturan ini, masih mendistribusikan informasi tentang ASI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Memang telah ada penurunan. Kami telah mensirkulasikan surat yang mengharapkan pengurangan eksposur, terutama di rumah sakit,” katanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Kampanye tentang pemberian ASI sebenarnya sangat intens, seperti pada kampanye anti merokok. Tetapi orang masih merokok walaupun perusahaan rokok telah menyatakan bahwa merokok berbahaya,” kata Sylviana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidak hanya ibu-ibu yang dibombardir oleh iklan, tetapi juga beberapa rumah sakit yang dianggap tidak mendukung kegiatan menyusui walaupun telah didorong oleh pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt;"&gt;Mia Sutanto, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), mengatakan dokternya menyarankan untuk memberikan bayinya (sekarang berumur 4 tahun) susu formula dan menakutinya dengan mengatakan bahwa berat bayinya akan berkurang jika tidak diberikan susu formula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Tapi sebenarnya bayi baru lahir dapat bertahan hidup tanpa cairan selama 48 jam dan berkurangnya berat badan merupakan hal normal bagi mereka,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mia mengatakan bahwa para ibu harus mengerjakan PR mereka agar tetap yakin untuk memberikan ASI dan mencari rumah sakit yang mendukung keputusan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Praktek standar rumah sakit tidak mendukung kegiatan menyusui. Beberapa dokter segan untuk melakukannya. Tanpa dukungan yang mencukupi dari para dokter, rumah sakit dan keluarga, beberapa ibu akan merasa kesulitan untuk menyusui,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;dr. Utami Roesli dari Sentra Laktasi Indonesia mengatakan bahwa kampanye untuk kegiatan menyusui ini ditujukan kepada kegagalan dari tenaga kesehatan, bukan ke para ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Para ibu yang tidak menyusui jangan merasa bersalah, karena itu akan tambah menyulitkan mereka untuk menyusui,” kata beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;“Ayah memerankan peranan penting. Sekarang, menyusui tidak hanya antara ibu dan anak tapi juga dengan ayah,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt;"&gt;(mri)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.5pt;"&gt;(&lt;a href="http://aimi-asi.org/"&gt;http://aimi-asi.org&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 7.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-7323198233153741460?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/7323198233153741460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ibu-baru-digoda-oleh-perusahaan-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7323198233153741460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/7323198233153741460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ibu-baru-digoda-oleh-perusahaan-susu.html' title='Ibu Baru Digoda oleh Perusahaan Susu Formula Secara ‘Ilegal’'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-8233714933356042081</id><published>2010-01-10T02:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T02:53:21.540-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Baru'/><title type='text'>Mimpi Ibu Baru</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span style="color: #00a8e7; font-family: Verdana; font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #00a8e7; font-family: Verdana; font-size: 16pt;"&gt;Mimpi Ibu Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #00a8e7; font-family: Verdana; font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 21px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #666666; font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;Ibu baru sering dihantui mimpi buruk yang menimpa bayinya. Mimpi ini bisa muncul bukan semata-mata 'bunga tidur', tetapi merupakan bentuk kecemasan terhadap kondisi baru Anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #666666; font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #666666; font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu baru biasa bermimpi menindih bayinya saat tidur, bayi hilang dari tempat tidurnya, menjatuhkan bayi, lupa punya bayi sehingga tertinggal, bahkan ada yang mimpi bayinya meninggal dalam perawatan pengasuhnya.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Mengapa bermimpi buruk?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Menurut Tore Nielsen, PhD, psikolog di&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sleep Research Centre&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Montreal, Kanada, wajar jika ibu baru mengalami mimpi-mimpi buruk. Mimpi buruk merupakan gambaran kecemasan Anda terhadap kondisi anak. Anda khawatir tindakan Anda menyakiti bayi, misalnya cara menggendong yang keliru, atau tak sengaja menindih bayi sewaktu tidur bersamanya. Selain itu, rasa tidak percaya diri sebagai ibu baru bisa memunculkan mimpi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi antara gangguan tidur dengan tekanan emosi yang tinggi menjalani peran sebagai ibu, menyebabkan Anda mengalami mimpi buruk. Tubuh dan pikiran Anda jadi tak selaras. Waktu tidur yang seharusnya menjadi momen beristirahat dan mengisi ulang tenaga, justru membuat Anda tidak tenang. Anda bangun dalam keadaan letih, padahal Anda harus siap kembali mengurus bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelelahan, ditambah perubahan pola hidup dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih membuat Anda mengalami mimpi buruk di minggu-minggu awal hadirnya bayi Anda.&amp;nbsp; Menurut Nielsen, perubahan hormon tidak terlalu berpengaruh karena ia menemukan&amp;nbsp; sejumlah ayah baru mimpi hal yang sama dengan yang dimimpikan ibu baru. Menurut Nielsen mimpi buruk itu terjadi karena, tanpa disadari, ibu tengah berpikir untuk membangun kedekatan dengan bayinya.&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Cukup istirahat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Mimpi merupakan alarm alami yang mengingatkan Anda bahwa Anda sedang stres. Mimpi ini mengingatkan Anda bahwa Anda adalah orang tua yang harus bertanggung jawab terhadap bayi. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Verdana;"&gt;Untuk mengurangi intensitas mimpi buruk, usahakan istirahat cukup dengan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #666666; line-height: 13.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidur saat bayi      Anda tidur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Minta orang lain      mengawasi bila si kecil terbangun, sementara Anda tertidur nyenyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #666666; line-height: 13.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ciptakan suasana kamar tidur yang membuat Anda      nyaman: atur suhu kamar, gunakan wewangian yang bisa membuat Anda santai      dan tenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #666666; line-height: 13.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;Hindari konsumsi      obat tidur karena Anda&amp;nbsp; masih menyusui dan tidak butuh waktu tidur      yang panjang. Anda lebih&amp;nbsp; butuh&amp;nbsp; tidur berkualitas, yaitu Anda      benar-benar bisa beristirahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #666666; font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #666666; font-family: Verdana;"&gt;Cari Bantuan Bila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #666666; line-height: 13.5pt; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;Sering mimpi      buruk sehingga Anda ketakutan dan terus memikirkan kejadian dalam mimpi      itu saat bangun. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Keesokan harinya      Anda kembali mimpi buruk. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: #666666; line-height: 13.5pt; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;"&gt;Tidak bisa      membedakan realita dan mimpi karena tak punya kontrol terhadap diri      sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;(&lt;a href="http://ayahbunda.co.id/"&gt;http://ayahbunda.co.id&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-8233714933356042081?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/8233714933356042081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/mimpi-ibu-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8233714933356042081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8233714933356042081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/mimpi-ibu-baru.html' title='Mimpi Ibu Baru'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-5661773066063089012</id><published>2010-01-10T02:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T02:51:06.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Baru'/><title type='text'>Menghadapi Kelelahan Sebagai Ibu Baru</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #cb447e; font-family: 'Lucida Sans'; font-size: 19.5pt;"&gt;Menghadapi Kelelahan Sebagai Ibu Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #cb447e; font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Selasa, 8/12/2009 | 21:50 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;KOMPAS.com -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Baru dianugerahi anak pertama dan merasa kerepotan? Tenang, seperti kebanyakan ibu baru di seluruh dunia, perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Jangan lantas Anda merasa takut. Nikmati&amp;nbsp; waktu-waktu tersebut dan hadapi dengan tips-tips berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;1. Perlahan tapi pasti&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat dan dinamis. Namun bayi bergerak dengan waktu yang berbeda. Berikan izin kepada diri Anda untuk bisa bergerak sesuai alur waktu dan hidup bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;2. Batasi kewajiban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Anda "hanya" menjadi orangtua baru selama beberapa bulan dalam hidup Anda. Pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat yang terbaik dari keadaan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;3. Curi-curi istirahat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Cobalah untuk memanfaatkan waktu sebisa mungkin untuk beristirahat. Entah itu saat si bayi sedang dirawat oleh orang lain, atau sedang terlelap. Beristirahat memang terasa seperti membuang waktu ketika begitu banyak yang harus Anda lakukan. Namun, dengan menjaga kondisi Anda agar tetap segar dan sehat, segalanya akan lebih mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;4. Manjakan diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Anda sedang melakukan sebuah usaha yang sangat besar untuk mengasuh si kecil. Sangat penting untuk mengisi ulang batere Anda. Bahkan mandi berendam selama 30 menit, meluangkan waktu untuk membaca buku, atau jalan-jalan dengan teman, sudah bisa membantu untuk menyegarkan tubuh Anda. Pikirkan dua atau tiga hal yang bisa dilakukan kurang dari satu jam untuk memanjakan diri Anda, lalu usahakan untuk bisa melakukan hal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;5. Anggap tangisan si bayi adalah caranya untuk berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Bayi Anda perlu untuk belajar mengetahui bahwa dunia ini adalah tempat yang bisa dipercaya dan aman. Kemampuannya untuk bisa mempercayai dunia ini merupakan pondasi yang amat penting untuk membangun kemauannya untuk mempelajari banyak hal di dunia ini. Akan ada saat-saat ia menangis tanpa sebab. Ia sudah cukup kenyang, tidak mengantuk, tidak butuh apa pun kecuali kehadiran Anda, menenangkannya, dan menyokongnya hingga ia selesai menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;6. Minimalisasi ekspektasi Anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orangtua, yang bekerja di luar rumah sebelum kehadiran si bayi, memiliki ekspektasi untuk bisa mengerjakan banyak hal ketika ia ada di rumah. Jika Anda bisa menekan ekspektasi tersebut hingga minimum, maka Anda akan merasa lebih tenang dan tidak stres karena merasa tak mampu menyelesaikan segalanya dengan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;7. Terimalah tawaran bantuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan berpikir pesimis ketika ada yang menawarkan bantuan kepada Anda. Ketika Anda mengiyakan tawaran bantuan tersebut, Anda akan memberikan perasaan "diajak atau diakui". Selain itu, karena merasa bisa membantu orang tersebut, Anda juga membantu diri sendiri karena meringankan beban sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;8. Mintalah bantuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang di sekitar Anda akan tertarik untuk membantu, namun tak begitu paham apa yang bisa ditawarkan. Anda bisa dengan halus mengatakan bantuan apa yang Anda butuhkan dan apa yang ingin mereka lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;9. Berkumpul bersama orangtua baru lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal terberat dalam menjadi orangtua baru adalah mengira bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang memiliki perasaan bingung dan kelelahan yang amat sangat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Akan menjadi sangat mendukung dan membantu untuk bisa menghabiskan waktu bersama orangtua lainnya. Cobalah untuk mencari perkumpulan orangtua baru, bisa lewat rumah sakit, komunitas perkuliahan, bergabung di milis, atau tempat-tempat berkumpul komunitas lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 15.0pt; margin-top: 0in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;10. Nantikan perasaan tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;Membawa pulang seorang bayi ke dalam kehidupan Anda akan mengubah hidup Anda selamanya. Anda akan secara simultan merasa ingin menangis atau malah tiba-tiba menangis tanpa sebab. Ketika Anda mengetahui bahwa kehidupan sebagai orangtua adalah fase yang kaya akan momen-momen emosional (dan ini adalah hal yang alami), maka Anda akan merasa lebih baik, mentolerir, dan bahkan merengkuh perasaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menempuh pekerjaan yang tak ada duanya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NAD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editor: din&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: grey; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Sumber: ivillage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: grey; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;(&lt;a href="http://female.kompas.com/"&gt;http://female.kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-5661773066063089012?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/5661773066063089012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/menghadapi-kelelahan-sebagai-ibu-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5661773066063089012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5661773066063089012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/menghadapi-kelelahan-sebagai-ibu-baru.html' title='Menghadapi Kelelahan Sebagai Ibu Baru'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1001190332236661203</id><published>2010-01-07T22:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:44:12.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home Sweet Home'/><title type='text'>Tips Memilih Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;span class="textiklan00" style="color: #0066cc; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 1.5em; text-decoration: underline;"&gt;Tips Memilih Rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text01" style="color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; font-weight: normal; line-height: 1.4em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img align="left" height="225" src="http://www.griyakita.com/images/upload/artikel/0811A00003.JPG" width="300" /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Rumah merupakan suatu tempat dimana digunakan untuk berteduh, Rumah yang besar belum tentu nyaman, sebaliknya rumah kecil belum tentu tidak nyaman. Bayangkan jika kita memiliki rumah yang besar akan tetapi kondisi rumah yang tidak sehat, atap bocor, kotor dan lain – lain, berarti dalam keaadaan demikian merupakan kondisi rumah yang tidak sehat. Sebaliknya sebagai contoh adalah jika kita memiliki rumah yang kecil bahkan sangat kecil akan tetapi bersih, tertata rapi, ventilasi udara yang bagus, dan lingkungan yang ramah maka dalam hal ini merupakan kondisi rumah yang sehat. Tetapi dalam angan – angan kita selalu berharap memiliki rumah yang besar, nyaman dan sehat.&lt;br /&gt;Kita perlu berhati – hati dalam memilih rumah, kita semua pasti menginginkan rumah yang sempurna, dengan dana yang minim kita selalu berusaha mencari rumah yang sempurna. Maka untuk itu perlu adanya suatu patokan – patokan tertentu ketika kita ingin membeli rumah, Banyak juga diantara kita selalu berpikir asal dapat rumah, ada tipe – tipe yang tidak terlalu pemilih akan tetapi disarankan dalam pemilihan rumah juga memperhitungkan masa depan. Bagaimana jika kita membeli rumah di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan kepribadian anak – anak kita? Tentu saja lingkungan akan selalu mempengaruhi kita dan keluarga kita. Dan apa jadinya karena lokasi yang tidak bagus suatu saat rumah juga sukar laku dijual? Akhirnya terjual tidak sesuai harapan kita. Akhirnya kembali ke kita lagi, bagaimana dulu kita memilihnya? Untuk menghindari hal – hal demikian maka disarankan untuk mempertimbangkan hal – hal atau beberapa saran ketika kita ingin membeli rumah. Diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Membeli Rumah Untuk Tempat Tinggal Menetap Yang Aman,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dalam keaadaan ketika kita ingin memiliki rumah untuk tinggal menetap maka hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;• Keadaan lingkungan, apakah keaadaan lingkungan masyarakatnya ramah, tenang, aman, udara yang segar, bebas polusi dan bebas banjir.&lt;br /&gt;• Keadaan Bangunan, apakah keaadaan rumah layak untuk dihuni, jika tidak layak apakah menguntungkan jika diperbaiki.&lt;br /&gt;• Fasilitas, apakah fasilitas yang tersedia sudah layak, seperti air, listrik, telepon rumah.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;2. Membeli Rumah Untuk Tempat Tinggal Dan Usaha,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dalam kategori ini kita ingin membeli rumah juga untuk ditempati dan juga sebagai tempat membuka usaha seperti toko atau counter. Maka kita juga perlu memperhatikan hal – hal ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;• Lokasi Rumah, apakah lokasi rumah tsb terletak di lokasi yang strategis untuk usaha, jika tidak strategis berarti tidak cocok untuk dalam kategori ini. Strategis sendiri bisa di contohkan seperti lokasi di pinggir jalan besar, di pinggir jalan perkampungan dan contoh lainnya.&lt;br /&gt;• Keadaan Bangunan, apakah keaadaan rumah layak untuk dihuni untuk dibuat tempat usaha, dan pemandangannya apakah sudah menarik.&lt;br /&gt;• Fasilitas, apakah fasilitas yang tersedia sudah layak, seperti air, listrik, telepon rumah.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;3. Membeli Rumah Untuk Investasi,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Dalam kategori ini kita juga harus mempertimbangkan kategori 1 dan 2 diatas. Kita tidak boleh asal – asalan memilih, karena rumah yang akan kita beli untuk investasi siapa tau suatu saat juga akan kita tempati bahkan untuk kita gunakan membuat usaha atau bahkan Kita jual lagi ke orang lain. Jadi dalam pemilihan kategori rumah ini harus kembali mempertimbangkan untuk tips nomor 1 dan nomor 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saran dari Kami, semoga bisa membantu untuk dijadikan referensi bagi pembaca semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sidiq Cahyo Wibowo, On properti-solo.blogspot.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1001190332236661203?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1001190332236661203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/tips-memilih-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1001190332236661203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1001190332236661203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/tips-memilih-rumah.html' title='Tips Memilih Rumah'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-5596392811546208731</id><published>2010-01-07T22:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:16:48.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Bekerja'/><title type='text'>Bahayanya Berada di Titik Kenyamanan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 520px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0in 0in 0in 0in; width: 100.0%;" width="100%"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #f9b52c; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya Berada di Titik Kenyamanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 7.5pt; mso-yfti-irow: 1;"&gt;   &lt;td colspan="2" style="height: 7.5pt; padding: 0in 0in 0in 0in;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in;" valign="top"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Ada pesan yang sangat pas untuk kita yang kini sedang merasakan titik   kenyamanan (comfort zone) di pekerjaan. Misalnya merasa gaji kita sudah   mencukupi, rekan kerja menyenangkan, lingkungan kerja nyaman, dan manajemen /   atasan di tempat kita juga sangat bersahabat. Pesan itu mengatakan begini:   “Walaupun Anda telah berada di tempat yang tepat, tapi kalau Anda diam saja,   maka suatu saat nanti Anda akan sampai di tempat yang salah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Pada prakteknya, ternyata sudah banyak bukti yang membenarkan pesan itu. Misalnya   ada orang yang semula dekat dengan lingkaran kekuasaan / pengambil keputusan   di perusahaan. Karena dia hanya diam saja, akhirnya kekuasaan itu berpikir   untuk mendatangkan orang baru yang dipandang lebih kompeten, lebih memenuhi   tuntutan perkembangan usaha. Tergeserlah posisinya. Banyak pendatang muda   yang lebih enerjik, lebih kompeten, dan lebih loyal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Jadi, kalau mau bicara hakekat, comfort zone itu hakekatnya tidak ada. Karenanya   sering disebut kenyamanan semu. Itulah sebabnya, mau kita saat ini di tempat   yang nyaman atau tidak, akan membahayakan kita jika tidak ada agenda   perubahan yang kita lakukan. Bagaimana agar agenda perubahan itu terus&amp;nbsp;   menyala?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Ada konsep pembelajaran yang bisa dijadikan pedoman. Konsep itu   mengajarkan kita untuk menggunakan ketidakpuasan. Ketidakpuasan itu bisa   membuat hidup kita semakin bagus atau sebaliknya, tergantung apakah kita yang   menggunakan atau yang digunakan (victim). Digunakan untuk apa? Ketidakpuasan   itu bisa kita gunakan untuk mendorong menculnya keinginan berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8.5pt;"&gt;Berubahnya kemana? Berubahnya kita perlu mendapatkan panduan dari visi   atau bentuk perbaikan yang ingin kita raih. Sebisa mungkin kita usahakan yang   SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time). Tentu, tidak   cukup sampai di sini. Yang kita butuhkan pada akhirnya adalah tindakan dalam   bentuk tiga hal, yaitu: learn more (terus belajar), do more (terus berbuat   sesuatu yang nilainya lebih banyak), dan achieve more (terus berprestasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang disebut dengan perubahan diri terarah. Intinya, perubahan itu   memiliki prinsip yang berlaku di seluruh dunia dan sepanjang zaman, seperti   kata Gandhi: “Jika kita ingin melihat perubahan pada diri kita, maka kitalah   yang harus menginisiatifkan perubahan itu terlebih dulu”. Orang lain,   keadaan, dan Tuhan juga akan mendukung. Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 0in 0in 0in;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 19.2pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #333333; font-family: Georgia; font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.sahabatnestle.co.id/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.sahabatnestle.co.id/"&gt;www.sahabatnestle.co.id&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-5596392811546208731?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/5596392811546208731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/bahayanya-berada-di-titik-kenyamanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5596392811546208731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5596392811546208731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/bahayanya-berada-di-titik-kenyamanan.html' title='Bahayanya Berada di Titik Kenyamanan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-5252236322094302185</id><published>2010-01-07T01:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:23:05.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-1546" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;img class="lead_image" src="http://muslim.or.id/gambar/armchair.jpg" alt="" width="280" height="211" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pembaca muslim yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”&lt;/em&gt;(HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-1546" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan tamu dan bertamu. Kami membagi pembahasan ini dalam dua bagian, yaitu adab bagi tuan rumah dan adab bagi tamu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Adab Bagi Tuan Rumah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;1. Ketika mengundang seseorang, hendaknya mengundang orang-orang yang bertakwa, bukan orang yang fajir (bermudah-mudahan dalam dosa), sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;2. Tidak mengkhususkan mengundang orang-orang kaya saja, tanpa mengundang orang miskin, berdasarkan sabda Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;3. Tidak mengundang seorang yang diketahui akan memberatkannya kalau diundang.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;4. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, Beliau bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;5. Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan semampunya saja. Akan tetapi, tetap berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan yang terbaik. Allah ta’ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘alaihis salam&lt;/em&gt; bersama tamu-tamunya:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’”&lt;/em&gt; (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;6. Dalam penyajiannya tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga, tetapi bermaksud untuk mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘alaihis salam&lt;/em&gt;. Beliau diberi gelar “Abu Dhifan” (Bapak para tamu) karena betapa mulianya beliau dalam menjamu tamu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;7. Hendaknya juga, dalam pelayanannya diniatkan untuk memberikan kegembiraan kepada sesama muslim.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;8. Mendahulukan tamu yang sebelah kanan daripada yang sebelah kiri. Hal ini dilakukan apabila para tamu duduk dengan tertib.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;9. Mendahulukan tamu yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.”&lt;/em&gt; (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad). Hadits ini menunjukkan perintah untuk menghormati orang yang lebih tua.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;10. Jangan mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;11. Di antara adab orang yang memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan, tidak tidur sebelum mereka tidur, tidak mengeluhkan kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, dan merasa kehilangan tatkala pamitan pulang.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;12. Mendekatkan makanan kepada tamu tatkala menghidangkan makanan tersebut kepadanya sebagaimana Allah ceritakan tentang Ibrahim ‘alaihis salam,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pada mereka.”&lt;/em&gt; (Qs. Adz-Dzariyat: 27)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;13. Mempercepat untuk menghidangkan makanan bagi tamu sebab hal tersebut merupakan penghormatan bagi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;14. Merupakan adab dari orang yang memberikan hidangan ialah melayani para tamunya dan menampakkan kepada mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dengan wajah yang ceria dan berseri-seri.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;15. Adapun masa penjamuan tamu adalah sebagaimana dalam sabda Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيَْلَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ :يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;16. Hendaknya mengantarkan tamu yang mau pulang sampai ke depan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Adab Bagi Tamu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;1. Bagi seorang yang diundang, hendaknya memenuhinya sesuai waktunya kecuali ada udzur, seperti takut ada sesuatu yang menimpa dirinya atau agamanya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;مَنْ دُعِىَ فَلْيُجِبْ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Barangsiapa yang diundang maka datangilah!”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْـوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Untuk menghadiri undangan maka hendaknya memperhatikan syarat-syarat berikut:&lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Orang yang mengundang bukan orang yang harus dihindari dan dijauhi.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Tidak ada kemungkaran pada tempat undangan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Orang yang mengundang adalah muslim.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Penghasilan orang yang mengundang bukan dari penghasilan yang diharamkan. Namun, ada sebagian ulama menyatakan boleh menghadiri undangan yang pengundangnya berpenghasikan haram. Dosanya bagi orang yang mengundang, tidak bagi yang diundang.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Tidak menggugurkan suatu kewajiban tertentu ketika menghadiri undangan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAgAAZABkAAD/7AARRHVja3kAAQAEAAAAHgAA/+4ADkFkb2JlAGTAAAAAAf/bAIQAEAsLCwwLEAwMEBcPDQ8XGxQQEBQbHxcXFxcXHx4XGhoaGhceHiMlJyUjHi8vMzMvL0BAQEBAQEBAQEBAQEBAQAERDw8RExEVEhIVFBEUERQaFBYWFBomGhocGhomMCMeHh4eIzArLicnJy4rNTUwMDU1QEA/QEBAQEBAQEBAQEBA/8AAEQgABQADAwEiAAIRAQMRAf/EAE4AAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAGAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAomMlEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA/9oADAMBAAIRAxEAPwClzroAA//Z); line-height: 20px; "&gt;Tidak ada mudharat bagi orang yang menghadiri undangan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;2. Hendaknya tidak membeda-bedakan siapa yang mengundang, baik orang yang kaya ataupun orang yang miskin.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;3. Berniatlah bahwa kehadiran kita sebagai tanda hormat kepada sesama muslim. Sebagaimana hadits yang menerangkan bahwa, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Semua amal tergantung niatnya, karena setiap orang tergantung niatnya.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;4. Masuk dengan seizin tuan rumah, begitu juga segera pulang setelah selesai memakan hidangan, kecuali tuan rumah menghendaki tinggal bersama mereka, hal ini sebagaimana dijelaskan Allah ta’ala dalam firman-Nya:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;يَاأََيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَدْخُـلُوْا بُيُـوْتَ النَّبِي ِّإِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَـعَامٍ غَيْرَ نَاظِـرِيْنَ إِنهُ وَلِكنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِـرُوْا وَلاَ مُسْتَئْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إَنَّ ذلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحِي مِنْكُمْ وَاللهُ لاَ يَسْتَحِي مِنَ اْلحَقِّ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.”&lt;/em&gt; (Qs. Al Azab: 53)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;5. Apabila kita dalam keadaan berpuasa, tetap disunnahkan untuk menghadiri undangan karena menampakkan kebahagiaan kepada muslim termasuk bagian ibadah. Puasa tidak menghalangi seseorang untuk menghadiri undangan, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;إذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَانَ صَاِئمًا فَلْيُصَِلِّ وِإِنْ كَانَ مُفْـطِرًا فَلْيُطْعِمْ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika salah seorang di antara kalian di undang, hadirilah! Apabila ia puasa, doakanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;6. Seorang tamu meminta persetujuan tuan untuk menyantap, tidak melihat-lihat ke arah tempat keluarnya perempuan, tidak menolak tempat duduk yang telah disediakan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;7. Termasuk &lt;a title="adab bertamu" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu.html" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;adab bertamu&lt;/a&gt; adalah tidak banyak melirik-lirik kepada wajah orang-orang yang sedang makan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;8. Hendaknya seseorang berusaha semaksimal mungkin agar tidak memberatkan tuan rumah, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam ayat di atas: &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Bila kamu selesai makan, keluarlah!”&lt;/em&gt; (Qs. Al Ahzab: 53)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;9. Sebagai tamu, kita dianjurkan membawa hadiah untuk tuan rumah karena hal ini dapat mempererat kasih sayang antara sesama muslim,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;10. Jika seorang tamu datang bersama orang yang tidak diundang, ia harus meminta izin kepada tuan rumah dahulu, sebagaimana hadits riwayat Ibnu Mas’ud &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;كَانَ مِنَ اْلأَنْصَارِ رَجـُلٌ يُقَالُ لُهُ أَبُوْ شُعَيْبُ وَكَانَ لَهُ غُلاَمٌ لِحَامٌ فَقَالَ اِصْنَعْ لِي طَعَامًا اُدْعُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَدَعَا رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَقَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ دَعَوْتَنَا خَامِسَ خَمْسَةٍ وَهذَا رَجُلٌ قَدْ تَبِعَنَا فَإِنْ شِئْتَ اْذَنْ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ تَرَكْتُهُ قَالَ بَلْ أَذْنْتُ لَهُ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridho, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Suaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”"&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;11. Seorang tamu hendaknya mendoakan orang yang memberi hidangan kepadanya setelah selesai mencicipi makanan tersebut dengan doa:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ, وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارَ,وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ اْلمَلاَئِكَةُ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.”&lt;/em&gt; (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;12. Setelah selesai bertamu hendaklah seorang tamu pulang dengan lapang dada, memperlihatkan budi pekerti yang mulia, dan memaafkan segala kekurangan tuan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Abu Sa’id Satria Buana&lt;br /&gt;Artikel &lt;a title="adab bertamu" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu.html" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-5252236322094302185?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/5252236322094302185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5252236322094302185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5252236322094302185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-bertamu-dan-memuliakan-tamu.html' title='Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1316584728099972782</id><published>2010-01-07T01:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:21:20.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (5)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (5)" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (5)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-48" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tidak mencela makanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, “Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mencela makanan adalah ketika seseorang menikmati hidangan yang disajikan lalu ia mengomentari makanan tersebut dengan mengucapkan terlalu asin, kurang asin, lembek, terlalu keras, tidak matang dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-48" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hikmah dari larangan ini adalah: karena makanan adalah ciptaan Allah sehingga tidak boleh dicela. Di samping itu, mencela makanan menyebabkan orang yang membuat dan menyajikannya menjadi tersinggung (sakit hati). Ia sudah berusaha menyiapkan hidangan dengan sebaik mungkin, namun ternyata hanya mendapatkan celaan. Oleh karena itu syariat melarang mencela makanan agar tidak menimbulkan kesedihan dalam hati seorang muslim.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syekh Muhammad Sholeh al-Utsaimin mengatakan, “&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tha’am&lt;/em&gt; (yang sering diartikan dengan makanan) adalah segala sesuatu yang dinikmati rasanya, baik berupa makanan ataupun minuman. Sepantasnya jika kita diberi suguhan berupa makanan, hendaknya kita menyadari betapa besar nikmat yang telah Allah berikan dengan mempermudah kita untuk mendapatkannya, bersyukur kepada Allah karena mendapatkan nikmat tersebut dan tidak mencelanya. Jika makanan tersebut enak dan terasa menggiurkan, maka hendaklah kita makan. Namun jika tidak demikian, maka tidak perlu kita makan dan kita tidak perlu mencelanya. Dalil mengenai hal ini adalah hadits dari Abu Hurairah. Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya dan tidak mencela makanan tersebut. Misalnya ada orang yang diberi kurma dan kurma yang disuguhkan adalah kurma yang jelek, orang tersebut tidak boleh mengatakan kurma ini jelek. Bahkan kita katakan pada orang tersebut jika engkau suka silakan dimakan dan jika tidak suka, maka janganlah dimakan. Adapun mencela makanan yang merupakan nikmat Allah kepada kita dan hal yang Allah mudahkan untuk kita dapatkan, maka hal ini adalah hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Begitu juga jika ada orang yang membuat satu jenis makanan kemudian disuguhkan kepada kita. Namun ternyata makanan tersebut tidak kita sukai, maka kita tidak boleh mencelanya. Jika masakan ini kau sukai silakan dimakan, dan jika tidak, maka biarkan saja.” (Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/em&gt; Juz VII hal 209-210)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hadits dari Abu Hurairah di atas memuat beberapa kandungan pelajaran, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Setiap makanan yang mubah itu tidak pernah Nabi cela. Sedangkan makanan yang haram tentu Nabi mencela dan melarang untuk menyantapnya.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Hadits di atas menunjukkan betapa luhurnya akhlak Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Beliau adalah seorang yang memperhatikan perasaan orang yang memasak makanan. Oleh karena itu, Nabi tidaklah mencela pekerjaan yang sudah mereka lakukan, tidak menyakiti perasaan dan tidak melakukan hal-hal yang menyedihkan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Hadits di atas juga menunjukkan sopan santun. Boleh jadi suatu makanan tidak disukai oleh seseorang akan tetapi disukai oleh orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Segala sesuatu yang diizinkan oleh syariat tidaklah mengandung cacat. Oleh karena itu tidak boleh dicela.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Hadits di atas merupakan pelajaran yang diberikan Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dalam menyikapi makanan yang tidak disukai, yaitu dengan meninggalkan tanpa mencelanya. (Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bahjatun Nazhirin&lt;/em&gt; Jilid III hal 55)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mencela makanan tidak diperbolehkan, bahkan kita dianjurkan untuk memuji makanan. Dalam&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Riyadhus Shalihin&lt;/em&gt;, Imam Nawawi mengatakan, “Bab tidak boleh mencela makanan dan anjuran untuk memujinya.”&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Jabir &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, suatu ketika Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meminta lauk kepada salah seorang istrinya, lalu sang istri mengatakan, “Kami tidaklah punya lauk kecuali cuka.” Nabi lantas minta diambilkan cuka tersebut. Nabi mengatakan sambil memulai menyantap dengan lauk cuka, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.”&lt;/em&gt; (HR Muslim no 2052)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syekh Muhammad al-Utsaimin mengatakan, “&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Khol&lt;/em&gt; (cuka) adalah sejenis cairan. Jika kurma dimasukkan ke dalamnya, cairan tersebut akan terasa manis sehingga bisa diminum. Perkataan Nabi dalam hadits di atas merupakan sanjungan terhadap makanan, meskipun sebenarnya cuka adalah minuman. Akan tetapi minuman boleh disebut &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tha’am&lt;/em&gt; (makanan) mengingat firman Allah dalam surat al-Baqarah: 249.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Minuman disebut &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tha’am&lt;/em&gt; karena dia mengandung rasa yang dalam bahasa Arab disebut &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tha’mun&lt;/em&gt;. Hadits di atas menunjukkan bahwa di antara petunjuk Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; jika, kita menyukai suatu makanan, hendaklah kita memujinya. Misalnya memuji roti dengan mengatakan, “Roti yang paling enak adalah buatan Fulan.” Atau ucapan pujian semacam itu. Hal ini adalah di antara sunnah Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. (Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus shalihin&lt;/em&gt; Jilid VII hal 210-211)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah:&lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Terpujinya sikap sederhana berkenaan dengan makan karena sikap tersebut adalah di antara kunci agar bisa hidup menyenangkan.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Hendaknya keinginan untuk memakan segala sesuatu yang disukai itu dikontrol. Karena tidak semua yang disukai oleh seseorang harus dibeli dan di makan.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 20px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: decimal !important; "&gt;Anjuran untuk memuji cuka boleh jadi karena cukanya atau untuk menyenangkan orang yang memberikannya. (Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bahjatun Nazhirin&lt;/em&gt; Jilid III hal 56)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menyantap sesudah makanan dingin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Asma’ binti Abu Bakar &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;, jika beliau membuat roti Tsarid maka beliau tutupi roti tersebut dengan sesuatu sampai panasnya hilang. Kemudian beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sesungguhnya hal tersebut lebih besar berkahnya.”&lt;/em&gt; (HR. Darimi no. 2047 dan Ahmad no. 26418, Syaikh al-Albani memasukkan hadits ini dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;S&lt;/em&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ilsilah Shahihah&lt;/em&gt; no. 392)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Hurairah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengatakan, “Makanan itu tidak boleh disantap kecuali jika asap makanan yang panas sudah hilang.” (Dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Irwa’ul Ghalil&lt;/em&gt; no. 1978 Syaikh al-Albani mengatakan shahih diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, 7/2580)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Zaadul Ma’ad&lt;/em&gt; 4/223 Imam Ibnul Qoyyim mengatakan, “Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;tidak pernah menyantap makanan dalam keadaan masih panas.” Yang dimaksud berkah dalam hadits dari Asma’ di atas adalah gizi yang didapatkan sesudah menyantapnya, makanan tersebut tidak menyebabkan gangguan dalam tubuh, membantu untuk melakukan ketaatan dan lain-lain. demikian yang dinyatakan oleh Imam Nawawi dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/em&gt;, 13/172)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;-bersambung insya Allah-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1316584728099972782?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1316584728099972782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1316584728099972782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1316584728099972782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (5)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-3460159548969723248</id><published>2010-01-07T01:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:19:56.765-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (4)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-4.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (4)" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (4)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-45" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mengambil makanan yang jatuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya di makan dan jangan dibiarkan untuk setan”&lt;/em&gt; Dalam riwayat yang lain dinyatakan,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“sesungguhnya setan bersama kalian dalam segala keadaan, sampai-sampai setan bersama kalian pada saat makan. Oleh karena itu jika makanan kalian jatuh ke lantai maka kotorannya hendaknya dibersihkan kemudian di makan dan jangan dibiarkan untuk setan. Jika sudah selesai makan maka hendaknya jari jemari dijilati karena tidak diketahui di bagian manakah makanan tersebut terdapat berkah.”&lt;/em&gt; (HR Muslim no. 2033 dan Ahmad 14218)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-45" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Terdapat banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits di atas di antaranya setan itu selalu mengintai manusia dan menyertainya serta berusaha untuk mendapatkan bagian dari apa yang dilakukan oleh manusia. Setan menyertai manusia sampai-sampai pada saat makan dan minum. Dalam hadits di atas Nabi memerintahkan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada makanan yang jatuh ke lantai baik berupa tanah atau yang lainnya. Kemudian memakannya dan tidak membiarkan makanan tersebut untuk dinikmati oleh setan karena setan adalah musuh manusia, seorang musuh sepantasnya menghalangi musuhnya untuk mendapatkan kesenangan. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa keberkahan makanan itu terletak dalam makanan yang jatuh ke lantai, oleh karena itu kita tidak boleh menyepelekannya. Ada satu catatan penting berkenaan dengan hadits di atas karena Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengatakan bahwa setan itu selalu menyertai manusia oleh karena itu manusia tidak boleh mengingkari hal ini sebagaimana tindakan sebagian orang.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syaikh Muhammad Ibnu Shaleh al-Utsaimin mengatakan, “Jika ada makanan yang jatuh maka jangan dibiarkan akan tetapi diambil, jika pada makanan tersebut ada kotoran maka dibersihkan dan kotorannya tidak perlu dimakan karena kita tidaklah dipaksa untuk memakan sesuatu yang tidak kita sukai. Oleh karena itu kotoran yang melekat pada makanan tersebut kita bersihkan baik kotorannya berupa serpihan kayu, debu atau semacamnya. setelah kotoran tersebut dibersihkan hendaklah kita makan, karena Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Dan janganlah makanan tersebut dibiarkan untuk setan”&lt;/em&gt; karena setan selalu bersama manusia. jika ada orang hendak makan maka setan menyertainya, jika ada orang yang hendak minum maka setan juga menyertainya bahkan jika ada orang yang hendak menyetubuhi istrinya maka setan pun datang dan menyertainya. Jadi setan itu menyertai orang-orang yang lalai dari Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Namun jika kita mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; sebelum makan maka bacaan tersebut menghalangi setan untuk bisa turut makan. Setan sama sekali tidak mampu makan bersama kita jika kita sudah menyebut nama Allah sebelum makan, akan tetapi jika kita tidak mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; maka setan makan bersama kita. Bila kita sudah mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; sebelum makan, maka setan masih menunggu-nunggu adanya makanan yang jatuh ke lantai. Jika makanan yang jatuh tersebut kita ambil maka makanan tersebut menjadi hak kita, namun jika kita biarkan maka setanlah yang memakannya. Jadi, setan tidak menyertai kita ketika kita makan maka dia menyertai kita dalam makanan yang jatuh ke lantai. Oleh karena itu hendaknya kita persempit ruang gerak setan berkenaan dengan makanan yang jatuh. Oleh karena itu, jika ada suapan nasi, kurma atau semacamnya yang jatuh ke lantai maka hendaknya kita ambil. Jika pada makanan yang jatuh tersebut terdapat kotoran berupa debu atau yang lainnya, maka kotoran tersebut hendaknya kita singkirkan dan makanan tersebut kita makan dan tidak kita biarkan untuk setan.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/em&gt;, Juz VII hal 245-246)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tidak mengambil makanan lebih dari satu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Larangan ini berlaku pada saat makan bersama tidak pada saat sendirian, dari Syu’bah dari Jabalah beliau bercerita: “Kami berada di Madinah bersama beberapa penduduk Irak, ketika itu kami mengalami musim paceklik. Ibnu Zubair memberikan bantuan kepada kami berupa kurma. Pada saat itu, Ibnu Umar melewati kami sambil mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melarang mengambil makanan lebih dari satu kecuali sesudah minta izin kepada saudaranya.” (HR Bukhari no. 2455 dan Muslim no 2045) Ibnul Jauzi mengatakan, “Hadits ini berlaku pada saat makan bersama-sama. Pada saat makan bersama biasanya orang hanya mengambil satu kurma saja. Maka jika ada orang yang mengambil lebih dari satu, maka berarti dia lebih banyak daripada yang lain. Sehingga harus minta izin terlebih dahulu dari orang lain.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kaysful Musykil&lt;/em&gt;, 2/565)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tentang hukum larangan dalam hadits di atas, maka ada ulama mengatakan hukumnya haram dan ada pula mengatakan hukumnya makruh. Sedangkan Imam Nawawi berpendapat, perlu rincian dalam hal ini. Beliau mengatakan, “Yang benar perlu ada rincian dalam hal ini.” Jika makanan tersebut adalah milik bersama di antara orang-orang yang memakannya, maka mengambil lebih dari satu hukumnya haram kecuali dengan kerelaan yang lain. Kerelaan tersebut bisa diketahui dengan ucapan yang tegas atau semisalnya, baik berupa indikasi keadaan ataupun isyarat sehingga orang yang hendak mengambil lebih dari satu itu mengetahui dengan yakin atau sangkaan kuat bahwa yang lain itu rela jika dia mengambil lebih dari satu. Akan tetapi jika kerelaan orang lain masih diragukan, maka hukum mengambil makanan lebih dari satu masih tetap haram.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jika makanan tersebut adalah bukan milik salah satu di antara mereka atau milik salah satu di antara orang yang makan bersama, maka hanya disyaratkan adanya kerelaan dari yang memiliki makanan. Jika ada yang mengambil makanan lebih dari satu tanpa kerelaan dari pemilik makanan, maka hukumnya haram. orang yang hendak mengambil lebih dari satu. Dalam hal ini dianjurkan untuk meminta izin kepada orang-orang yang menemaninya makan. Meskipun hal ini tidak diwajibkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jika makanan tersebut adalah milik kita sendiri dan sudah disuguhkan kepada orang lain, maka pemilik makanan tidaklah diharamkan jika mengambil lebih dari satu. Namun jika jumlah makanan tersebut sedikit, maka hendaknya pemilik makanan tidak mengambil lebih dari satu supaya sama rata dengan yang lain. Akan tetapi jika jumlah makanan tersebut berlimpah dan masih bersisa, dan semua sudah mendapat bagian, maka pemilik makanan diperbolehkan mengambil lebih dari satu. Meskipun demikian, secara umum dianjurkan untuk bersikap sopan pada saat makan dan tidak menunjukkan sikap rakus kecuali jika pemilik makanan tersebut sedang tergesa-gesa atau dia dikejar waktu untuk melakukan aktivitas lainnya.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/em&gt;, 13/190)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;-bersambung insya Allah-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-3460159548969723248?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/3460159548969723248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3460159548969723248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3460159548969723248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-4.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (4)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-2424751972291805471</id><published>2010-01-07T01:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:17:16.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (3)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-3.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (3)" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (3)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-44" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Segera makan ketika makanan sudah siap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Anas &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika makan malam sudah disajikan dan Iqamah shalat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam.”&lt;/em&gt; (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Imam Nawawi berkata, “Janganlah tergesa-gesa sehingga selesai makan,” merupakan dalil bahwa orang tersebut diperbolehkan menikmati makanan hingga selesai. Ini merupakan pendapat yang benar. Adapun pendapat sebagian ulama yang mengatakan hendaknya orang tersebut mengambil sesuap makanan untuk mengurangi rasa lapar yang melilit adalah pendapat tidak benar. Karena sabda Nabi di atas tegas menunjukkan tidak benarnya pendapat tersebut.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah shahih Muslim&lt;/em&gt;oleh Imam Nawawi, 5/38)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-44" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;Mengingat hadits di atas, maka Ibnu Umar jika makan malam sudah disajikan dan shalat sudah mulai dilaksanakan, beliau tidak meninggalkan makanan tersebut hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Diriwayatkan dari Nafi’, beliau mengatakan terkadang Ibnu Umar mengutusnya untuk satu keperluan, padahal beliau sedang berpuasa. Kemudian makan malam disajikan kepada Ibnu Umar, sedangkan shalat Magrib sudah dikumandangkan. Bahkan beliau mendengar suara bacaan imam (shalat) yang sudah mulai shalat, tetapi beliau tidak meninggalkan makan malamnya, tidak pula tergesa-gesa, sehingga menyelesaikan makan malamnya. Setelah itu beliau baru keluar dan melaksanakan shalat. Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Janganlah kalian tergesa-gesa menyelesaikan makan malam kalian jika sudah disajikan.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hikmah dari larangan dalam hadits di atas adalah supaya kita tidak melaksanakan shalat dalam keadaan sangat ingin makan, sehingga hal tersebut mengganggu shalat kita dan menghilangkan kekhusyukannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Suatu ketika Abu Hurairah dan Ibnu Abbas sedang makan lalu muazin hendak mengumandangkan iqamat. Ibnu Abbas lalu mengatakan kepada muazin tersebut, “Janganlah engkau tergesa-gesa supaya kita tidak melaksanakan shalat dalam keadaan membayangkan makanan.” (HR. Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah. Sanad riwayat ini dinilai hasan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 2/189)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketentuan dalam hadits di atas tidak hanya berlaku untuk makan malam, namun juga berlaku untuk semua makanan yang sangat kita inginkan, mengingat hadits dari Aisyah dia mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Tidak sah shalat saat makanan sudah disajikan dan pada saat menahan buang air besar dn buang air kecil.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Perbuatan Ibnu Umar sebagaimana dalam riwayat Ahmad di atas menunjukkan, bahwa makan itu lebih diutamakan dari pada shalat secara mutlak. Tetapi ada ulama yang menyatakan, bahwa makan itu lebih diutamakan dalam shalat pada saat kita sangat ingin untuk makan. Oleh karena itu jika kita sedang sangat ingin makan, maka yang paling utama adalah menyantap makanan terlebih dahulu, sehingga kita bisa shalat dalam keadaan khusyuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Darda &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengatakan, “Di antara tanda kepahaman agama yang dimiliki seseorang adalah menyelesaikan kebutuhannya terlebih dahulu sehingga bisa melaksanakan shalat dalam keadaan konsentrasi.” (HR. Bukhari tanpa sanad. Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 2/187)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al-Hasan bin Ali mengatakan, “makan malam sebelum melaksanakan shalat itu bisa menghilangkan jiwa yang sering tidak bisa konsentrasi.” (Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 2/189)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ringkasnya, pendapat yang benar adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Hajar, “Seluruh riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa sebab diperintahkannya makan terlebih dahulu daripada shalat adalah mencegah keinginan untuk makan (ketika sedang shalat). Oleh karena itu, seyogyanya ketentuan ini dijalankan, jika sebab perintah ada. Dan tidak dijalankan jika sebab perintah itu tidak ada.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 2/189-190).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tetapi, jika makanan sudah disajikan namun kita tidak dalam kondisi terlalu lapar, maka hendaknya kita lebih mengutamakan shalat dari pada makan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Makan dengan tiga jari&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara petunjuk Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sesudah selesai makan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, “Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim no. 20232 dan lainnya)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berkenaan dengan hadits ini Ibnu Utsaimin mengatakan, “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan tidak rakus dan ketawadhu’an. Akan tetapi hal ini berlaku untuk makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari. Adapun makanan yang tidak bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari, maka diperbolehkan untuk menggunakan lebih dari tiga jari, misalnya nasi. Namun, makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari maka hendaknya kita hanya menggunakan tiga jari saja, karena hal itu merupakan sunnah Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus shalihin&lt;/em&gt; Juz VII hal 243)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menjilati jari dan sisa makanan (-ed)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Ibnu Abbas &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika salah satu di antara kalian makan, maka janganlah dia bersihkan tangannya sehingga dia jilati atau dia minta orang lain untuk menjilatinya.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 5456 dan Muslim no. 2031)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud dinyatakan, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Maka janganlah dia bersihkan tangannya dengan sapu tangan sehingga dia jilati atau dia minta orang lain untuk menjilatinya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Alasan mengapa Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memerintahkan hal di atas dijelaskan dalam hadits yang lain dari Jabir bin Abdillah, “Sesungguhnya Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;memerintahkan untuk menjilati jari dan piring yang digunakan untuk makan. Beliau bersabda,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di manakah letak berkah makanan tersebut.”&lt;/em&gt; Maksudnya, makanan yang kita nikmati itu mengandung berkah. Namun kita tidak mengetahui letak keberkahan tersebut. Apakah dalam makanan yang sudah kita santap, ataukah yang tersisa dan melekat di jari, ataukah yang tersisa di piring, ataukah berada dalam suapan yang jatuh ke lantai. Oleh karena itu hendaknya kita memperhatikan itu semua agar mendapatkan keberkahan. Yang dimaksud berkah adalah tambahan kebaikan, yaitu kebaikan yang bersifat permanen dan bisa menikmati kebaikan tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan keberkahan makanan adalah bisa mengenyangkan, tidak menimbulkan gangguan pada tubuh, menjadi sumber energi untuk berbuat ketaatan dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibnu Ustaimin mengatakan, “Seyogyanya jika sudah selesai makan, jari-jari yang dipakai untuk makan dijilat terlebih dahulu sebelum dibersihkan dengan sapu tangan sebagaimana perintah Nabi&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.” Beliau memerintahkan untuk menjilati jari atau meminta orang lain untuk menjilati jari kita. Mengenai menjilati jari sendiri maka ini adalah satu perkara yang jelas. Sedangkan meminta orang lain untuk menjilati jari kita adalah sesuatu hal yang mungkin terjadi. Jika rasa cinta suami istri itu sangatlah kuat, maka sangatlah mungkin seorang istri menjilati tangan suaminya, atau seorang suami menjilati tangan istrinya. Jadi hal ini adalah suatu hal yang mungkin terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ada orang yang berkomentar bahwa Nabi tidak mungkin menyampaikan perkataan di atas. Bagaimanakah kita minta orang lain untuk menjilati jari kita? Syaikh Utsaimin menyatakan bahwa Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; hanyalah menyampaikan kebenaran dan beliau mustahil menyampaikan sesuatu yang tidak mungkin. Jadi, melaksanakan sabda Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; di atas adalah satu hal yang mungkin sekali.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Misalnya ada seorang atau ada orang tua yang sangat mencintai anak-anaknya yang masih kecil, lalu orang tua tersebut menjilati jari-jari anaknya, sesudah anak-anak tersebut selesai makan. Ini adalah suatu hal yang mungkin terjadi. Sehingga yang sesuai dengan sunnah adalah menjilati tangan sendiri atau meminta orang lain untuk menjilatinya. Akan tetapi dalam hal ini ada kelapangan, karena Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak mengatakan, “Maka hendaklah dia minta orang lain untuk menjilati jarinya.” Seandainya Nabi mengatakan demikian, tentu kita harus memaksa orang lain untuk sesuatu yang sulit dia kerjakan.”&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Beliau juga mengatakan, “Ada orang yang menyampaikan informasi kepadaku yang bersumberkan dari keterangan salah seorang dokter, bahwa ruas-ruas jari tangan ketika digunakan untuk makan itu mengeluarkan sejenis cairan yang membantu proses pencernaan makan dalam lambung. Seandainya informasi ini benar maka ini adalah di antara manfaat mengamalkan sunnah di atas. Jika manfaat secara medis tersebut memang ada, maka patut disyukuri. Akan tetapi jika tidak terjadi, maka hal tersebut tidaklah menyusahkan kita karena yang penting bagi kita adalah melaksanakan perintah Nabi.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/em&gt; Juz VII hal 243-245)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mengenai menjilati piring yang digunakan untuk makan, Ibnu Utsaimin mengatakan, “Selayaknya piring atau wadah yang dipakai untuk meletakkan makanan dijilati. Artinya jika kita sudah selesai makan, maka hendaknya kita jilati bagian pinggir dari piring tersebut sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, karena kita tidak mengetahui letak keberkahan makanan. Satu hal yang ironi, banyak orang yang selesai makan namun tidak melaksanakan sunnah Nabi ini sehingga kita dapatkan piring-piring makanan tersebut sebagaimana semula. Sebab terjadinya hal ini adalah ketidakpahaman akan sunnah Nabi. Seandainya orang-orang alim mau menasihati orang-orang awam untuk melaksanakan sunnah Nabi berkenaan dengan makan dan minum ketika mereka makan bersama orang-orang awam, tentu berbagai sunnah Nabi ini akan tersebar luas. Semoga Allah memaafkan kita karena betapa seringnya kita meremehkan dan tidak melaksanakan sunnah-sunnah Nabi.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/em&gt; Juz VII hal 245)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;-bersambung insya Allah-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-2424751972291805471?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/2424751972291805471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/2424751972291805471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/2424751972291805471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-3.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (3)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-6161003130398052115</id><published>2010-01-07T01:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:15:40.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-1.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-42" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p class="arab" align="right" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Tahoma, 'Traditional Arabic', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 22px; "&gt;{ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ }&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.”&lt;/em&gt; (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-42" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hadits di atas mengandung tiga adab makan:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pertama, membaca basmallah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara sunnah Nabi adalah mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; sebelum makan dan minum dan mengakhirinya dengan memuji Allah. Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang halal.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menyebut nama Allah sebelum makan berfungsi mencegah setan dari ikut berpartisipasi menikmati makanan tersebut. Hudzaifah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengatakan, “Apabila kami makan bersama Nabi&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, maka kami tidak memulainya sehingga Nabi memulai makan. Suatu hari kami makan bersama Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil seakan-akan anak tersebut terdorong untuk meletakkan tangannya dalam makanan yang sudah disediakan. Dengan segera Nabi memegang tangan anak tersebut. Tidak lama sesudah itu datanglah seorang Arab Badui. Dia datang seakan-akan di dorong oleh sesuatu. Nabi lantas memegang tangannya. Sesudah itu Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sesungguhnya syaitan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Syaitan datang bersama anak gadis tersebut dengan maksud supaya bisa turut menikmati makanan yang ada karena gadis tersebut belum menyebut nama Allah sebelum makan. Oleh karena itu aku memegang tangan anak tersebut. Syaitan pun lantas datang bersama anak Badui tersebut supaya bisa turut menikmati makanan. Oleh karena itu, ku pegang tangan Arab Badui itu. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya sesungguhnya tangan syaitan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.”&lt;/em&gt; (HR Muslim no. 2017)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bacaan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; tanpa tambahan ar-&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rahman&lt;/em&gt; dan ar-&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rahim&lt;/em&gt;. Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.”&lt;/em&gt; (HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir) Dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;silsilah hadits shahihah&lt;/em&gt;, 1/611 Syaikh al-Albani mengatakan, “Sanad hadits ini shahih menurut persyaratan Imam Bukhari dan Imam Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibnu Hajar al-Astqalani mengatakan, “Aku tidak mengetahui satu dalil khusus yang mendukung klaim Imam Nawawi bahwa ucapan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillahirramanirrahim&lt;/em&gt; ketika hendak makan itu lebih afdhal.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 9/431)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Apabila kita baru teringat kalau belum mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; sesudah kita memulai makan, maka hendaknya kita mengucapkan bacaan yang Nabi ajarkan sebagaimana dalam hadits berikut ini, dari Aisyah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika salah satu kalian hendak makan, maka hendaklah menyebut nama Allah. Jika dia lupa untuk menyebut nama Allah di awal makan, maka hendaklah mengucapkan bismillahi awalahu wa akhirahu.”&lt;/em&gt; (HR Abu Dawud no. 3767 dan dishahihkan oleh al-Albani)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Apabila kita selesai makan dan minum lalu kita memuji nama Allah maka ternyata amal yang nampaknya sepele ini menjadi sebab kita mendapatkan ridha Allah. Dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah sesudahnya atau meneguk minuman lalu memuji Allah sesudahnya.”&lt;/em&gt; (HR Muslim no. 2734)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bentuk bacaan tahmid sesudah makan sangatlah banyak. Diantaranya adalah dari Abu Umamah, sesungguhnya Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; jika selesai makan mengucapkan:&lt;/p&gt;&lt;p class="arab" align="right" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Tahoma, 'Traditional Arabic', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 22px; "&gt;{ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مَكْفُورٍ }&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“segala puji milik Allah Dzat yang mencukupi kita dan menghilangkan dahaga kita, pujian yang tidak terbatas dan tanpa diingkari.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Terkadang beliau juga mengucapkan:&lt;/p&gt;&lt;p class="arab" align="right" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Tahoma, 'Traditional Arabic', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 22px; "&gt;{ الـحَمْدُ للـهِ حَمْداً كَثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ، غَيْرَ [مَكْفِيٍّ ولا] مُوَدَّعٍ، ولا مُسْتَغْنَىً عَنْهُ رَبَّنَا }&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan penuh berkah meski bukanlah pujian yang mencukupi dan memadai, dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Abdurrahman bin Jubair dia mendapat cerita dari seorang yang melayani Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; selama delapan tahun. Orang tersebut mengatakan, ia mendengar Rasulullah&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengucapkan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; apabila makanan disuguhkan kepada beliau. Apabila selesai makan Nabi berdoa: &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Allahumma Ath’amta wa Asqaita wa Aqnaita wa Ahyaita falillahil hamdu ala ma A’thaita&lt;/em&gt; yang artinya, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Ya Allah engkaulah yang memberi makan memberi minum, memberi berbagai barang kebutuhan, memberi petunjuk dan menghidupkan. Maka hanya untukmu segala puji atas segala yang kau beri.”&lt;/em&gt; (HR Ahmad 4/62, 5/375 al-Albani mengatakan sanad hadits ini shahih. Lihat &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;silsilah shahihah&lt;/em&gt;, 1/111)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa ketika kita hendak makan cukup mengucap &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bismillah&lt;/em&gt; saja tanpa&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;arrahman&lt;/em&gt; dan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;arrahim&lt;/em&gt; dan demikianlah yang dilakukan oleh Nabi sebagaimana tertera tegas dalam hadits di atas. Di samping bacaan-bacaan tahmid di atas, sebenarnya masih terdapat bacaan-bacaan yang lain. Dan yang paling baik dalam hal ini adalah berganti-ganti, terkadang dengan bentuk bacaan tahmid yang ini dan terkadang dalam bentuk bacaan tahmid yang lain. Dengan demikian kita bisa menghafal semua bacaan doa yang Nabi ajarkan serta mendapatkan keberkahan dari semua bacaan-bacaan tersebut. Di samping itu kita bisa meresapi makna-makna yang terkandung dalam masing-masing bacaan tahmid karena kita sering berganti-ganti bacaan. Jika kita membiasakan melakukan perkara tertentu seperti membaca bacaan zikir tertentu, maka jika ini berlangsung terus menerus kita kesulitan untuk meresapi makna-makna yang kita baca, karena seakan-akan sudah menjadi suatu hal yang refleks dan otomatis&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kedua, makan dan minum menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Jabir bin Aabdillah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.”&lt;/em&gt;(HR Muslim no. 2019) dari Umar &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tangan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.”&lt;/em&gt; (HR Muslim no. 2020) Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kasyful Musykil&lt;/em&gt;, hal 2/594)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meskipun hadits-hadits tentang hal ini sangatlah terkenal dan bisa kita katakan orang awam pun mengetahuinya, akan tetapi sangat disayangkan masih ada sebagian kaum muslimin yang bersih kukuh untuk tetap makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Apabila ada yang mengingatkan, maka dengan ringannya menjawab karena sudah terlanjur jadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Tidak disangsikan lagi bahwa prinsip seperti ini merupakan tipuan syaitan agar manusia jauh dari mengikuti aturan Allah yang Maha Penyayang. Lebih parah lagi jika makan dan minum dengan tangan kiri ini disebabkan faktor kesombongan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari Salamah bin Akwa &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; beliau bercerita bahwa ada seorang yang makan dengan menggunakan tangan kiri di dekat Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Melihat hal tersebut Nabi bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Makanlah dengan tangan kananmu.”&lt;/em&gt; “Aku tidak bisa makan dengan tangan kanan,” sahut orang tersebut. Nabi lantas bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Engkau memang tidak biasa menggunakan tangan kananmu.”&lt;/em&gt; Tidak ada yang menghalangi orang tersebut untuk menuruti perintah Nabi kecuali kesombongan. Oleh karena itu orang tersebut tidak bisa lagi mengangkat tangan kanannya ke mulutnya.” (HR Muslim no. 2021)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam riwayat Ahmad no. 16064 dinyatakan, “Maka tangan kanan orang tersebut tidak lagi bisa sampai ke mulutnya sejak saat itu.” Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa kita diperbolehkan untuk mendoakan kejelekan terhadap orang yang tidak melaksanakan aturan syariat tanpa aturan yang bisa dibenarkan. Hadits di atas juga menunjukkan bahwasanya amar ma’ruf nahi munkar itu dilakukan dalam segala keadaan. Sampai-sampai meskipun sedang makan. Di samping itu hadits di atas juga menunjukkan adanya anjuran mengajari adab makan terhadap orang yang tidak melaksanakannya (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syarah shahih Muslim&lt;/em&gt;, 14/161)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meskipun demikian jika memang terdapat alasan yang bisa dibenarkan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati makanan dengan tangan kanannya karena suatu penyakit atau sebab lain, maka diperbolehkan makan dengan menggunakan tangan kiri. Dalilnya firman Allah,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”&lt;/em&gt; (QS. al-Baqarah: 286)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketiga, memakan makanan yang berada di dekat kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Umar bin Abi Salamah meriwayatkan, “Suatu hari aku makan bersama Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, dan aku mengambil daging yang berada di pinggir nampan, lantas Nabi bersabda,&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Makanlah makanan yang berada di dekatmu.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim, no. 2022)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hikmah dari larangan mengambil makanan yang berada di hadapan orang lain, adalah perbuatan kurang sopan, bahkan boleh jadi orang lain merasa jijik dengan perbuatan itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anas bin Malik meriwayatkan, “Ada seorang penjahit yang mengundang Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; untuk menikmati makanan yang ia buat. Aku ikut pergi menemani Nabi. Orang tersebut menyuguhkan roti yang terbuat dari gandum kasar dan kuah yang mengandung labu dan dendeng. Aku melihat Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; selalu mengambil labu yang berada di pinggir nampan.” (HR. Bukhari, no. 5436, dan Muslim no. 2041)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kalau lihat hadits ini, Nabi pernah tidak hanya memakan makanan yang berada di dekat beliau, tetapi juga di depan orang lain. Sehingga untuk kompromi dua hadits tersebut, Ibnu Abdil Bar dalam&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;at-Tamhiid&lt;/em&gt; Jilid I halaman 277, mengatakan, &lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika dalam satu jamuan ada dua jenis atau beberapa macam lauk, atau jenis makanan yang lain, maka diperbolehkan untuk mengambil makanan yang tidak berada di dekat kita. Apabila hal tersebut dimaksudkan untuk memilih makanan yang dikehendaki. Sedangkan maksud Nabi, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Makanlah makanan yang ada di dekatmu”&lt;/em&gt; adalah karena makanan pada saat itu hanya satu jenis saja. Demikian penjelasan para ulama”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;-bersambung insya Allah-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-6161003130398052115?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/6161003130398052115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/6161003130398052115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/6161003130398052115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-1.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-5363634362374952223</id><published>2010-01-07T01:12:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T01:13:42.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (2)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', Arial, Verdana, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;h3 class="main-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 10px; font-size: 18px; font-weight: bold; line-height: 20px; font-family: Arial, Verdana, 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (2)" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(202, 0, 0); text-decoration: none; font-size: 28px; font-weight: bold; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Garamond, 'Times New Roman', sans-serif; font-style: normal; letter-spacing: -2px; line-height: 30px; display: block; "&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (2)&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-single clearfix" id="post-43" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: left; font-size: 13px; line-height: 1.8em; display: block; "&gt;&lt;div class="image-feature" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 20px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; float: left; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anjuran makan dari pinggir piring&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Diriwayatkan dari Ibn Abbas &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, bahwa Nabi bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.”&lt;/em&gt; (HR Abu Dawud no. 3772, Ahmad, 2435, Ibnu Majah, 3277 dan Tirmidzi, 1805. Imam Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hasan shahih.”)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-43" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hikmah larangan makan dari bagian tengah piring adalah, agar kita mendapatkan keberkahan yang berada di tengah-tengah makanan. Jika sedang makan bersama (baca: &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kembulan &lt;/em&gt;-Jawa, sepiring berdua atau lebih) terdapat hikmah yang lain, yaitu orang yang mengambil makanan berada di tengah, di nilai orang yang tidak sopan dan memilih yang enak-enak saja untuk dirinya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam hal ini, tidak ditemukan satu pun hadits shahih yang membicarakan tentang cuci tangan sebelum makan, namun hanya berstatus hasan. Imam Baihaqi mengatakan, “Hadits tentang cuci tangan sesudah makan adalah hadits yang berstatus hasan, tidak terdapat hadits yang shahih tentang cuci tangan sebelum makan.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Adabus Syar’iyyah&lt;/em&gt;, 3/212)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Walau demikian, cuci tangan sebelum makan tetap dianjurkan, untuk menghilangkan kotoran atau hal-hal yang berbahaya bagi tubuh yang melekat di tangan kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tentang cuci tangan sebelum makan, Imam Ahmad memiliki dua pendapat: pertama menyatakan makruh. Sedangkan yang kedua menyatakan dianjurkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Imam Malik lebih merinci hal ini, beliau berpendapat, dianjurkan cuci tangan sebelum makan jika terdapat kotoran di tangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibnu Muflih mengisyaratkan, bahwa cuci tangan sebelum makan itu tetap dianjurkan, dan ini merupakan pendapat beberapa ulama. Dalam hal ini ada kelapangan. Artinya jika dirasa perlu cuci tangan, jika dirasa tidak perlu tidak mengapa.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mengenai cuci tangan sesudah makan, Abu Hurairah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; meriwayatkan, bahwa Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, no. 7515, Abu Dawud, 3852 dan lain-lain, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam riwayat lain, Abu Hurairah menyatakan, bahwa Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;pernah makan belikat kambing. Sesudah selesai makan beliau berkumur-kumur, mencuci dua tangannya baru melaksanakan shalat. (HR. Ahmad, 27486 dan Ibn Majah 493, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abban bin Utsman bercerita, bahwa Utsman bin Affan pernah makan roti yang bercampur dengan daging, setelah selesai makan beliau berkumur-kumur dan mencuci kedua tangan beliau. Lalu dua tangan tersebut beliau usapkan ke wajahnya. Setelah itu beliau melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR. Malik, no. 53)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Keadaan junub hendak makan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jika kita dalam kondisi junub dan hendak makan, maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Aisyah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; menuturkan, bahwa Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; jika dalam keadaan junub lalu hendak makan atau tidur, maka beliau berwudhu terlebih dahulu, seperti berwudhu untuk shalat.” (HR Bukhari, no. 286 dan Muslim, no. 305)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nafi’ mengatakan, bahwa Ibnu Umar jika ingin tidur atau ingin makan dalam kondisi junub maka beliau membasuh wajah dan kedua tangannya sampai siku dan mengusap kepala. (baca: berwudhu) sesudah itu beliau baru makan atau tidur.” (HR Malik, no. 111)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Kami tidak mengetahui seorang pun ulama yang menganjurkan berwudhu sebelum makan kecuali dalam keadaan junub.” (Adab Syar’iyyah 3/214)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Aisyah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; mengatakan, bahwa Rasulullah bila hendak tidur dalam keadaan junub maka beliau berwudhu terlebih dahulu, dan apabila beliau hendak makan maka beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR Nasa’i no. 256, Ahmad, 24353, dan lain-lain)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Silsilah ash-Shahihah&lt;/em&gt;, 1/674, syaikh al-Albani berdalil dengan hadits di atas untuk menganjurkan mencuci tangan sebelum makan secara mutlak baik dalam kondisi junub ataupun tidak. Tetapi pendapat beliau itu kurang tepat, mengingat beberapa alasan: &lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pertama&lt;/strong&gt;, hadits di atas berisi penjelasan tentang makan minum dan tidur Nabi pada saat beliau dalam keadaan junub.&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, dalam sebagian riwayat digunakan kata-kata ‘berwudhu’ sedangkan dalam riwayat yang lain disebutkan mencuci dua tangan sebagaimana dalam hadits di atas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua perbuatan di atas boleh dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;As-Sindi mengatakan, “Terkadang Nabi cuma membasuh kedua tangannya untuk menunjukkan bolehnya hal tersebut dan terkadang Nabi berwudhu agar lebih sempurna.” (Sunan Nasa’i dengan hasyiyah as-Sindi, 1/138 –139)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, para Ulama ahli hadits, seperti Imam Malik, Ahmad, Ibnu Taimiyyah, Nasai dan lain-lain menyampaikan hadits ini, akan tetapi mereka tidak menganjurkan cuci tangan sebelum makan secara mutlak, sebagaimana yang dilakukan oleh syekh al-Albani. Hal ini menunjukkan, bahwa menurut para ulama-ulama di atas hadits tadi hanya berlaku pada saat dalam kondisi junub.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Intinya, anjuran berwudhu dan cuci tangan sebelum makan yang terdapat dalam hadits di atas hanya dianjurkan saat dalam kondisi junub.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tidak duduk sambil bersandar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau, &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.”&lt;/em&gt; (HR Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Yang dimaksud duduk sambil bersandar dalam hadits tersebut adalah segala bentuk duduk yang bisa disebut duduk sambil bersandar, dan tidak terbatas dengan duduk tertentu. Makan sambil bersandar dimakruhkan dikarenakan hal tersebut merupakan duduknya orang yang hendak makan dengan lahap.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibnu Hajar mengatakan, “Jika sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.” (&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 9/452)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tentang duduk dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hasan bin al-Muqri dalam kitab &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syama’il&lt;/em&gt;. Dalam riwayat itu dinyatakan, bahwa duduk Nabi menekuk lututnya yang kiri dan menegakkan kaki kanan. Tetapi sanad hadits ini didha’ifkan oleh al-’Iraqi dalam takhrij Ihya’ Ulumuddin, 2/6.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara bentuk duduk bersandar adalah duduk bersandar dengan tangan kiri yang diletakkan di lantai. Ibnu ‘Addi meriwayatkan sebuah hadits yang mengatakan, bahwa Nabi &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melarang bersandar dengan tangan kiri pada saat makan. Namun sanad hadits ini juga dinyatakan lemah oleh Ibnu Hajar dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 9/452. Meskipun demikian cara duduk seperti itu tetap dimakruhkan, sebagaimana perkataan Imam Malik. Beliau mengatakan, bahwa duduk semacam itu termasuk duduk bersandar.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tidak tengkurap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Termasuk gaya makan yang terlarang adalah makan sambil tengkurap. Dari Ibnu Umar &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; beliau mengatakan, “Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; melarang dua jenis makanan: yaitu duduk dalam jamuan makan yang menyuguhkan minum-minuman keras dan makan sambil tengkurap.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majjah. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Zaadul Maad&lt;/em&gt;, 4/221, Ibnul Qayyim mengatakan, bahwa Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; makan sambil duduk dengan meletakkan pantat di atas lantai dan menegakkan dua betis kaki. Dan diriwayatkan pula, bahwa Nabi makan sambil berlutut dan bagian dalam telapak kaki kiri diletakkan di atas punggung telapak kaki kanan. Hal ini beliau lakukan sebagai bentuk tawadhu’ kepada Allah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Cara duduk pertama yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, beliau mengatakan, “Aku melihat Nabi Muhammad &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memakan kurma sambil duduk dengan meletakkan pantat di atas lantai dan menegakkan dua betis kaki.” (HR Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dan cara duduk kedua, diriwayatkan dari Abdullah bin Busrin, “Aku memberi hadiah daging kambing kepada Rasulullah &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, lalu beliau memakannya sambil duduk berlutut. Ada seorang Arab Badui mengatakan, “Mengapa engkau duduk dengan gaya seperti itu? Lalu Nabi bersabda, “&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sesungguhnya Allah menjadikanku seorang hamba yang mulia dan tidak menjadikanku orang yang sombong dan suka menentang.”&lt;/em&gt; (HR Ibnu Majah, sanad hadits ini dinilai hasan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 9/452).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;-bersambung insya Allah-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 25px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-5363634362374952223?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/5363634362374952223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5363634362374952223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/5363634362374952223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-2.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (2)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-8908137372170442670</id><published>2010-01-07T01:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T01:11:22.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab/Etika'/><title type='text'>Adab-Adab Makan Seorang Muslim (6)</title><content type='html'>&lt;h3 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="color:black"&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html" title="Permanent Link Adab-Adab Makan Seorang Muslim (6)"&gt;&lt;span style="font-size:21.0pt;color:#CA0000;letter-spacing:-1.5pt;text-decoration: none;text-underline:none"&gt;Adab-Adab Makan Seorang Muslim (6)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Makan dan minum sambil berdiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Di kota-kota besar undangan pesta sering kali dilakukan dengan fasilitas dan hiburan yang serba mewah. Ketersediaan fasilitas dan hidangan VIP memang mengundang selera, namun kadang ada yang lupa, ketersediaan tempat duduk walaupun lesehan acap kali ditinggalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Berkaitan dengan makan dan minum sambil berdiri, kita temukan beberapa hadits yang seolah-olah kontradiktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Hadits-Hadits yang melarang minum sambil berdiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Anas&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;beliau mengatakan bahwa Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;melarang sambil minum berdiri. (HR. Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775 dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Abu Sa’id al-Khudriy, beliau mengatakan bahwa Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim no. 2025, dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Abu Hurairah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;bersabda,&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(HR. Ahmad no 8135)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya minum sambil berdiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari An-Nazal, beliau menceritakan bahwa Ali&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;mendatangi pintu ar-Raghbah lalu minum sambil berdiri. Setelah itu beliau mengatakan, “Sesungguhnya banyak orang tidak suka minum sambil berdiri, padahal aku melihat Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;pernah melakukan sebagaimana yang baru saja aku lihat.” (HR. Bukhari no. 5615)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam riwayat Ahmad dinyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Apa yang kalian lihat jika aku minum sambil berdiri. Sungguh aku melihat Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;pernah minum sambil berdiri. Jika aku minum sambil duduk maka sungguh aku pernah melihat Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;minum sambil duduk.” (HR Ahmad no 797)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Ibnu Umar beliau mengatakan, “Di masa Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;kami minum sambil berdiri dan makan sambil berjalan.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: ES"&gt;(HR. Ahmad no 4587 dan Ibnu Majah no. 3301 serta dishahihkan oleh al-Albany)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: ES"&gt;Di samping itu Aisyah dan Said bin Abi Waqqash juga memperbolehkan minum sambil berdiri, diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Ibnu Zubaer bahwa beliau berdua minum sambil berdiri. (lihat&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;al-Muwatha&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 1720 – 1722)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: ES"&gt;Mengenai hadits-hadits di atas ada Ulama yang berkesimpulan bahwa minum sambil berdiri itu diperbolehkan meskipun yang lebih baik adalah minum sambil duduk. Di antara mereka adalah Imam Nawawi, dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Riyadhus Shalihin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;beliau mengatakan, “Bab penjelasan tentang bolehnya minum sambil berdiri dan penjelasan tentang yang lebih sempurna dan lebih utama adalah minum sambil duduk.” Pendapat Imam Nawawi ini diamini oleh Syaikh Utsaimin dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, beliau mengatakan, “Yang lebih utama saat makan dan minum adalah sambil duduk karena hal ini merupakan kebiasaan Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, beliau tidak makan sambil berdiri demikian juga tidak minum sambil berdiri. Mengenai minum sambil berdiri terdapat hadits yang shahih dari Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;tentang larangan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Anas bin Malik ditanya tentang bagaimana kalau makan sambil berdiri, maka beliau mengatakan, “Itu lebih jelek dan lebih kotor.” Maksudnya jika Nabi melarang minum sambil berdiri maka lebih-lebih lagi makan sambil berdiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam hadits dari Ibnu Umar yang diriwayatkan dan dishahihkan oleh Tirmidzi, Ibnu Umar mengatakan, “Di masa Nabi kami makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri. Hadits ini menunjukkan bahwa larangan minum sambil berdiri itu tidaklah haram akan tetapi melakukan hal yang kurang utama. Dengan kata lain yang lebih baik dan lebih sempurna adalah makan dan minum sambil duduk. Namun boleh makan dan minum sambil berdiri. Dalil tentang bolehnya minum sambil berdiri adalah dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Nabi lalu beliau meminumnya sambil berdiri.” (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Jilid VII hal 267)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam kitab yang sama di halaman 271-272, beliau mengatakan, “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang berkah. Nabi mengatakan,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Air zam-zam adalah makanan yang mengenyangkan dan penyembuh penyakit.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(HR Muslim no 2473) Dalam hadits yang lain Nabi mengatakan,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(HR. Ahmad dan Ibnu Majah dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Targhib wa Tarhib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;2/168 al-Hafidz al-Mundziri mengatakan tentang hadits ini, diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Oleh karenanya, jika air zam-zam di minum untuk menghilangkan dahaga maka dahaga pasti lenyap dan jika diminum karena lapar maka peminumnya pasti kenyang. Berdasarkan makna umum yang terkandung dalam hadits kedua tersebut&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;-”Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;- sebagian ulama menyatakan orang sakit yang meminum air zam-zam untuk berobat maka pasti sembuh, orang pelupa yang minum zam-zam untuk memperbaiki hafalannya tentu akan menjadi orang yang memiliki ingatan yang baik. Jadi, untuk tujuan apapun air zam-zam diminum pasti bermanfaat. Ringkasnya air zam-zam adalah air yang berkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Namun, komentar yang paling bagus mengenai hadits-hadits diatas yang secara sekilas nampak bertentangan adalah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau mengatakan, “Cara mengompromikan hadits-hadits di atas adalah dengan memahami hadits-hadits yang membolehkan minum sambil berdiri apabila dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk minum sambil duduk. Hadits-hadits yang melarang minum sambil duduk di antaranya adalah hadits yang menyatakan bahwa Nabi minum sambil berdiri.” (HR Muslim 2024)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Juga terdapat hadits dari Qotadah dari Anas, sesungguhnya Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;melarang minum sambil berdiri. Qotadah lantas bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” “Itu lebih jelek dan lebih kotor” kata Anas. (HR. Muslim no. 2024)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Sedangkan hadits-hadits yang membolehkan minum sambil berdiri adalah semisal hadits dari Ali dan Ibnu Abbas, Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;minum air zam-zam sambil berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam riwayat Bukhari dari Ali, sesungguhnya beliau minum sambil berdiri di depan pintu gerbang Kuffah. Setelah itu beliau mengatakan, “Sesungguhnya banyak orang tidak suka minum sambil berdiri padahal Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;pernah melakukan sebagaimana yang aku lakukan.” Hadits dari Ali ini diriwayatkan dalam atsar yang lain bahwa yang beliau minum adalah air zam-zam sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas. Jadi, Nabi minum air zam-zam sambil berdiri adalah pada saat berhaji. Pada saat itu banyak orang yang thawaf dan minum air zam-zam di samping banyak juga yang minta diambilkan air zam-zam, ditambah lagi di tempat tersebut tidak ada tempat duduk. Jika demikian, maka kejadian ini adalah beberapa saat sebelum wafatnya Nabi&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Oleh karena itu, hadits ini dan hadits semacamnya merupakan pengecualian dari larangan di atas. Hal ini adalah bagian dari penerapan kaidah syariat yang menyatakan bahwa hal yang terlarang, itu menjadi dibolehkan pada saat dibutuhkan. Bahkan ada larangan yang lebih keras daripada larangan ini namun diperbolehkan saat dibutuhkan, lebih dari itu hal-hal yang diharamkan untuk dimakan dan diminum seperti bangkai dan darah menjadi diperbolehkan dalam kondisi terpaksa” (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Jilid 32/209-210)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Larangan bernafas dan meniup air minum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Etika makan dan minum tidak luput dari kajian para ulama yang semuanya bersumberkan dari hadits-hadits Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, antara lain anjuran Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;agar tidak bernafas dan meniup air ke dalam gelas atau wadah air. Dalam hal ini, terdapat beberapa hadits:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Abu Qatadah, Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;bersabda,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Jika kalian minum maka janganlah mengambil nafas dalam wadah air minumnya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;melarang untuk mengambil nafas atau meniup wadah air minum.” &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:ES"&gt;(HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: ES"&gt;Dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu. Dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Zaadul Maad&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Anjuran bernafas sebanyak tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Anas bin Malik&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Yang dimaksud bernafas tiga kali dalam hadits di atas adalah bernafas di luar wadah air minum dengan menjauhkan wadah tersebut dari mulut terlebih dahulu, karena bernafas dalam wadah air minum adalah satu hal yang terlarang sebagaimana penjelasan di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Meskipun demikian, diperbolehkan minum satu teguk sekaligus. Dalilnya dari Abu Said al-Khudry, ketika beliau menemui Khalifah Marwan bin Hakam, khalifah bertanya, “Apakah engkau mendengar Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;melarang meniup air minum?” Abu Said mengatakan, “Benar” lalu ada seorang yang berkata kepada Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku merasa lebih segar jika minum dengan sekali teguk.” Rasulullah&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;bertanya kepadanya,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Jauhkan gelas dari mulutmu kemudian bernafaslah”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Orang tersebut kembali berkata, “Ternyata kulihat ada kotoran di dalamnya?” Nabi bersabda, “Jika demikian, buanglah air minum tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 1887 dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Imam Malik mengatakan, “Menurutku dalam hadits di atas terdapat dalil yang menunjukkan adanya keringanan untuk minum dengan sekali nafas, meski sebanyak apapun yang diminum. Menurut pendapatku tidaklah mengapa minum dengan sekali nafas dan menurutku hal ini diperbolehkan karena dalam hadits dinyatakan, “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Sesungguhnya aku merasa lebih segar jika minum dengan sekali nafas -satu teguk-”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;At-Tamhid&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;Karya Ibnu Abdil Barr I/392&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Majmu’ Fatawa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;XXXII / 309 Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil bahwa jika seorang yang minum itu sudah merasa segar karena minum dengan sekali nafas dan dia tidak membutuhkan untuk mengambil nafas berikutnya maka diperbolehkan. Aku tidak mengetahui ada seorang ulama yang mewajibkan untuk mengambil nafas berikutnya dan mengharamkan minum dengan sekali nafas.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dimakruhkan minum dari mulut ceret, teko dan lain-lain. Dari Abu Hurairah, beliau mengatakan, “Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;melarang minum dari mulut&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;ghirbah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya) (HR Bukhari no. 5627)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Redaksi yang senada dengan hadits di atas juga terdapat dalam riwayat Bukhari no. 5629 dari Ibnu Abbas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Dua hadits di atas dengan tegas melarang minum dari mulut wadah air semacam teko dan ceret. Yang sesuai dengan adab Islami adalah menuangkan air tersebut ke dalam gelas kemudian baru di minum. Menurut sebagian ulama, larangan ini hukumnya adalah haram sedangkan mayoritas para ulama menyatakan bahwa larangan ini hukumnya adalah makruh. Bahkan ada juga ulama yang memahami bahwa hadits yang melarang minum dari mulut wadah air itu menghapus hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black"&gt;Menurut para ulama larangan di atas memiliki beberapa hikmah di antaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:3.75pt;margin-right:0in;margin-bottom: 3.75pt;margin-left:15.0pt;text-indent:-.25in;line-height:21.6pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Nafas orang yang meminum dimungkinkan berulangkali masuk ke dalam wadah yang bisa menimbulkan bau tidak sedap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:3.75pt;margin-right:0in;margin-bottom: 3.75pt;margin-left:15.0pt;text-indent:-.25in;line-height:21.6pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Boleh jadi, dalam wadah air tersebut terdapat binatang atau kotoran yang dimungkinkan ke dalam perut orang yang meminum tanpa disadari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:3.75pt;margin-right:0in;margin-bottom: 3.75pt;margin-left:15.0pt;text-indent:-.25in;line-height:21.6pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Tidak menutup kemungkinan air minum tersebut bercampur dengan ludah orang yang meminumnya sehingga orang lain akhirnya merasa jijik untuk minum dari wadah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:3.75pt;margin-right:0in;margin-bottom: 3.75pt;margin-left:15.0pt;text-indent:-.25in;line-height:21.6pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Air liur dan nafas orang yang meminum itu boleh jadi menyebabkan orang lain sakit. Hal ini terjadi bila orang yang meniup tersebut sedang mengidap penyakit menular.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Kabsyah al-Anshariyyah, beliau mengatakan, “Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;masuk ke dalam rumahku lalu beliau minum dari mulut&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;ghirbah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;yang digantungkan sambil berdiri. Aku lantas menuju&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;ghirbah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;tersebut dan memutus tali gantungannya.” (HR. Turmudzi no. 1892, Ibnu Majah no. 3423 dan dishahihkan oleh Al-Albani.) Hadits ini menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air. Untuk mengkompromikan dengan hadits-hadits yang melarang, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan, “Hadits yang menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air itu berlaku dalam kondisi terpaksa.” Mengompromikan dua jenis hadits yang nampak bertentangan itu lebih baik daripada menyatakan bahwa salah satunya itu&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;mansukh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(tidak berlaku).”(&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Fathul Baari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, X/94)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Penyuguh itu terakhir minum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dari Abu Qatadah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;mengatakan,&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;“Sesungguhnya orang yang menyuguhkan minuman kepada sekelompok orang adalah orang yang minum terakhir kali.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(HR Muslim no. 281)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Maksud hadits orang yang menyuguhkan minuman baik berupa air, susu, kopi atau teh seyogyanya merupakan orang yang terakhir kali minum untuk mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri dan supaya jika minuman tersebut ternyata kurang maka yang kurang adalah orang yang menyuguh tadi. Tidak diragukan lagi bahwa sikap seperti ini merupakan sikap yang terbaik karena melaksanakan perintah dan adab yang diajarkan oleh Nabi. Akan tetapi jika penyuguh tersebut tidak berkeinginan untuk minum maka dia tidaklah berkewajiban untuk minum sesudah yang lain minum. Dalam hal ini penyuguh boleh minum boleh juga tidak meminum. (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Syarah Riyadhus Shalihin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;VII/273)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black; mso-ansi-language:SV"&gt;Anjuran makan sambil bicara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Selama ini, di sebagian daerah bila ada orang makan sambil bicara dianggap tabu. Sudah saatnya anggapan demikian kita hapus dari benak kita, sunnah Nabi menganjurkan makan sambil bicara. Hal ini bertujuan menyelisihi orang-orang kafir yang memiliki kebiasaan tidak mau berbicara sambil makan. Kita diperintahkan untuk menyelisihi mereka dan tidak menyerupai mereka dalam hal-hal yang merupakan ciri khusus mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Ibnul Muflih mengatakan bahwa Ishaq bin Ibrahim bercerita, “Suatu ketika aku makan malam bersama Abu Abdillah yaitu Imam Ahmad bin Hanbal ditambah satu kerabat beliau. Ketika makan kami sedikit pun tidak berbicara sedangkan Imam Ahmad makan sambil mengatakan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;dan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;bismillah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;setelah itu beliau mengatakan, “Makan sambil memuji Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam.” Tidak aku dapatkan pendapat lain dari Imam Ahmad yang secara tegas menyelisihi nukilan ini. Demikian juga tidak aku temukan dalam pendapat mayoritas ulama pengikut Imam Ahmad yang menyelisihi pendapat beliau di atas. Kemungkinan besar Imam Ahmad berbuat demikian karena mengikuti dalil, sebab di antara kebiasaan beliau adalah berupaya semaksimal mungkin untuk sesuai dengan dalil.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black"&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;Adab Syariyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 3/163)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;al-Adzkar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Imam Nawawi mengatakan, “Dianjurkan berbicara ketika makan. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah hadits yang dibawakan oleh Jabir&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam sub “Bab memuji makanan”. Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;al-Ihya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;mengatakan bahwa termasuk etika makan ialah membicarakan hal-hal yang baik sambil makan, membicarakan kisah orang-orang yang shalih dalam makanan.” (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;"&gt;al-Adzkar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;hal 602, edisi terjemah cet. Sinar baru Algen Sindo)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;-bersambung insya Allah-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:18.75pt;margin-left: 0in;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color:black"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:21.6pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:black"&gt;Penulis: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-8908137372170442670?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/8908137372170442670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8908137372170442670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8908137372170442670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html' title='Adab-Adab Makan Seorang Muslim (6)'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1274049508959951518</id><published>2010-01-07T00:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:17:57.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi Ibu'/><title type='text'>Ibu di Persimpangan Jalan</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Helvetica; font-size: 22pt; letter-spacing: -1pt;"&gt;Ibu di Persimpangan Jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;IBU adalah dahan pijakan anak untuk meraih pucuk kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bila dahan itu patah, anak akan jatuh bersamanya dan tidak akan pernah sampai di puncak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tidak ada yang dapat mengingkari betapa pentingnya peran sosok yang kita sebut IBU. Banyak orang besar yang tampil di kancah dunia karena peran seorang ibu. Thomas Alva Edison, tentu kita semua mengenal nama ini. Penemu besar yang memiliki ribuan hak paten. Namun tahukah Anda bahwa dia hanya mengenyam dunia pendidikan formal 3 bulan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena gurunya beranggapan ia terlalu bodoh untuk bersekolah. Ibu Edison tidak mempercayai hal tersebut. Dengan gigih ia didik sendiri Edison di rumah. Lebih dari apa yang didapat Edison bila bersekolah, ibunya mengajarkan juga keuletan berjuang dan kemandirian. Di usia begitu muda, Edison berjualan koran untuk membiayai sendiri penelitian-penelitiannya. Bahkan di usia 10 tahun ia telah memiliki laboratorium sendiri. Bayangkan apa yang terjadi bila ibu Edison bersikap sama dengan gurunya. Mungkin listrik akan terlambat ditemukan. Dan itu berarti penemuan-penemuan yang terkait listrik juga akan terhambat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ibu Imam Syafi’i mewakili perjuangan ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian. Memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i sudah hafal Alquran. Guru-guru ia datangkan untuk mengajar Syafi’i, biarpun untuk itu ia harus bekerja keras untuk biaya belajar anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sosok ibu seperti yang kita harapkan, bukanlah hal yang mudah kita temui saat ini. Zaman berubah, permasalahan dalam mendidik anak berubah, tantangan semakin berat. Namun harapan untuk menemukan sosok ibu teladan tentu tidak memudar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tantangan Ibu Masa Kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ibu masa kini memiliki tanggungjawab berat. Peran ganda yang tersandang di pundaknya, antara bekerja dan mendidik anak di rumah, membuat para ibu tertatih menjalani hidupnya. Konsep pemberdayaan ibu yang digulirkan ternyata mengundang berbagai permasalahan baru. Upaya untuk meningkatkan peluang kerja bagi ibu misalnya. Tujuan dari konsep ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi sehingga membuat perempuan lebih mandiri. Namun pada faktanya peran ibu yang optimal di karier, seringkali tidak diikuti peran yang optimal di rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dengan banyaknya ibu yang berkiprah di luar rumah mencari nafkah, peluang terjadinya disharmonisasi keluarga lebih terbuka. Ibu yang lelah pulang bekerja, lebih mudah mengalami gangguan emosi. Anak seringkali menjadi sasaran pelampiasan. Anak juga hanya mendapat waktu sisa, sehingga komunikasi seringkali terkendala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Anak-anak yang terabaikan, mendekatkan mereka pada kerusakan moral, pemakaian narkoba, dan pergaulan bebas. Di Bogor, angka ketergantungan terhadap narkoba sudah mencapai 2%, padahal ambang batas yang ditetapkan untuk nasional adalah 1,2% (Pusat Penelitian UI). Bahkan beberapa waktu lalu sebuah stasiun TV melansir penelitian di Jakarta, 800 siswa SD terlibat narkoba!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penelitian seks bebas di kota-kota besar : Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya menunjukkan angka-angka yang membuat kita terhenyak. Betapa tidak. Survei yang dilakukan pada 450 responden berusia 15-24 tahun mengatakan bahwa 16% responden berhubungan seks pada usia 13-15 tahun dan 44% berhubungan seks pada usia 16 - 18 tahun (Lembaga Penelitian Synovate, September-Oktober 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sedangkan berdasarkan survey BKKBN 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi. Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kita jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan anak-anak kita? Bila kita kaji dengan cermat, pertanyaan ini sebenarnya salah alamat. Anak-anak kita adalah anak-anak yang sama dengan kita sewaktu masih anak-anak. Yang membedakan antara kita dan anak-anak kita sekarang adalah lingkungan yang tidak sama. Dulu di zaman kita tidak ada media massa yang bebas mengumbar pornografi. Tidak ada vcd porno yang dijual bebas di mana-mana. Tidak ada tayangan film sadis yang penuh dengan kekerasan. Dan terutama lagi, dulu kebanyakan kita masih didampingi oleh ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Apa hubungannya dengan ibu? Ya, dulu ibu kita masih banyak punya waktu untuk mendidik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan menunjukkan mana yang salah. Ibaratnya kita masih memiliki perisai yang melindungi kita dari berbagai hal buruk yang terjadi di sekitar kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sekarang, anak-anak kita tidak memiliki perisai itu. Ibu-ibu saat ini lebih banyak yang menghabiskan waktu di luar rumah mencari uang. Atau kalaupun di rumah, ibu-ibu tersibukkan dengan berbagai tayangan televisi seperti sinetron,telenovela dan infotainment. Alih-alih anak dilindungi dari tayangan yang tidak mendidik, malahan anak-anak diajak ikut nonton, menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bukan hal yang mengejutkan lagi bila Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane menyatakan ternyata sebagian hubungan seks bebas remaja dilakukan di rumah! Entah kemana ibu mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Peran Ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Berkembangnya ide feminisme yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini, terasa pengaruhnya terhadap cara pandang masyarakat terhadap peran ibu. Peran ibu dianggap tidak produktif karena tidak menghasilkan materi. Bahkan beberapa pihak cenderung menganggap peran ibu mendomestikasi perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi inferior, tersubordinasi peran suami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Padahal, fakta membuktikan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak tidaklah tergantikan. Masa-masa 0-6 tahun bagi anak adalah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada usia ini, otak anak terbentuk sampai 80 %, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadiannya mulai terbentuk. Karena itu, masa ini membutuhkan pendampingan dari sosok yang intens mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya, yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pembantu atau pengasuh bayi tentu jauh dari kriteria itu. Tempat Penitipan Anak atau kelompok bermain yang diikuti anak juga tidak dapat memberikan stimulasi optimal. Tempat ini dirancang untuk menangani banyak anak, sehingga kebutuhan individu anak akan kasih sayang tidak terpenuhi seperti bila ibu yang intens mengasuhnya. Kasih sayang adalah salah satu makanan otak, yang membuat otak berkembang optimal selain gizi dan stimulasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Berbeda dengan anak yang kekurangan kasih sayang. Mereka cenderung mengembangkan perasaan negatif, merasa tidak diterima sehingga penghargaan terhadap dirinya sendiri rendah. Anak seperti ini akan cenderung menjadi anak tertutup, rendah diri dan menyimpan potensi gagal dalam kehidupannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kasih sayang yang tulus dan berlimpah tentulah datang dari seorang ibu. Pemahaman yang utuh terhadap anak juga tentu datang dari ibu. Bila fungsi ibu terabaikan karena ibu harus keluar rumah, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dilema Ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="ES" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Berperan sebagai ibu ideal tentu adalah cita-cita seorang ibu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang akan mewarisi negeri ini. Namun, ibu dihadapkan pada banyak tantangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tantangan terbesar tentu faktor ekonomi. Banyak ibu yang terpaksa meninggalkan rumah untuk ikut menopang ekonomi keluarga. Gaji suami yang tidak memadai, sementara harga-harga kebutuhan yang makin melambung tinggi, membuat para ibu turun tangan ikut bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kondisi ini membuat anak-anak tumbuh tanpa kontrol dan pendidikan yang tepat. Tidak ada yang peduli apa yang ditonton anak dan apa yang dilakukan anak bersama teman-temannya. Orangtua hanya bisa terkejut saat anak ketahuan terlibat masalah serius atau menjadi korban. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, atau kasus kriminal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tantangan kedua adalah pengetahuan ibu terhadap pendidikan anak. Berapa banyak ibu yang hanya tinggal di rumah namun tidak mampu mendidik anak dengan baik. Ia tidak mengenal potensi yang dapat dikembangkan pada anak dan bagaimana mengembangkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Lebih parah adalah ibu yang bekerja dan sekaligus tidak mampu mendidik anak. Ibu-ibu semacam ini tidak memiliki target dalam mendidik anak. Anak dibiarkan seperti air mengalir, terserah mau jadi apa nantinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kondisi ibu semacam ini tentu tidak bisa diharapkan dapat melahirkan generasi unggul. Pemerintah seharusnya memiliki kepedulian yang besar dalam masalah ini. Bukankah generasi unggul yang dapat melepaskan bangsa ini dari krisis yang terus membelit? Apakah kita akan bertahan dengan berbagai kerusakan yang melanda bangsa ini? Pepatah bahkan mengatakan bahwa pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil mencetak pemimpin yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Selama ibu masih harus disibukkan dengan mencari nafkah, selama ibu masih tidak memahami pendidikan anak, selama itu pula generasi unggul tidak akan lahir . &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bangsa kita akan terus terpuruk tidak mampu bangkit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tugas pemerintah adalah menjamin agar ibu bisa menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Bukan malah mendorong ibu untuk bekerja keluar rumah, bahkan keluar negeri dengan memberikan julukan pahlawan devisa. Itu sama artinya negara ini tengah menjual masa depannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tugas negara pula untuk menjamin pendidikan para ibu. Pendidikan dengan kurikulum yang tepat. Agar para ibu tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Namun sesungguhnya, ibu punya tanggungjawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Maka, tidak salah kalau dikatakan perempuan adalah tiang negara. Bila tiang itu roboh, maka tunggulah waktu keruntuhan negara.[]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 19.2pt; margin-bottom: 8.4pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Oleh: Salma Nurul Izza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/23/ibu-di-persimpangan-jalan"&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/23/ibu-di-persimpangan-jalan&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1274049508959951518?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1274049508959951518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ibu-di-persimpangan-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1274049508959951518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1274049508959951518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/ibu-di-persimpangan-jalan.html' title='Ibu di Persimpangan Jalan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-201597522219735390</id><published>2010-01-07T00:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T00:56:40.583-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Story Ibu-Anak'/><title type='text'>Sinar, Bocah 6 Tahun dan Ibunya yang Lumpuh</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 28px; color: rgb(10, 63, 105); font-weight: bold; line-height: 30px; "&gt;Sinar, Bocah 6 Tahun dan Ibunya yang Lumpuh&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;color:black"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 16px; line-height: 20px; "&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;SubhanaLlah,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;Maha Suci Allah! Sangat mengharukan! Itulah sebagian besar ungkapan ratusan kawan di FB saat seorang teman share sebuah tayangan di SCTV tentang kisah anak usia 6 tahun mengurus ibunya yang lumpuh. Bahkan tidak sedikit di antara ratusan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;facebooker&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;ini menitikkan air mata saat menyaksikan  Sinar, nama bocah belia itu menampakkan bakti, cinta dan kasih sayangnya pada sang bunda, mengabaikan masa kecilnya pada saat anak-anak seusianya menghabiskan waktunya dengan bermain, sementara ia harus berada di samping bundanya yang sakit sejak dua tahun lalu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Rumah Murni, nama ibu yang lumpuh ini terletak Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Walau tampak jauh dari keramaian kota, tapi rumah Murni juga tidak luput dari keramaian Pemilu lalu. Terbukti dengan banyaknya sticker partai dan caleg yang tertempel di dinding rumah kayu sangat sederhana itu. Tapi sepertinya para politisi dan kader partai itu abai dengan apa yang terjadi di tengah keluarga miskin ini. Para tetanggalah yang terkadang memberikan bantuan ala kadarnya untuk Murni dam putrinya, Sinar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:ES"&gt;Karena suami Murni sendiri merantau ke Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:ES"&gt;Sinarlah yang membantu dan menemani ibunya selama ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Mulai dari memindahkan atau menggeser tubuhnya, masak, makan, minum, mandi hingga buang air. Semua itu ia kerjakan sendiri dengan penuh cinta. Tayangan yang ditampilkan SCTV ini bahkan sanggup meruntuhkan air mata mereka yang menyaksikannya. Ada rasa iba dan takjub sekaligus melihat bocah usia 6 tahun yang tampak penuh tanggung jawab melakukan tugas mulianya, sambil mengusap mesra pipi ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;Bocah kelas satu Sekolah Dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Begitu pula setelah pulang sekolah. Nyaris seluruh waktunya telah ia persembahkan bagi ibunya yang sakit parah. Walaupun Sinar memiliki&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;lima&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;orang kakak dan juga belum dewasa, namun mereka semua tinggal terpisah dengannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black"&gt;Faktor ekonomi membuat mereka menjadi pembantu rumah tangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black"&gt;Kisah Sinar, bocah belia usia 6 tahun ini mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya berbakti kepada kedua orang tua. Walau di antara kita mungkin ada yang bertanya, apakah karena usianya yang masih sangat belia itu yang membuat Sinar mampu memahami arti berbakti kepada orang tua? Karena kita sendiri heran melihat perilaku seorang anak yang sudah dewasa justru tak sudi melayani ibunya yang renta dan tak mampu lagi berbuat apa-apa. Ia telah kehabisan cinta dan kasih sayang untuk ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:15.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Arial;color:black"&gt;Tapi begitulah Allah mengajarkan kepada kita tentang cinta kasih kepada orang tua melalui anak kecil ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language: SV"&gt;IA telah letakkan dalam hatinya pada saat banyak manusia yang justru tak memilikinya. Semoga saja ibu Murni dapat segera sembuh dari penyakit yang menimpanya. Dan putrinya, Sinar, senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala berbakti kepada ibunya&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Arial; color:black;mso-ansi-language:SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2009/12/03/sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya-yang-lumpuh/"&gt;http://sosbud.kompasiana.com/2009/12/03/sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya-yang-lumpuh/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-201597522219735390?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/201597522219735390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/201597522219735390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/201597522219735390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya-yang.html' title='Sinar, Bocah 6 Tahun dan Ibunya yang Lumpuh'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1089446586590729239</id><published>2010-01-06T00:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T00:48:18.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Baru'/><title type='text'>5 Kesalahan Saat Menjadi Orangtua Baru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height:21.0pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:21.0pt;font-family:Arial;color:#32507C;letter-spacing:-.4pt; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 153, 204); font-family: Tahoma; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Masih terkaget-kaget hadapi kebiasaan baru bayi mungil Anda? Jangan panik, ada solusinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Tahoma;font-size:85%;color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 10px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Georgia, serif; font-size: 16px; font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family: Tahoma;color:#333333"&gt;VIVAnews&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Tahoma; color:#333333"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Tahoma;color:#333333"&gt;– &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kalanya, sebagai orang tua baru, Anda dan pasangan masih terkaget-kaget menghadapi kebiasaan si bayi mungil. Alih-alih ingin memberikan yang terbaik bagi si kecil, Anda malah melakukan kesalahan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Tahoma;color:#333333;mso-ansi-language: SV"&gt;Tak ingin hall itu terjadi, kan? Berikut beberapa kesalahan yang biasa dialami orang tua baru, plus solusinya.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height:13.5pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;font-family:Tahoma;color:#333333;mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;1. Mudah panik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja, Anda dan pasangan masih dalam tahap beradaptasi. Jangan terlampau panik, jika bayi Anda tidak mau berhenti menangis. Memang, akan muncul banyak pertanyaan di kepala, seperti, apakah si kecil sudah kenyang atau apakah ia sudah merasa nyaman? Tapi, panik tidak akan menyelesaikan masalah. &lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang panik, lebih baik Anda mencari tahu apa yang si kecil butuhkan. Jika Anda sudah memberikan susu, tapi masih juga menangis, mungkin ia butuh kenyamanan. Gendonglah sebentar hingga tangisannya mereda, jika sudah letakkan kembali pada tempat tidurnya.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;2. Membangunkan bayi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang takut jika bayinya merasa kelaparan saat tidur. Ingatlah, jika bayi Anda merasa lapar ia akan menangis. Jadi, bila si kecil sedang tertidur pulas jangan dibangunkan. Biarkanlah ia tidur, karena si kecil akan menangis bila ia lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;3. Menyepelekan sinyal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Demam atau panas pada bayi tidak boleh dianggap suatu hal yang biasa. Memang, banyak dokter bilang, demam setelah imunisasi itu biasa, Jennifer Walker, seorang pediatrik di RS. Atlanta, mengungkapkan bahwa sebaiknya komunikasikan dengan dokter apabila bayi Anda terkena demam pasca imunisasi. Hal itu untuk menghindari kesalahan, yang bisa saja mengancam nyawa si kecil.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;4. Mencari solusi di tempat salah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saking bingungnya, setiap orang menjadi tempat Anda bertanya. Mulai dari ibu, kakak, bahkan teman. Hati-hati, sebaiknya jangan main dokter-dokteran sendiri. Kesalahan klasik ini bisa membahayakan kesehatan si kecil. Ada baiknya, Anda menyimpan nomor ponsel dokter anak. Mintalah izin padanya, agar diperbolehkan menghubunginya atau mengirim SMS jika ada kondisi mendesak. Dengan begitu, Anda bisa mendapat solusi dari orang terpercaya.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;5. Berdebat di depan bayi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang, bayi usia tiga bulan tidak bisa merasakan emosi orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-size:10.0pt;font-family:Tahoma;color:#333333;mso-ansi-language: ES"&gt;Mungkin, Anda dan suami sering mempermasalahkan cara merawat si kecil. Namun sebaiknya jangan lakukan kebiasaan ini di depannya. Emosi negatif dari orang tuanya dapat membuatnya stres dan rewel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:13.5pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:7.5pt; font-family:Tahoma;color:#888888"&gt;• VIVAnews (http://kosmo.vivanews.com)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10.0pt;font-family:Tahoma;color:#333333"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:7.5pt;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left: 0in"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family: Tahoma;color:black"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.5pt; font-family:&amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;color:#333333"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1089446586590729239?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1089446586590729239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/5-kesalahan-saat-menjadi-orangtua-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1089446586590729239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1089446586590729239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2010/01/5-kesalahan-saat-menjadi-orangtua-baru.html' title='5 Kesalahan Saat Menjadi Orangtua Baru'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-3614553959761469474</id><published>2009-12-05T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T01:23:14.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih Keluarga'/><title type='text'>Isteri Susah Diatur, Malah Suka Mengatur</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ustadz, apakah yang harus dilakukan oleh seorang suami yang memiliki isteri yang sudah tidak dapat menerima nasihat, tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam rumah tangga? Dan lagi, ketika suami menikah lagi, dia meminta agar si suami menceraikan isteri keduanya. Jika tidak maka si suami harus memilih, menceraikan dia atau isteri keduanya. Perlu diketahui bahwa suami adalah seorang PNS, dan sulit baginya untuk menceraikan isteri pertama.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebaiknya, sebelum mengambil keputusan suami hendaknya mempelajari terlebih dahulu penyebab isteri pertama susah diatur. Bila penyebabnya dari pihak suami, karena kurang adil atau yang lainnya, maka suami harus memperbaiki diri, jangan sampai merugikan isteri. Jika penyebabnya dari pihak isteri, maka suami hendaknya menasihati isteri yang sulit diatur dan tidak menjalankan kewajiban rumah tangga tersebut dengan lembut. Jika sudah dilakukan berkali-kali namun belum juga berhasil maka suami hendaknya tidak tidur di tempat tidur isteri (pisah ranjang).&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika cara itu belum berhasil juga maka suami boleh mencambuknya pada selain bagian wajah, tidak pula cambukan itu merusak badannya. Jika belum berhasil juga, hendaknya suami mengumpulkan orang tua dari kedua belah pihak jika memungkinkan, barangkali inilah jalan terakhir untuk mendapatkan keputusan terbaik. Jika semua jalan-jalan sunnah ini telah ditempuh (dan tidak berhasil) maka jalan terakhirnya adalah cerai. Itulah hikmah Allah SWT membolehkan hambaNya untuk bercerai walaupun ada dampak negatifnya. Allah SWT berfirman:&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (durhaka), maka nasihatilah dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Nisa: 34)&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan. Jika kedua hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan niscaya Allah akan memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Nisa: 35)&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebenarnya untuk menceraikan isteri yang pertama itu tidaklah sulit walaupun dia seorang PNS. Siapkan saja data-data lengkap penyebab suami menceraikan isteri pertamanya, lalu ajukan kepada pihak yang berwajib. Insya Allah dengan begitu urusannya akan selesai, jika memang suami berniat baik dan tidak ingin merugikan orang lain.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di sisi lain, hendaknya suami juga berfikir bahwa isteri pertama itu biasanya sulit dilupakan, jika awalnya dia orang yang baik, apalagi sudah punya anak. Untuk isteri kedua, hendaknya bersabar dan pandai mengatur posisi dirinya. Usahakan bisa membantu memecahkan kesulitan suami, bukan memanas-manasi agar suami menceraikan isteri pertamanya.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika hal ini dilakukan Insya Allah hati suami akan merasa lapang karena merasa dibantu oleh isterinya. Jika tidak, biasanya malah isteri kedua yang akan jadi korban, sebagaimana hal ini sering terjadi. Dan upayakan pernikahan dengan isteri kedua itu resmi dengan pencatatan dari pihak KUA agar memiliki kedudukan yang kuat. Dengan itu, pihak berwajib akan meninjau kembali apakah seorang laki-laki itu mampu untuk menikah lagi dengan ekonomisnya yang ada ataukah tidak, sebagaimana yang pernah kami tanyakan kepada seorang pejabat Pengadilan Agama di Kabupaten Tulang Bawang.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sumber: Majalah al-Mawaddah edisi ke-5/Tahun ke-2/Dzulhijjah 1428/Desember 2008 hal 7-8.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-3614553959761469474?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/3614553959761469474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/isteri-susah-diatur-malah-suka-mengatur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3614553959761469474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/3614553959761469474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/isteri-susah-diatur-malah-suka-mengatur.html' title='Isteri Susah Diatur, Malah Suka Mengatur'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-1128611273333574453</id><published>2009-12-05T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T00:29:28.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Rumah Tangga Yang Menyenangkan</title><content type='html'>Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah… sekali. Namun memang tidak sedikit yang menyesal, yaitu menyesal kenapa tidak dari dulu saja menikahnya. Hehe…&lt;br /&gt;Sahabat, itu adalah cuplikan dari berbagai ungkapan yang lazim terdengar tentang pernikahan. Namun yang jelas, untuk membina sebuah keluarga memang tidak segampang yang dibayangkan. Membangun sebuah keluarga sakinah adalah suatu proses. Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang diam tanpa masalah. Namun keluarga sakinah adalah keluarga yang dinamis dengan adanya keterampilan untuk memanajemen konflik yang timbul dalam keluarga tersebut.&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga jenis manajemen konflik yang harus difahami dalam hidup berumah tangga, yaitu pencegahan terjadinya konflik, bagaimana sikap dalam menghadapai  konflik jika terlanjur terjadi, dan apa yang harus dilakukan setelah konflik reda.&lt;br /&gt;Insya Allah di sini kita akan mengurai tentang bagaimana meminimalkan terjadinya konflik di dalam rumah tangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siap dengan hal yang tidak kita duga&lt;br /&gt;Pada dasarnya kita pasti selalu siap untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Mudah bagi kita bila yang terjadi itu cocok dengan harapan kita. Namun bagaimanapun, setiap orang itu berbeda-beda. Tidak semuanya harus sama “gelombangnya” dengan kita. Maka dalam hal ini jika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai harapan kita hendaknya kita mempersiapkan diri agar potensi konflik akibat perbedaan ini tidak destruktif atau merusak.&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga, bisa jadi pasangan kita ternyata tidak seperti yang kita impikan. Maka kita harus siap menghadapinya. barangkali ternyata dia tidak rapi, tidak secantik yang dibayangkan atau tidak segesit yang kita harapkan, misalnya. Kita juga harus berlapang dada seandainya ternyata apa yang kita idamkan, tidak ada pada dirinya. Juga sebaliknya, apabila ternyata isteri atau suami kita memiliki sikap yang sangat kita benci, kita harus benar-benar membuat dada kita menjadi sangat lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEMPERBANYAK PESAN AKU&lt;br /&gt;Tindak lanjut dan kesiapan kita menghadapi perbedaan yang ada, adalah memperbanyak pesan aku. Sebab, umumnya makin orang lain mengetahui kepribadian kita, makin siap dia menghadapi kita. Misalnya sebagai isteri kita biasa katakanlah mendengkur ketika tidur. Maka agar suami dapat menghadapi hal ini, kita bisa katakan “Mas, orang bilang kalau tidur saya itu suka  mendengkur. Jadi Mas siap-siap saja ya, sebab, sebetulnya saya sendiri enggak niat mendengkur.” Lalu sebagai suami, misalnya kita menyatakan keinginan kita: “Saya kalau jam tiga suka bangun. Tolonglah bangunkan saya. Saya suka menyesal kalau tidak tahajjud. Dan kalau sedang tahajjud, saya tidak ingin ada suara yang mengganggu.”&lt;br /&gt;Demikianlah diharapkan dengan begitu tidak terjadi riak-riak masalah akibat satu sama lain tidak memahami nilai-nilai atau maksud yang diiginkan oleh pasangan hidupnya. Maka di sinilah perlunya kita belajar memberitahukan apa yang kita inginkan. Inilah inti dari pesan aku.&lt;br /&gt;Semoga denga hal tersebut peluang konflik ini tidak jadi membesar karena kita telah mengkondisikan agar orang lain memahami kita. Sungguh tidak usah malu menyatakan harapan ataupun keberatan-keberatan kita. Sebab justru dengan keterbukaan seperti ini pasangan hidup kita dapat lebih mudah dalam menerima diri kita. Termasuk dalam hal keberadaan orang lain.&lt;br /&gt;Misalnya orang tua kita akan datang. Maka adalah bijaksana bila kita mengatakan kepada suami tentang kebiasaan mereka. Sebagai contoh, orang tua kita mempunyai sikap cukup cerewet, senang mengomentari ini itu. Maka katakan saja: “Pak… saya tidak bermaksud meremehkan. Namun begitulah adanya. Orang tua saya banyak bicara. Jangan terlalu difikirkan, itu memang sudah kebiasaan mereka. Juga dalam hal makanan, yang ikhlas saja ya Pak, kalau nanti mereka makannya lumayan banyak…”&lt;br /&gt;Alkisah, ada sebuah keluarga. Sering sekali terjadi pertengkaran. Akhirnya, suatu ketika si isteri bicara “Pak, maaf ya, keluarga kami memang bertabiat keras. Sehingga bagi kami kemarahan itu menjadi hal yang amat biasa.”&lt;br /&gt;Lalu suaminya membalas “Sedangkan Papa lahir dari keluarga pendiam, dan jarang sekali ada pertempuran…” Jelas itu akan membuat keadaan berangsur lebih baik dibanding terus menerus bergelut dalam pertengkaran-pertengkaran yang semestinya tak boleh terjadi.&lt;br /&gt;Kita pun harus berani untuk mengumpulkan input-input tentang pasangan kita. Misalnya ternyata dia punya BB atau bau badan. Maka kita bisa menyarankan untuk meminum jamu, sekaligus memberitahukan bahwa kadar ketahanan kita terhadap bau-bauan rendah sekali, sehingga ketika kita tiba-tiba memalingkan muka dari dia, isteri kita tidak tersinggung. Karena tata nilainya sudah disamakan.&lt;br /&gt;Tentunya, dengan saling terbuka seperti itu masalah akan menjadi lebih mudah dijernihkan dibanding jika masing-masing saling menutup diri. Ketertutupan, pada akhirnya akan membuat potensi masalah menjadi membesar. Kita menjadi mengarang kesana kemari, membayangkan hal yang tidak-tidak berkenaan dengan pasangan hidup kita. Dongkol, marah, benci dan seterusnya. Padahal kalau saja masalah itu didiskusikan, bisa jadi problem ini menjadi sangat mudah diselesaikan. Dan potensi konflik pun menjadi minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TENTANG ATURAN&lt;br /&gt;Kita harus memiliki aturan-aturan yang disepakati bersama, karena kalau aturannya tidak diketahui, bagaimana orang bisa nurut? Bagaimana bisa bersama-sama hidup dengan selaras? Jadi kita harus membuat aturan bersama sekaligus disosialisasikan.&lt;br /&gt;Misalnya isteri kita jarang mematikan kran setelah menggunakan. Bisa jadi kita dongkol. Di sisi lain, boleh jadi isteri malah tak merasa bersalah sama sekali. Sebab dia berasal dari desa. Dan di desa.. pancuran toh tak pernah ditutup.&lt;br /&gt;Begitu pula pada dengan anak-anak. Kita harus mensosialisasikan peraturan-peraturan ini. Tidak usah kaku, buat saja apa yang bisa dilaksanakan oleh semua. Makin orang tahu peraturan, maka peluang berbuat salah makin minimal.&lt;br /&gt;Semoga dengan hal-hal di atas kita dapat membangun sebuah keluarga yang nyaman dan menyenangkan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.nurulhayat.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-1128611273333574453?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/1128611273333574453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/rumah-tangga-yang-menyenangkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1128611273333574453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/1128611273333574453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/rumah-tangga-yang-menyenangkan.html' title='Rumah Tangga Yang Menyenangkan'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-338877897789823514</id><published>2009-12-05T00:22:00.001-08:00</published><updated>2010-01-06T01:13:28.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SaMaRa'/><title type='text'>Komunikasi Malam Hari</title><content type='html'>Menurut Louann Brizendine dalam bukunya ”The Female Brain”, seorang pria maksimal hanya bisa berbicara kurang lebih 7.000 kata perhari. Sedangkan wanita, sanggup berbicara 20.000 kata perhari, hampir tiga kali lipatnya!&lt;br /&gt;Maka bisa dikatakan bahwa setiap pulang kerja pria sudah kehabisan kata-kata alias low batt!. Akhirnya di rumah dia lebih sering mengalihkan waktunya dengan membaca, menonton tivi, atau sekedar tidur-tiduran saja.&lt;br /&gt;Sedangkan apa yang terjadi dengan sang istri? Betul! Ilustrasinya, dia masih mempunyai ”jatah bicara” sebanyak 13.000 kata lagi. Jumlah tersebut setara dengan kesegaran dan semangat bicara seorang pria di pagi hari. Masih sanggup berbicara dengan berapi-api.&lt;br /&gt;Maka disamping ada topik-topik pembicaraan yang memang penting untuk didiskusikan, suami juga akan lebih sering disuguhi berita-berita sepele dari sang istri. Setiap hari, setiap malam. Dia masih kuat dan berapi-api sedangkan para suami sudah hilang selera sejak tadi. Sang suami sudah linglung dan tidak nyambung dengan menjawab ”hah-heh, hah-heh” melulu.&lt;br /&gt;Kita boleh setuju atau tidak terhadap hasil penelitian tersebut. Karena kita bisa menyangkalnya dengan menyodorkan beberapa temuan, bahwa tidak semua suami di malam hari mengalami malas bicara sedangkan sang istri banyak bicara. Justru yang terjadi sebaliknya, sang suami banyak bicara, sedangkan sang istri yang kalem, lemah lembut dan penurut hanya kebagian iya..iya..saja.&lt;br /&gt;Kemungkinan seperti itu ada. Dan tidak sedikit. Apalagi belakangan ada bantahan terhadap pernyataan Brizendine. Bantahan terakhir atas klaim ini dilakukan oleh James Pennebaker dan rekan-rekannya dari University of Texas, Austin. Mereka meneliti 400 mahasiswa di AS dan Meksiko berumur 19-25 tahun, yang selama beberapa hari mengenakan sebuah alat perekam khusus. Setiap 12 menit sekali, alat tersebut aktif secara otomatis dan merekam semua suara selama 30 detik ke depan, menghasilkan sebuah data yang cukup merata. Hasilnya, wanita berbicara sekitar 16215 kata setiap harinya, sementara pria sekitar 15669 kata. Secara statistik, perbedaan ini tidak signifikan.&lt;br /&gt;Tapi barangkali kita juga tak bisa mengelak, fakta mengenai perbedaan kemampuan bicara wanita dan pria yang disampaikan Brizendine, lebih sering sinkronnya dengan pengalaman-pengalaman sebagian besar rumah tangga. Perdebatan sering muncul pada malam hari disebabkan proses komunikasi yang buruk. Istri masih ingin bicara, sedangkan suami sudah mengangkat bendera. Akhirnya sang istri merasa bicaranya tidak dihargai dan diperhatikan. Sedangkan sang suami merasa sangat terganggu oleh live ”warta dunia dalam berita” yang disampaikan istrinya.&lt;br /&gt;Bagaimana menyikapinya?. Supaya kita bisa melakukan proses komunikasi lebih baik dengan pasangan. Agar bisa bersikap lebih arif dan bijaksana. Agar suami menjadi mengerti, dirinya diajak mendengarkan pembicaraan istrinya adalah lebih pada sebuah kebutuhan. Dan sisi yang lain, sang istri menjadi mengerti bahwa suami bersikap seolah-olah cuek bukannya karena aksi tak peduli. Tapi barangkali karena dia sudah kehabisan energi.&lt;br /&gt;Khususon para suami, mari kita mengemas komunikasi dengan istri lebih baik lagi dengan kiat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pahami bahwa mereka butuh Anda menjadi seorang pendengar yang baik.&lt;br /&gt;Dalam topik yang dibicarakan oleh istri, sesungguhnya sebagian besar mereka tak membutuhkan solusi. Dia hanya menginginkan kita menjadi orang yang mau mendengarkan ceritanya. Jadi, ketika kondisi mood tidak baik, daripada memaksakan diri memberi solusi tapi justru tercampur emosi, lebih baik menahan diri menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berikan antusiasme saat anda mendengarkan.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Akram Ridha dalam bukunya ”Rahasia Keluarga Romantis”, Wanita, cenderung mengikuti pembicaraan suaminya dengan isyarat. Seperti misalnya anggukan kepala, kedipan mata atau gerakan tangan. Celakanya, laki-laki justru sebaliknya. Bahasa tubuh yang diberikan cenderung pasif. Akhirnya kalau tak hati-hati akan terkesan meremehkan. Oleh karena itu tak cukup hanya mendengarkan. Tapi juga perlu menunjukkan antusiasme melalui gerakan atau isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila ada pembicaraan yang secara langsung atau tersirat berisi sindiran terhadap diri Anda, jangan cepat bereaksi.&lt;br /&gt;Ingat, sekali lagi wanita bicara, sadar atau tidak sadar, terkadang karena dia butuh menghabiskan kapasitas bicaranya. Nah, terkadang untuk menghabiskan jatah bicaranya itu, mereka terbawa kepada topik-topik yang menyinggung perasaan suami. Dalam hal ini maka agar suami bisa arif, kembalilah kepada prinsip dasar, bahwa wanita hanya butuh didengar dan tidak benar-benar sedang menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ciptakan kondisi dimana anda bisa berbicara dengan nyaman.&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk memberikan perhatian yang baik kepada istri, ada baiknya diskusi dilakukan bukan di rumah. Misalnya, mengajak keluarga makan malam di luar. Tapi ingat, sang suami jangan sampai ”penyakitnya” kambuh lagi. Yaitu tidak berminat bicara sehingga yang terjadi cuman acara makan-makan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikanlah pertanyaan cerdas.&lt;br /&gt;Agar energi anda tidak terkuras habis sedangkan anda sudah benar-benar tak berminat berbicara, maka gunakanlah pertanyaan cerdas, ”MENGAPA”. Ya, dengan pertanyaan ”mengapa” ini otomatis menuntut istri memberikan penjelasan, bukan hanya jawaban pendek ”ya” dan ”tidak”. Bisa dibumbui dengan kata-kata antusiasme seperti ”oh ya?”(takjub), ”oh, begitu ya” (mendalami), ”terus gimana?” (antusias). Nah, barangkali kalau istri sudah banyak menjelaskan sana-sini, ”jatah” bicaranya makin menipis. Ehm, Diapun puas. Lantas Andapun bisa segera tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAllohu A’lam Bisshowab..&lt;br /&gt;(www.nurulhayat.org)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-338877897789823514?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/338877897789823514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/komunikasi-malam-hari_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/338877897789823514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/338877897789823514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/komunikasi-malam-hari_05.html' title='Komunikasi Malam Hari'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-8535039758258994738</id><published>2009-12-01T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T19:00:27.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keberkahan Finansial'/><title type='text'>7 KESALAHAN BESAR DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN</title><content type='html'>Anda mungkin termasuk salah seorang yang suka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Siang malam mencari uang. Kaki dipakai untuk kepala, kepala dipakai untuk kaki. Begitu istilahnya untuk menggambarkan betapa seseorang adalah pekerja keras. Anda tidak sendirian, karena banyak orang yang berjuang habis-habisan mengerahkan segala daya upaya untuk mendapatkan uang. Mereka fokus mencari uang sebanyak-banyaknya, tapi setelah uang diperoleh, mereka menggunakan ’semau gue’, sehingga habis begitu saja, entah kemana perginya uang itu. Tapi, mungkin juga anda adalah orang yang kurang peduli dengan jumlah penghasilan yang anda terima meski jumlahnya relatif kecil tetapi anda lebih fokus mengelola uang dengan sebaik-baiknya agar tidak defisit, dan berjuang mati-matian agar bisa menabung sehingga terkesan pelit.&lt;br /&gt;Apapun golongan anda, kedua golongan tersebut berada dalam kondisi ekstrim ‘kanan’ dan ekstrim ‘kiri’. Sebab, dalam pengelolaan keuangan yang baik, sebaiknya seseorang dalam mengelola dengan menyeimbangkan pengelolaan antara penerimaan dan pengeluaran. Berkenaan dengan hal itu, pada pembahasan kali ini kita akan mengulas beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang dalam mengelola uangnya, sehingga membuat uang ‘mandul’ tidak beranak, bahkan ‘mati’ alias  bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Pertama, Mengandalkan Suatu Hari Nanti&lt;br /&gt;Masih ingat cerita Nabi Nuh dan umatnya? Nabi Nuh berulang kali mengajak umat dan anaknya untuk bersiap-siap menghadapi masa depan yang tidak menentu karena akan ada banjir besar. Namun umat bahkan anaknya sendiri tidak mempercayai. Karena apa yang dikatakan dan dilakukan Nabi Nuh saat itu memang terasa aneh, membangun kapal ketika musim kemarau. Demikian juga, kesalahan pada kebanyakan orang dalam mengelola keuangan karena mereka mengandalkan suatu hari nanti. Mereka berpikir ‘biarlah bagaimana nanti saja” dan tidak mempersiapkan keuangan masa depan. Akibatnya mereka selalu berorientasi jangka pendek dalam setiap gerak langkahnya.&lt;br /&gt;Kerugian yang akan timbul akibat sikap “Mengandalkan Suatu Hari Nanti” diantaranya adalah kerugian materi. Bila dihitung secara materi, semakin terlambat mempersiapkan tujuan keuangan, semakin besar kerugian yang akan diterima. Sebagai contoh, ada dua orang, sebut saja Pak Lelet dan Pak Giat. Pak Lelet selalu menunda-nunda menabung, karena berpikir ‘ntar aja’. Pak Giat rajin menabung di bank setiap tahun Rp15.000.000,- selama 5 tahun berturutturut atau sebesar Rp75.000.000,-. Dengan asumsi bagi hasil investasi (bunga) rata-rata 13 persen per tahun, maka pada tahun ke20 uang Pak Giat sudah menjadi Rp686.972.729,-. Sedangkan Pak Lelet baru memulai pada tahun ke-6 sejak Pak Giat menabung. Hasilnya sangat jauh berbeda. Uang Pak Lelet hanya menjadi Rp685.076.022,- padahal uang yang ditabungkan selama 15 tahun sebesar Rp225.000.000,- Perhitungannya menggunakan rumus FV = Po ( 1 + r )t. Jadi, semakin lama menunda-nunda untuk menabung, semakin besar kerugian materi yang harus ditanggung.&lt;br /&gt;Kerugian lainnya, rencana masa depan akan kacau, sementara waktu tidak dapat diputar ulang. Kita akan menyesal!. Waktu  adalah modal penting dalam hidup ini. Bila kita tidak dapat memanfaatkan dengan baik, berarti kita mengabaikan modal yang sangat berharga dalam hidup ini. Alloh memberikan modal yang sama kepada kita berupa waktu 24 jam sehari. Orang sukses atau kaya bukan berarti memiliki waktu 100 jam sehari, tetapi mereka lebih pandai memanfaatkan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Kedua, Tidak Sedia ‘Payung’ Sebelum ‘Hujan’&lt;br /&gt;Krisis ekonomi yang menimpa negara kita pertengahan 1997 lalu telah membuat ratusan ribu bahkan jutaan pekerja di PHK, termasuk ribuan pengusaha bangkrut. Apakah mereka siap dengan keadaan tersebut? Coba ingat-ingat keluarga, teman, tetangga atau bahkan Anda sendiri yang di PHK, seberapa siap menerima keadaan itu? Saya yakin banyak yang tidak siap, bahkan banyak yang stress menghadapi kenyataan itu. Mengapa hal itu bisa terjadi? karena tidak ada persiapan atau antisipasi. Ketika seseorang sudah menemukan kenyamanan (comfort zone) dalam pekerjaan atau bisnisnya, mereka lalai mengantisipasi risiko PHK atau bangkrut. Mereka lupa bahwa ada hal yang sangat pasti dalam hidup ini, yaitu perubahan. Untuk itu diperlukan persiapan-persiapan menghadapi masa depan yang tidak pasti (perubahan) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Ketiga, Mendahulukan Simbol Kemapanan&lt;br /&gt;Fitrah manusia memang cenderung untuk hidup bermewah-mewahan. Bahkan tidak jarang orang melakukan apa pun untuk meraih kemewahan itu. Kecenderungan manusia juga ingin menunjukkan simbol-simbol kemapanan, status tertentu atau gengsi, meski secara finansial belum mampu.&lt;br /&gt;Perilaku manusia dalam mengelola keuangannya dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu boros, pelit, dan sederhana. Orang yang boros, menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang hedonis. Baginya hidup harus ‘dinikmati’, dengan persepsi yang salah. Mereka merasa kaya, meski sebetulnya belum kaya. Mereka lupa bahwa menikmati hidup tidak identik dengan bermewah-mewahan. Mereka juga lupa bahwa menikmati hidup bukan berarti menghabiskan uang untuk kepentingan pribadi saja tanpa memedulikan kehidupan orang lain.&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah orang yang sangat pelit, sampai tidak dapat menikmati hartanya. Justru yang menikmati adalah orang lain karena dia mati tidak membawa hartanya. Lalu ada pertanyaan, mengapa mereka bersusah-payah mengumpul-ngumpulkan harta bila tidak dinikmati? Lalu bagaimana kita seharusnya?&lt;br /&gt;Idealnya kita berada dalam golongan ketiga yaitu hidup sederhana sesuai kemampuan finansial. Hidup sederhana bukan berarti tidak menikmati hidup ini dengan uang yang kita miliki. Kita boleh membeli mobil mewah, rumah mewah, atau keliling dunia asalkan semua itu masih dibawah kemampuan finansial kita. Contoh sederhananya demikian. Bila Anda memiliki penghasilan setiap bulan dua ratus juta rupiah dan punya uang tunai sepuluh milyar, maka punya rumah seharga 3 milyar, mobil seharga lima ratus juta dan setiap tahun keliling dunia, itu sah-sah saja. Tapi sebaliknya, bila dengan kekayaan sebesar itu, Anda hanya punya mobil ‘butut’  yang suka ngadat (mogok), makan tahu tempe setiap hari, dan bekerja terus-menerus tanpa rekreasi memadai, Anda termasuk orang pelit. Anda mungkin juga termasuk orang yang mendewa-dewakan uang. Hidup seperti ini pun tidak dibenarkan. Jadi wajar atau tidak, semuanya dikembalikan pada hati nurani, kelaziman, serta kemampuan finansial anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Keempat, Bertindak Ekstrim Dalam Kebijakan Finansial&lt;br /&gt;Salah satu sikap manusia yang sering menimbulkan masalah dikemudian hari adalah serakah (geedy). Dengan sikap ini, manusia tidak hanya ingin cepat kaya, ingin cepat naik pangkat/jabatan atau keinginan lain yang serba cepat (instant). Tidak ada salah orang ingin cepat meraih sesuatu asalkan tetap memperhatikan rambu-rambu atau moral yang berlaku. Salah satunya adalah kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan cara-cara ekstrim dengan harapan segera mendapatkan sesuatu dengan cepat. Misalnya, kita boleh berhutang, asalkan memperhatikan kaidah hutang yang benar. Demikian juga dalam berinvestasi, meski tujuannya baik, jika tidak dilakukan secara bijaksana malah menyebabkan kerugian. Pun demikian, berasuransi dengan tujuan melindungi keuangan dan masa depan, bisa berubah menjadi masalah apabila tidak tahu caranya dan bertindak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Kelima, Tidak Memanfaatkan Daya Ungkit Finansial&lt;br /&gt;Ada orang merasa harus bekerja sendirian dalam meraih tujuan yang diinginkan, termasuk dalam meraih kekayaan dan keberkahan finansial. Akibatnya, tujuan itu sangat lambat diraihnya, bahkan sulit diraih sedirian. Disinilah perlu memanfaatkan daya ungkit finansial, sebagaimana yang sudah pernah kita bahas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Keenam, Mengabaikan Kesehatan Demi Uang&lt;br /&gt;Kebanyakan orang mengejar uang dengan mengabaikan kesehatannya. Mereka lupa kalau uang banyak tidak bisa membeli kesehatan, karena uang hanya bisa membayar dokter atau rumah sakit. Oleh karena itu menjaga kesehatan itu tetap penting dalam mencari uang dan jangan sampai kesehatan dikorbankan demi uang. Maka olah raga, makan bergizi secara teratur, tidur dan istirahat cukup harus menjadi bagian terpenting dalam perencanaan keuangan. Tidak bisa diabaikan!&lt;br /&gt;Kita sering menyaksikan orang-orang kaya menderita berbagai penyakit berat. Mungkin hal itu karena kesalahan, ‘Mengabaikan Kesehatan demi Mengejar Uang’ atau karena pola makan berlebihan. Akibatnya, seringkali kali otak bawah sadar kita mengatakan, “Ah lebih baik seperti ini saja, daripada kayak si Rudi, punya uang banyak tapi tidak bisa menikmati uangnya karena sakit-sakitan, tidak boleh makan ‘ini-itu’. Makanannya dibatasi”. Nah, ketika hal ini terjadi, kita menjadikan realitas itu untuk malas bekerja keras atau tidak berusaha meraih kekayaan. Sebenarnya tidak ada hubungan yang signifikan antara orang kaya dengan penyakit yang dideritanya. Permasalahannya hanya karena mereka lupa menjaga keseimbangan hidup. Bila keseimbangan hidup tidak dijaga, maka pada suatu kondisi tertentu kita akan merasa, uang berapa pun yang kita peroleh tidak akan ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Ketujuh, Kekacauan Strategi Pensiun&lt;br /&gt;Pada bulan November 2004 lalu, sekitar 4.5 juta pelamar Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjubel di berbagai daerah. Para pelamar kerja itu memperebutkan lowongan pekerjaan yang hanya tersedia 200 ribu orang. Apa yang mendorong mereka sehingga rela mengadu nasib sebagai PNS? Jawabannya simpel, mereka hanya ingin mendapatkan pensiun. Mereka berharap hidup makmur setelah pensiun!. Itulah alasan utamanya. Akankah harapan itu menjadi kenyataan? Mari kita simak analisis berikut ini.&lt;br /&gt;Lembaga pensiun yang selama ini diharapkan ‘menjamin’ pembayaran uang pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS), saat ini mulai diragukan kemampuannya. Perhatikan sistem pembayaran pensiun PNS. Sejak Januari 2003, sebanyak 79 persen dana pensiun mereka diambil dari APBN dan 21 persen dari PT.Taspen. Jika sistem ini diteruskan, maka pada tahun 2014 aset PT. Taspen akan habis, sehingga kemungkinan besar sebagian gaji pensiunan PNS tidak lagi terbayar.&lt;br /&gt;Selain itu. untuk bisa hidup sejahtera di masa pensiun, seseorang tidak bisa hanya bergantung pada program pensiun, karena program pensiun hanya memberikan kontribusi pendapatan yang kecil. Berbagai penelitian membuktikan bahwa 80 persen kecukupan sumber tabungan pensiun sangat ditentukan oleh program individu masing masing dan sisanya  sebesar 5 persen berasal dari bantuan pemerintah dan 15 persen dari program perusahaan. Jadi, sejahtera atau tidak seseorang pada masa pensiun.&lt;br /&gt;sangatsangat tergantung pada masing-masing individu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, alangkah bijaksananya bila mulai sekarang tidak lagi mengandalkan jaminan pensiun seperti itu. Banyak cara untuk menggantikan program pensiun yang dapat dilakukan sendiri.&lt;br /&gt;(Safak Muhammad, Majalah Nurul Hayat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-8535039758258994738?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/8535039758258994738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/7-kesalahan-besar-dalam-pengelolaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8535039758258994738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/8535039758258994738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/12/7-kesalahan-besar-dalam-pengelolaan.html' title='7 KESALAHAN BESAR DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-4095914708988423377</id><published>2009-09-06T15:20:00.000-07:00</published><updated>2010-01-06T01:13:28.069-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiring Woman'/><title type='text'>BELAJAR PSIKOLOGI WANITA DARI KHADIJAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0RT-nxrpYI/AAAAAAAAACc/lc3FNLTXOnU/s1600-h/hati.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0RT-nxrpYI/AAAAAAAAACc/lc3FNLTXOnU/s200/hati.1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423552186555278722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Pizaro(Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta)&lt;br /&gt;Psikologi Wanita adalah keteladanan&lt;br /&gt;Dalam konten psikologi Islami, semangat dari psikologi wanita adalah keteladanan. Cara ini dengan mudah untuk di pahami, karena kita dapat melihat realitas yang ada dari tokoh muslimah yang memberikan contoh berakhlak yang baik sebagai wanita. Dalam kesempatan ini, penulis coba akan mengangkat Khadijah binti Khuwailid sebagai jalan menemukan itu.&lt;br /&gt;Istri nabi Muhammad yang pertama ini diangkat semata-mata telah memberikan tafsiran ulang mengenai arti seorang wanita bagi kita semua. Wanita yang tersudutkan terhadap definisi kecantikan dan muda secara empirik, namun terlempar dari fakta keteladanan bagi dinamika kehidupan. Ummi Khadijah bagai dahaga bagi kaum muslim, karena walaupun secara umur jauh diatas Nabi Muhammad dan dapat dibilang sedang melewati masa tua, namun api jiwa enerjiknya terus menyala walau telah disiram “air” setiap saat. Ini penting bagi kita yang justru menaruh makna masa tua sebagai menurunnya aktivitas dan spirit.&lt;br /&gt;Sejatinya masa tua adalah masa penuh kreativitas, masa penuh memberi sumbangsih bagi masyarakat, masa membentuk tujuan mulia di sela-sela kehidupan, bukan masa stagnasi dan persistensi, begitulah dikatakan Erik Hamburger Erikkson dengan skema generativitas dan stagnasinya. Kita akan belajar psikologi itu dengan dosen kita kali ini adalah Khadijah binti Khuwailid.&lt;br /&gt;Asam Garam seorang Istri&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Dia adalah putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih dan suci. Sayyidah Quraisy ini dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat kira-kira 15 tahun sebelum tahun fill (tahun gajah). Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya.&lt;br /&gt;Pada mulanya beliau dinikahi oleh Abu Halah bin Zurarah at-Tamimi yang membuahkan dua orang anak yang bernama Halah dan Hindun.Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin 'A'id bin Abdullah al-Makhzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai.&lt;br /&gt;Setelah itu banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan beliau tetapi beliau memprioritaskan perhatiannya dalam mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang mana beliau menjadi seorang yang kaya raya. Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi'tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah. Beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya. Muhammad al-Amin pun menyetujuinya dan berangkatlah beliau bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangannya tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut karena usaha dari Muhammad, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan lebih mendalam dari semua itu. Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur dibenaknya, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagamana kebanyakan laki-laki lain dan perasaan-perasaan yang lain.&lt;br /&gt;Kepercayaan Diri seorang Wanita&lt;br /&gt;Suatu kali Ummi Khadijah merasa pesimis; apa mungkin pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah renta, bayangkan 40 tahun? Apa kata orang-orang nantinya karena ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraisy yang melamarnya?&lt;br /&gt;Maka disaat dia bingung dan gelisah karena problem yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih, selanjutnya dia ikut duduk dan berdialog hingga kecerdikan Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembuyikan oleh Khodijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah layaknya konselor mencoba membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memiliki harta dan berparas cantik.Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukan kelihaian dan kecerdikannya:&lt;br /&gt;Nafisah : Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad?&lt;br /&gt;Muhammad : Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah .&lt;br /&gt;Nafisah : (Dengan tersenyum berkata) Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yang kaya raya, cantik dan berkecukupan, maka apakah kamu mau menerimanya?&lt;br /&gt;Muhammad : Siapa dia ?&lt;br /&gt;Nafisah : (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid&lt;br /&gt;Muhammad : Jika dia setuju maka akupun setuju.&lt;br /&gt;Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi sayyidah Khadijah. Kemudian berangkatlah Abu Tholib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah bagi putra saudaranya, dan selanjutnya menyerahkan mahar.&lt;br /&gt;Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan jadilah dirinya sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami dari pada kepentingan sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad ingin mengembil salah seorang dari putra pamannya, Abu Tholib, maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abi Tholib radhiallâhu 'anhu agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Di sinlah letak keberanian dan bentuk PD seorang wanita yang tidak harus dipusingkan dengan kecantikkan dan melulu ingin merasa muda secara fisik. Karena bagi Ummi segalanya adalah kedewasaan hati dan keikhlasan atas potensi diri yang membuatnya yakin bahwa Muhammad adalah pilihan terbaik dan mau meminangnya.&lt;br /&gt;Sebuah Komitmen Teguh&lt;br /&gt;Jika Sternberg memberi sinyal komitmen adalah bagian inti dari cinta sejati, namun tak ada orang selain Khadijah yang memberikan komitmen melebihi garis yang didefinisikan Sternberg. Suatu ketika Allah Ta'ala menjadikan Muhammad al-Amin ash-Shiddiq menyukai Khalwat (menyendiri), bahkan tiada suatu aktifitas yang lebih ia sukai dari pada menyendiri. Beliau menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah di Gua Hira' sebulan penuh pada setiap tahunnya. Beliau tinggal didalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh orang-orang Makkah yakni menyembah berhala dan lain –lain.&lt;br /&gt;Sayyidah ath-Thahirah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkan beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus dia kerjakan dirumah. Apabila dia melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke gua, kedua matanya senantiasa mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan dia juga menyuruh orang-orang untuk menjaga beliau tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri.&lt;br /&gt;Ketika Rasullullah mulai mendekam di Gua Hira dan mendapatkan wahyu yang membuat Rasululah ketakutan dengan minta untuk diselimutkan. Maka Istri yang dicintainya dan yang cerdas itu menghiburnya dengan percaya diri dan penuh keyakinan, berkatalah ia: "Allah akan menjaga kita wahai Abu Qasim, bergembiralah wahai putra pamanku dan teguhkanlah hatimu. Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, sugguh aku berharap agar anda menjadi Nabi bagi umat ini. Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda telah menyambung silaturahmi, memikul beban orang yang memerlukan, memuliakan tamu dan menolong para pelaku kebenaran.&lt;br /&gt;Maka menjadi tentramlah hati Nabi berkat dukungan ini dan kembalilah ketenangan beliau karena pembenaran dari istrinya dan keimanannya terhadap apa yang beliau bawa. Sebagai istri, khadijah tahu betul psikologis Rasulullah dan apa yang diinginkan sang suami jika mendalami situasi mencekam yaitu sifat menghibur dan memberi situasi nyaman.&lt;br /&gt;Khadijah akhirnya merubah mindset gagi kita, jika istri tidak lantas menjadi redup jika sang suami mengalami kesulitan. Akan tetapi, situasinya harus melengkapi dan khadijah melalukan itu dengan terkesan menjadi “suami” bukan istri dalam definisi sempit. Inilah sebuah pencerdasan paradigma perempuan untuk bersama-sama kontrukstif dalam bingkai rumah tangga. Tdiak lantas surut ketika situasi sang suami ditimpa musibah. Karena suami bukanlah segala-galanya, ia juga makhluk lemah, bisa sakit, dan sewaktu-waktu bisa meninggalkan kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-4095914708988423377?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/4095914708988423377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/09/belajar-psikologi-wanita-dari-khadijah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4095914708988423377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4095914708988423377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/09/belajar-psikologi-wanita-dari-khadijah.html' title='BELAJAR PSIKOLOGI WANITA DARI KHADIJAH'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o6sVqb3Sd14/S0RT-nxrpYI/AAAAAAAAACc/lc3FNLTXOnU/s72-c/hati.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2428702791135909721.post-4624164552993415922</id><published>2009-09-04T20:26:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T20:45:43.171-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keluarga'/><title type='text'>MANAJER RUMAH TANGGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i869.photobucket.com/albums/ab257/likha_ahliana/IMG_3307.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 680px; height: 512px;" src="http://i869.photobucket.com/albums/ab257/likha_ahliana/IMG_3307.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan jam kerja yang 24 jam sehari, kebanyakan orang masih menganggap profesi ini sekedar kewajiban seorang istri. Padahal skill yang dibutuhkan luar biasa canggih.&lt;br /&gt;Dua tahun terpenting dalam kehidupan manusia adalah di awal usianya. Dan di masa-masa emas tersebut ternyata bayi-bayi itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama ibu. Kualitas sentuhan pendidikan yang ibu berikan di usia ini akan menentukan kualitas mereka hingga dewasa kelak.&lt;br /&gt;Seorang ulama besar, seorang presiden, seorang direktur, hingga sang Jenius, semua tercipta karena dukungan dari keluarganya (tentu saja yang utama ibunya). Pengusaha ulet dan sukses kerap terlahir dari keluarga pedagang dan wiraswasta. Orang memiliki bekal agama yang kuat pun banyak dipengaruhi pendidikan masa kecilnya. Sebaliknya, mereka yang hidupnya tidak teratur, kotor dan tak menghargai lingkungan, hingga yang berakhlak burukpun ternyata menerima pelajaran-pelajaran buruk tersebut dari keluarganya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses manajerial dianggap telah selesai jika telah menghasilkan barang produksi sesuai target dalam kurun waktu tertentu. Di evaluasi di akhir tahun, untuk kemudian disusun kembali sistim manajemen berikutnya untuk produk selanjutnya.&lt;br /&gt;Tetapi dalam sebuah keluarga, untuk satu produk manusia saja, proses manajemen terhadap dirinya tak akan pernah berenti sebelum berhenti juga detak jantungnya. Proses dalam sebuah keluarga, yang jenis 'produknya' sebanyak jumlah anggota keluarga, berkesinambungan dari tahun ke tahun, saling mempengaruhi dan saling mendukung. Betapa sulitnya mengelola model manajemen seperti ini, sementara kualitas manajemen keluarga itulah yang akan menentukan kualitas anggotanya.&lt;br /&gt;Ratusan keputusan setiap harinya&lt;br /&gt;Apakah anak Anda bebas menonton setiap film yang dia inginkan? Apa yang ibu lakukan ketika untuk pertama kalinya mengetahui si Sulung mengambil uang tanpa ijin dari dompet? Haruskah ibu menerima tamu yang hendak menginap sementara tak ada uang untuk membeli lauk? Berapakah uang saku yang layak bagi anak?&lt;br /&gt;Ada enam orang anggota keluarga, masing-masing memiliki makanan kegemaran dan pantangan, bagaimana Anda mengaturnya? Perlu ada perbaikan menyikapi suasana pagi yang serba tergesa-gesa dan kacau menjelang keberangkatan anak ke sekolah, bagaimana kiat ibu? Tawaran kredit dari tetangga begitu menggiurkan, akankah ibu memaksakan diri membeli kredit dengan alasan investasi perabot?&lt;br /&gt;Persoalan keluarga sangat beragam, dari A sampai Z. Ibulah yang bertindak sebagai pengambil keputusan serta kebijakannya. Ratusan kebijakan-kebijakan kecil yang ibu putuskan dari hari ke hari, adalah ibarat potongan-potongan kecil puzzle yang saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga kelak akan menghasilkan susunan gambar indah dan sempurna. Jadi, sekeping kecil kebijakan remeh sekalipun, punya andil dalam menentukan gambar masa depan sebuah keluarga.&lt;br /&gt;Beragam aspek manajemen keluarga&lt;br /&gt;Ibu berusaha menghemat uang belanja bulan ini dengan maksud ditabung untuk membeli dispencer. Ibu pun menentukan memilih membeli panci yang harganya mahal dengan pertimbangan akan awet dalam kurun waktu sepuluh tahun daripada membeli murah tetapi hanya berumur satu dua tahun saja. Saat itulah ibu sedang melakukan pengaturan manajemen keuangan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;Untuk menghindari kekacauan terjadi di pagi hari, ibu telah merancang persiapan semenjak malam harinya, dengan meracik sayuran yang akan ditumis keesokan paginya, memasukkan biskuit ke tempat bekal sekolah, hingga memastikan kesiapan kaus kaki sekolah anak yang biasanya lebih sering hilang ketika anak sedang sangat membutuhkannya. Ini satu bagian keahlian dari manajemen perencanaan yang harus dilakukan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;Kemampuan ibu untuk menangani manajemen personalia keluarga pun dibutuhkan ketika ada begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, bisa tuntas jika dikerjakan bersama-sama. Si Sulung bertugas menyapu dan mengepel, anak kedua mengangkat jemuran dan melipatnya di keranjang, anak ketiga mengajak adik bayinya bermain, serta ayah membacakan cerita menjelang tidur. Ini semua menghemat 20% tenaga ibu.&lt;br /&gt;Ada ibu yang memiliki putra enam orang tetapi masih sempat mengikuti kursus bahasa Arab serta membaca buku setidaknya setengah jam setiap harinya. Tetapi ibu yang lain yang baru berputra satu menghabiskan waktu seharinya hanya untuk masak, cuci, setrika serta ngerumpi. Keahlian mengatur manajemen waktu yang berbeda dari dua orang ibu tersebut, tentu saja akan menghasilkan kualitas keluarga yan berbeda pula.&lt;br /&gt;Yang terjadi setiap hari dalam rumah tangga ternyata sama seperti beragam persoalan yang dihadapi perusahaan. Berbagai aspek manajemen ternyata harus dihadapi seorang ibu rumah tangga. Itu sebabnya profesi yang satu ini layak disebut Manajer Rumah Tangga.&lt;br /&gt;Tanpa gaji&lt;br /&gt;Inilah satu-satunya profesi penting yang tidak memiliki gaji. Dengan jam kerja yang 24 jam sehari, kebanyakan orang masih menganggap profesi ini sekedar sebagai kewajiban seorang istri. Jangankan upah, penghargaan berupa ucapan terima kasih atau perhatian dari suami pun belum tentu mereka dapatkan.&lt;br /&gt;Suami tak punya anggaran untuk menggaji istrinya sebagai manajer rumah tangganya? Tak mengapa, jika sang istri mengikhlaskannya. Namun setidaknya, imbalan berupa perhatian, dorongan kepada istri untuk mengembangkan diri, serta upaya memenuhi fasilitas pengembangan diri istri itu bisa diberikan.&lt;br /&gt;Bukankah untuk bisa mencapai kesuksesan, para manajer rumah tangga ini memerlukan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Jika sekedar kursus manajemen keuangan dalam perusahaan saja biayanya jutaan rupiah, perlu waktu lama dan ilmu yang luas, sungguh sayang karena tak ada sekolah yang menyediakan ilmu mengatur manajemen rumah tangga. (Kurnia Irawati Istadi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2428702791135909721-4624164552993415922?l=belajarjadiibu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/feeds/4624164552993415922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/09/manajer-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4624164552993415922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2428702791135909721/posts/default/4624164552993415922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajarjadiibu.blogspot.com/2009/09/manajer-rumah-tangga.html' title='MANAJER RUMAH TANGGA'/><author><name>Liha Ahliana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://1.bp.blogspot.com/-9RAwyfzKFlk/Txtjs_PcHvI/AAAAAAAAAvI/neYdTQ5iCAM/s220/hs%2Bsweet%2Bhome.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
